Kasedata.id – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai memanaskan mesin politik di Kota Ternate. Tak sekadar memperkuat kepengurusan, partai besutan kalangan ulama ini memasang target peningkatan perolehan kursi DPRD Kota Ternate dari empat menjadi enam kursi pada periode mendatang.
Target tersebut ditegaskan dalam agenda Orientasi Politik, Pengukuhan Pengurus DPC PKB Kota Ternate Periode 2026–2031, serta Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab). Ketua DPW PKB Maluku Utara, Jasri Usman, dan Ketua DPC PKB Kota Ternate, Muhajirin Bailussy, sama-sama menekankan bahwa target politik harus ditopang konsolidasi organisasi yang solid hingga tingkat kelurahan.
Ketua DPW PKB Maluku Utara, Jasri Usman menegaskan, pembenahan struktur partai menjadi fondasi utama untuk memperluas basis dukungan sekaligus mencapai target politik PKB, baik pada pemilihan legislatif maupun pemilihan kepala daerah.
Menurutnya, Kota Ternate memiliki potensi besar dengan delapan kecamatan dan 78 kelurahan. Potensi tersebut harus diterjemahkan menjadi kekuatan organisasi melalui pembentukan kepengurusan yang aktif, solid, dan berakar di tengah masyarakat.
“Realisasi indikator pertumbuhan dan keberhasilan partai sangat bergantung pada komitmen, kontrak kerja, serta kerapian struktur organisasi. Jika setiap kelurahan mampu membentuk kepengurusan yang solid, kita akan memiliki ribuan kader yang bergerak aktif di tengah masyarakat,” tegas Jasri dalam sambutannya usai mengukuhkan pengurus DPC PKB Kota Ternate, Minggu (18/10/2026).
Ia menjelaskan, penataan kepengurusan DPC hingga Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) terus didorong di seluruh kabupaten dan kota di Maluku Utara. Konsolidasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengukuhan pengurus, tetapi berlanjut menjadi kerja politik yang terukur dan berkelanjutan.
Muhajirin : Target Enam Kursi Tidak Bisa Dicapai dengan Berdiam Diri
Senada dengan Jasri, Ketua DPC PKB Kota Ternate, Muhajirin Bailussy, menegaskan bahwa target enam kursi DPRD menuntut kerja nyata seluruh kader, terutama anggota legislatif yang saat ini telah memiliki basis konstituen.
Muhajirin mengingatkan, peningkatan perolehan kursi tidak cukup hanya menjadi keputusan dalam forum partai. Seluruh kader harus bergerak, memperkuat komunikasi dengan masyarakat, serta membangun konsolidasi bersama pengurus di tingkat kecamatan hingga kelurahan.
“Jika target enam kursi ini ingin dicapai, saya minta kepada seluruh anggota DPRD yang ada untuk tidak tidur. Harus terus bergerak, merangkul DPAC, berkonsolidasi, serta memperkenalkan visi dan misi perjuangan PKB kepada masyarakat,” tegas Muhajirin.
Ia bahkan menekankan pentingnya membangun basis dukungan dari lingkungan terdekat. Para kader dan anggota DPRD PKB diminta memastikan komunikasi politik tetap terjaga dengan masyarakat, mulai dari tetangga hingga lingkungan sekitar tempat tinggal masing-masing.
Bagi Muhajirin, kekuatan partai harus dibangun melalui kedekatan dengan masyarakat, bukan sekadar mengandalkan popularitas menjelang pemilu.
Karena itu, DPC PKB Kota Ternate menargetkan pembentukan kepengurusan DPAC di seluruh kecamatan serta pengurus ranting di seluruh kelurahan dapat dituntaskan paling lambat Desember 2026.
Target tersebut menjadi bagian dari agenda konsolidasi untuk memastikan mesin organisasi bekerja hingga tingkat paling bawah.
Politik Pengabdian Bukan Sekadar Mengejar Kekuasaan
Di samping penguatan struktur dan target perolehan kursi, Jasri dan Muhajirin mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai dasar perjuangan PKB.
Jasri menekankan bahwa seluruh pengurus dan kader harus memahami Mabdasyasi sebagai prinsip dasar politik PKB serta memperdalam wawasan politik agar setiap langkah organisasi tetap berpijak pada nilai keagamaan dan kebangsaan.
Ia mengingatkan bahwa jabatan politik harus dimaknai sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat, bukan semata-mata jalan untuk mengejar kekuasaan maupun pujian.
“PKB lahir dengan cita-cita yang luhur dan mulia. Politik PKB adalah politik pengabdian, jujur, dan adil, bukan sekadar mengejar kekuasaan atau pujian semata. Pemimpin dan kader harus berakar kuat pada nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan, serta tidak melupakan sejarah perjuangan,” ujar Jasri.
Sementara itu, Muhajirin mengingatkan kembali sejarah kelahiran PKB yang tidak terlepas dari peran ulama, kiai, dan masyayikh. Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus tercermin dalam etika, moral, serta orientasi perjuangan setiap kader.
“PKB ini didirikan oleh para ulama, kiai, dan masyayikh melalui proses ijtihad dan perenungan yang panjang sebagai jembatan untuk kemaslahatan umat. Oleh karena itu, etika, moral, dan perjuangan politik partai harus selalu mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi,” sebutnya.
Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pembekalan orientasi politik dan rapat kerja yang menghadirkan pemateri dari instruktur pilihan PKB Maluku Utara. Forum ini diarahkan untuk memperkuat pemahaman kader terhadap sejarah partai, ideologi, nilai perjuangan, serta penyusunan langkah strategis organisasi.
Dengan target enam kursi DPRD dan penyelesaian struktur hingga tingkat ranting, PKB Kota Ternate kini dihadapkan pada agenda konsolidasi yang konkret, memastikan kepengurusan terbentuk, kader bergerak, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi bagian dari kerja politik sehari-hari. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi



![Kontingen Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Kabupaten Halmahera Selatan [dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/10/Liga-INKAI-225x129.jpg)
![Ketua Harian IMI Malut sekaligus Ketua Phyton Racing Team, Abdurahim Achmad bersama pengurus klub yang walk out saat menggelar pertemuan [dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/10/kontra-IMI-225x129.jpg)


