Gunung Dukono Meletus, Lima Pendaki Dilaporkan Terluka, Ada WNA

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:14 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Letusan Gunung Dukono yang terjadi pada Jumat hari ini [Foto : istimewa]

Letusan Gunung Dukono yang terjadi pada Jumat hari ini [Foto : istimewa]

Kasedata.id —Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, kembali meletus pada Jumat pagi (8/5/2026). Letusan gunung terpantau mengeluarkan abu tebal setinggi 10.000 meter diatas puncak atau mencapai sekitar 11.087 meter diatas permukaan laut.

Letusan besar ini tercatat terjadi sekitar pukul 07.41 WIT. Berdasarkan pengamatan visual dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono, kolom abu keluar dari kawah teramati berwarna putih, kelabu, hingga hitam pekat dengan intensitas tebal yang mengarah ke sisi utara.

Peristiwa itu bahkan di laporkan lima pendaki mengalami luka-luka. Berdasarkan keterangan diperoleh dari Basarnas, total orang yang melakukan pendakian ke gunung Dukono berjumlah sekitar 20 orang dan terdapat Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura.

Informasi para korban itu, awalnya diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate dari Kepala Desa Mamuya, Budiman Djoma, pada pukul 08.55 WIT. Laporan itu diperkuat dengan terdeteksinya sinyal darurat SOS dari perangkat Garmin pada koordinat 1°42’13.7″N / 127°52’50.2″E yang berada di area puncak.

Koordinator Pos SAR Tobelo Rudin, pihaknya langsung merespons laporan dengan memberangkatkan tim rescue menuju lokasi.

“Kepala Desa Mamuya melaporkan ada sejumlah pendaki yang mengalami luka akibat erupsi Gunung Dukono dan meminta bantuan evakuasi,” ujar Rudin.

Tim Rescue Pos SAR Tobelo diberangkatkan pukul 09.10 WIT menggunakan kendaraan rescue menuju Desa Mamuya. Selanjutnya, tim melanjutkan perjalanan dengan pendakian menuju titik korban. Estimasi waktu tiba di lokasi sekitar pukul 14.45 WIT.

Baca Juga :  RSUD CHB Ternate Berkomitmen Perbaiki Pelayanan di HUT ke-23

Lokasi kejadian berada di kawasan Gunung Dukono, Desa Mamuya, Kecamatan Galela. Tim SAR menempuh perjalanan darat sekitar 45 kilometer atau kurang lebih 1,5 jam menuju desa terdekat, kemudian melanjutkan pendakian sejauh 7 kilometer dengan estimasi waktu tempuh sekitar tiga jam.

Operasi SAR tengah dilakukan yang melibatkan personel Pos SAR Tobelo, Babinsa Desa Mamuya, Bhabinkamtibmas, BPBD Halmahera Utara, serta dukungan masyarakat setempat. Hingga saat ini Tim SAR Gabungan masi terus berupaya menuju LKP untuk melakukan evakuasi para korban yang terjebak. (*)

Penulis : Pewarta

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Warga Kawasi Bersatu Tangani Karhutla melalui Tim Siaga Bencana
Era Sherly-Sarbin, Pejabat Plt Wajib Buktikan Kinerja
Sherly Tantang Perbakin Malut Lahirkan Jawara Nasional
Ternate Tetapkan Tanggap Darurat, Titik Panas TPA Masih Mengancam
Gubernur Sherly Tegas, PT Intimkara Kena SP1 : Tak Perform, Putus Kontrak
Karhutla TPA Takome, Kodam XXVIII Moloku Kie Raha Siaga
KORMI Sula Segera Dilantik, Siapkan Olahraga Tradisional 2027
Maluku Utara Kebagian APBN Rp 160 Miliar, Ribuan Rumah Masuk Program Bedah

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:11 WIT

Warga Kawasi Bersatu Tangani Karhutla melalui Tim Siaga Bencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:14 WIT

Era Sherly-Sarbin, Pejabat Plt Wajib Buktikan Kinerja

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:38 WIT

Sherly Tantang Perbakin Malut Lahirkan Jawara Nasional

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:37 WIT

Ternate Tetapkan Tanggap Darurat, Titik Panas TPA Masih Mengancam

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:57 WIT

Gubernur Sherly Tegas, PT Intimkara Kena SP1 : Tak Perform, Putus Kontrak

Berita Terbaru

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos dan Wakil Gubernur H. Sarbin Sehe. || Foto : Kasedata.id

Daerah

Era Sherly-Sarbin, Pejabat Plt Wajib Buktikan Kinerja

Rabu, 7 Okt 2026 - 15:14 WIT

Gubernur Sherly Tjoanda Laos membuka secara resmi lomba menembak di Lapangan Tembak Brimob Polda Maluku Utara. || Foto : Kasedata.id

Daerah

Sherly Tantang Perbakin Malut Lahirkan Jawara Nasional

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:38 WIT