Kasedata.id – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi Maluku Utara tahun 2026 tak sekadar menjadi panggung perayaan daerah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara menjadikan momentum ini untuk memperkuat integritas, kepemimpinan, dan toleransi generasi muda melalui Kemah Generasi Berkarakter yang melibatkan pelajar SMA, SMK, dan SLB se-Maluku Utara.
Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Masjid Raya Shaful Khairat, Sofifi, Jumat (9/10/2026), dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe. Sebanyak 900 siswa tercatat melakukan registrasi daring, ditambah 40 siswa SLB dan sekitar 200 pendamping yang terdaftar mengikuti kegiatan tersebut.
Melalui program ini, Pemprov Maluku Utara bersama Dikbud Malut mendorong pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan akhlak, moral, tanggung jawab, dan kepedulian sosial sebagai bekal generasi penerus daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sarbin menegaskan, kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan integritas dan karakter. Menurutnya, pendidikan perlu melahirkan generasi yang cerdas sekaligus jujur, rendah hati, memiliki nilai spiritual, serta mampu menghargai kelebihan dan perbedaan orang lain.
“Pendidikan kita ingin wujudkan karakternya, kognitifnya bagus, akhlaknya bagus, dan nilai spiritualnya bagus,” ujar Sarbin di hadapan peserta kemah.
Ia berharap Kemah Generasi Berkarakter tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial dalam rangkaian HUT provinsi. Sebaliknya, kegiatan ini harus menjadi ruang pembelajaran yang membentuk kebiasaan positif dan diterapkan para pelajar dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan sekolah.
“Kami berharap betul-betul kita ingin bangun masa depan pendidikan dengan integritas yang kuat, moral yang kuat, akhlaknya yang kuat. Kalau ini kita bisa mampu, maka kita akan selamatkan generasi masa depan,” katanya.
Dikbud Perkuat Kepemimpinan dan Toleransi Pelajar
Pembinaan dalam kemah tersebut dirancang melalui sejumlah materi, antara lain kepemimpinan, pembangunan karakter (character building), kesiapsiagaan bencana, kewirausahaan, serta penggunaan media sosial secara beretika.
Para pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dari berbagai kabupaten dan kota di Maluku Utara juga didorong memanfaatkan pertemuan ini untuk bertukar pengalaman, memperluas wawasan, dan belajar dari kelebihan maupun kekurangan masing-masing.
Selain integritas, Sarbin menekankan pentingnya menghormati keberagaman suku, agama, dan latar belakang sosial. Menurutnya, kemajemukan masyarakat Maluku Utara harus menjadi kekuatan untuk membangun persatuan, bukan sumber perpecahan.
Ia mencontohkan masyarakat yang berbeda keyakinan tetap dapat hidup berdampingan, saling menghormati, dan menjaga hubungan kemanusiaan. Nilai toleransi tersebut, kata dia, perlu ditanamkan sejak bangku sekolah agar generasi muda terbiasa menerima perbedaan sebagai bagian dari kehidupan bersama.
Wagub juga mengingatkan bahwa generasi yang dipersiapkan menuju Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya mengandalkan prestasi akademik. Pengetahuan dan kecerdasan harus disertai akhlak serta kemampuan mempertanggungjawabkan tindakan.
Pendidikan Gratis Harus Diikuti Kualitas
Dalam kesempatan itu, Sarbin turut menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan dan penanganan angka putus sekolah, termasuk pada jenjang SMA.
Ia menegaskan, kebijakan pendidikan gratis harus berjalan seiring dengan upaya menjaga mutu pembelajaran dan memastikan anak-anak tetap memperoleh hak pendidikan hingga menyelesaikan sekolah.
Sarbin meminta satuan pendidikan tidak bersikap pasif ketika mengetahui ada siswa yang berhenti bersekolah. Sekolah, menurutnya, perlu menelusuri langsung penyebabnya, termasuk dengan mendatangi rumah siswa, agar persoalan yang dihadapi dapat diketahui dan dicarikan solusi.
Pesan tersebut mempertegas bahwa pembangunan pendidikan tidak cukup diukur dari tersedianya fasilitas maupun akses sekolah. Pendampingan siswa, pembentukan karakter, dan keberlanjutan pendidikan juga menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian.
HUT Malut Jadi Ruang Investasi Generasi Muda
Ketua panitia penyelenggara, Hasanudin Ali, melaporkan bahwa panitia menyiapkan sekitar 27 tenda dengan dukungan sejumlah instansi, termasuk Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan. Fasilitas pendukung juga memanfaatkan sarana di sekitar masjid dan kantor Dikbud Malut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, turut mendampingi Wakil Gubernur dalam pembukaan kegiatan tersebut.
Kemah Generasi Berkarakter menjadi salah satu agenda dalam rangkaian HUT ke-27 Provinsi Maluku Utara, bersama berbagai kegiatan yang mengangkat kebudayaan dan identitas daerah, termasuk Kirab Budaya Kie Raha.
Melalui kegiatan ini, Pemprov Maluku Utara dan Dikbud Malut menempatkan pembinaan pelajar sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang unggul. Tantangan berikutnya adalah memastikan nilai integritas, kepemimpinan, toleransi, dan tanggung jawab yang diperoleh selama kemah benar-benar diterapkan setelah para peserta kembali ke sekolah masing-masing.
Sebab, keberhasilan pendidikan karakter bukan hanya terletak pada banyaknya peserta atau materi yang disampaikan, melainkan pada perubahan sikap dan perilaku yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi






