Fatayat NU Malut Kenang Sultan, Kirim Doa untuk Para Kiai

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:21 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembacaan Surat Yasin dan lantunan doa oleh pengurus PW Fatayat NU Maluku Utara di makam mendiang H. Mudaffar Sjah, Sultan ke-48. || Foto : Kasedata.id

Pembacaan Surat Yasin dan lantunan doa oleh pengurus PW Fatayat NU Maluku Utara di makam mendiang H. Mudaffar Sjah, Sultan ke-48. || Foto : Kasedata.id

Kasedata.id – Di pusara Sultan Ternate ke-48, mendiang H. Mudaffar Sjah, doa-doa dipanjatkan. Para pengurus dan kader Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Maluku Utara datang bukan sekadar untuk berziarah, melainkan juga menelusuri kembali nilai perjuangan yang diwariskan para pendahulu.

Ziarah ke makam Sultan Mudaffar Sjah menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026. Dalam suasana khidmat di kompleks pemakaman keluarga Kesultanan Ternate, para kader melantunkan doa sebagai bentuk penghormatan kepada sosok yang dikenal memiliki peran dalam kehidupan adat, keagamaan, dan kebangsaan di Maluku Utara.

Bagi Fatayat NU Malut, peringatan Hari Santri tidak cukup berhenti pada seremoni dan kemeriahan kegiatan. Ada nilai yang hendak dijaga, bagaimana generasi muda tetap terhubung dengan sejarah, menghormati perjuangan para tokoh, dan meneruskan semangat pengabdian di tengah perubahan zaman.

Ketua PW Fatayat NU Maluku Utara Mardiah Z. Hanafi, Kamis (22/10/2026), mengatakan ziarah tersebut menjadi ikhtiar untuk meneladani perjuangan para ulama dan tokoh bangsa dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus merawat tradisi Islam yang ramah dan menjunjung tinggi persatuan.

Baca Juga :  PP Fatayat NU dan Jajaran Fatayat NU Malut Ziarah Ke Makam Kesultanan Ternate

“Hari Santri bukan hanya momen seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi kita para kader muda NU untuk senantiasa menyambung sanad perjuangan para kiai dan pahlawan. Sultan Mudaffar Sjah adalah salah satu figur perekat bangsa dan pelindung umat di Maluku Utara yang patut kita teladani,” ujarnya.

Pesan itu menempatkan ziarah sebagai ruang refleksi. Para pendahulu tidak hanya dikenang melalui nama dan sejarah, tetapi juga melalui nilai yang dapat diteruskan dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat menjaga persatuan, menghormati tradisi, dan mengayomi umat menjadi bagian dari warisan yang perlu dirawat bersama.

Selepas ziarah, rangkaian kegiatan berlanjut dengan pembacaan Surat Yasin dan doa bersama yang dilaksanakan secara mandiri di rumah masing-masing pengurus. Doa tersebut ditujukan kepada para pendiri Nahdlatul Ulama atau muassis, para kiai, ulama lokal Maluku Utara, serta para santri yang telah wafat.

Baca Juga :  Fatayat NU Malut Perkuat Gerakan Anti-Bullying, Sasar Siswa Kelas IX SMP Negeri 3 Ternate

Rangkaian doa ini sekaligus menjadi bentuk penghormatan kepada mereka yang telah meletakkan dasar perjuangan NU. Bagi kader Fatayat, mengenang para pendahulu juga berarti menjaga agar nilai keagamaan, persaudaraan, dan pengabdian tidak terputus oleh pergantian generasi.

Di Bumi Moloku Kie Raha, perempuan muda NU memiliki ruang pengabdian yang luas, mulai dari pembinaan masyarakat hingga penguatan kehidupan sosial yang harmonis. Karena itu, semangat Hari Santri diharapkan tidak hanya hadir dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga tercermin melalui kontribusi nyata para kader di tengah masyarakat.

Melalui ziarah dan doa, PW Fatayat NU Maluku Utara berupaya meneguhkan komitmen terhadap ajaran Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah, mempererat silaturahmi antarkader, dan meneruskan nilai perjuangan para pendahulu.

Sebab, sejarah tidak cukup hanya dikenang. Ia perlu dirawat melalui tindakan, agar semangat para ulama, santri, dan tokoh bangsa tetap hidup dalam pengabdian generasi hari ini. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Kredit ASN Macet di BRI, BPKAD Malut Bongkar Kendala SP2D Online
Kalahkan Sulamina, Badai Biru Juara Pemdes Cup III
Branding Ternate Kota Rempah Harus Berdampak pada Ekonomi Warga
Sherly Tjoanda Tembus Peringkat Kedua Gubernur Pilihan Anak Muda Nasional
Jejak NU ke Mimbar Hari Santri, Aka Merajut Pesan untuk Generasi Masa Depan
Sertijab Kades Wailoba, Siti Hawa Ajak Warga Bersatu Bangun Desa
Rabu Membaca di SMPN 1 Ternate, Perkuat Budaya Literasi Siswa
Operasi Patuh Kie Raha 2026, Polres Ternate Siap Tindak Pelanggar Lalu Lintas

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:09 WIT

Kredit ASN Macet di BRI, BPKAD Malut Bongkar Kendala SP2D Online

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:46 WIT

Kalahkan Sulamina, Badai Biru Juara Pemdes Cup III

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:21 WIT

Fatayat NU Malut Kenang Sultan, Kirim Doa untuk Para Kiai

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:14 WIT

Branding Ternate Kota Rempah Harus Berdampak pada Ekonomi Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:27 WIT

Sherly Tjoanda Tembus Peringkat Kedua Gubernur Pilihan Anak Muda Nasional

Berita Terbaru

Daerah

Kalahkan Sulamina, Badai Biru Juara Pemdes Cup III

Kamis, 22 Okt 2026 - 19:46 WIT

Pembacaan Surat Yasin dan lantunan doa oleh pengurus PW Fatayat NU Maluku Utara di makam mendiang H. Mudaffar Sjah, Sultan ke-48. || Foto : Kasedata.id

Daerah

Fatayat NU Malut Kenang Sultan, Kirim Doa untuk Para Kiai

Kamis, 22 Okt 2026 - 19:21 WIT