Kasedata.id – Di tengah keterbatasan ekonomi, seorang perempuan yatim piatu di Maluku Utara terus berjuang menghidupi dirinya sekaligus membiayai kebutuhan pendidikan adik-adiknya. Namanya Riskawati (36), perempuan tangguh asal Kota Ternate itu terus berjuang untuk memenuhi ekeonomi keluarganya.
Di tengah perjuangan tersebut, secercah harapan hadir melalui program Zmart dari Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) yang disalurkan melalui Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (NU).
Ia menjadi salah satu penerima manfaat program Zmart yang menyasar masyarakat di berbagai provinsi di Indonesia. Bantuan ini tidak sekadar menghadirkan dukungan modal usaha, tetapi juga membuka peluang bagi penerima manfaat untuk membangun kemandirian ekonomi dan memperbaiki kesejahteraan keluarga.
Melalui program tersebut, penerima manfaat di Maluku Utara memperoleh dukungan untuk mengembangkan usaha warung sebagai sumber penghasilan berkelanjutan. Usaha yang kini telah beroperasi itu diharapkan menjadi titik awal bagi penguatan ekonomi keluarga sekaligus membantu adik-adiknya tetap melanjutkan pendidikan.
Dalam prosesnya, Pimpinan Wilayah Fatayat NU Maluku Utara turut mengambil peran dengan mengawal dan mendampingi penerima manfaat, mulai dari tahap persiapan hingga warung Zmart berdiri dan beroperasi.
Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat NU Maluku Utara, Mardiah Z. Hanafi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS RI serta Pimpinan Pusat Fatayat NU atas bantuan dan kepercayaan yang diberikan kepada penerima manfaat di Maluku Utara.
Menurut Mardiah, bantuan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan ekonomi, terutama perempuan yang harus memikul tanggung jawab besar dalam memenuhi kebutuhan keluarga.
“Kami dari Pimpinan Wilayah Fatayat NU Maluku Utara sangat berterima kasih kepada BAZNAS RI atas bantuan program Zmart yang disalurkan melalui Pimpinan Pusat Fatayat NU. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat, terutama mereka yang berada dalam kondisi ekonomi terbatas, termasuk anak-anak yatim piatu yang harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan adik-adiknya. Kami akan terus mendampingi ,” ucap Mardiah, Senin (19/10/2026).
Ia berharap, program Zmart dapat menjadi jalan untuk membangun kemandirian ekonomi, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta menghadirkan harapan baru bagi masa depan penerima manfaat.
“Kami berharap bantuan ini dapat menjadi jalan untuk membangun kemandirian ekonomi, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan memberikan harapan baru bagi masa depan mereka. Semoga program seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Lebih dari sekadar bantuan usaha, program Zmart menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan. Melalui dukungan usaha produktif, penerima manfaat diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
Fatayat NU Maluku Utara, katanya, berharap warung Zmart tersebut terus berkembang, menghasilkan pendapatan yang stabil, serta membantu ekonomi keluarba penerima manfaat menyelesaikan pendidikan dan meraih cita-cita mereka.
Kehadiran program ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga zakat dan organisasi perempuan dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Sebab, bantuan yang tepat sasaran bukan hanya meringankan beban hari ini, tetapi juga dapat membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.
“Dari kepedulian tumbuh harapan, dari usaha lahir kemandirian, dan dari kebersamaan tercipta masa depan yang lebih baik,” pungkas Mardiah. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi


![Kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara [Foto : haerun/kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261019-WA0024-225x129.jpg)




