Kasedata.id – Setiap 9 Februari, Hari Pers Nasional (HPN) bukan sekadar seremoni tahunan bagi insan jurnalistik. Di Maluku Utara, momentum itu menghadirkan kembali satu nama yang tak asing di ruang-ruang redaksi maupun forum literasi. Dia adalah Irman Saleh.
Banyak jurnalis muda, Irman bukan hanya senior dengan pengalaman panjang. Ia adalah teladan sekaligus sosok yang bekerja dalam senyap, tetapi jejaknya terasa kuat dalam perkembangan pers lokal.
Puluhan tahun bergelut di dunia jurnalistik membentuk karakter Irman sebagai wartawan yang tegas penuh prinsip. Akurasi, dan etika menjadi nilai yang tak pernah ia tawar. Kini, ia mengemban amanah sebagai Chief Executive Officer (CEO) Nuansa Media Grup, salah satu media lokal yang didirikan terus tumbuh dengan etika jurnalistik di Maluku Utara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ia bukan hanya wartawan senior, tapi panutan. Cara beliau menjaga etika dan profesionalisme menjadi pelajaran penting bagi kami,” ujar Sansul Sardi, sesama jurnalis yang kenal dekat kiprah Irman.o
Kontribusi Irman tak berhenti di meja redaksi. Di balik kesibukannya, ia memilih berbagi pengetahuan. Membimbing jurnalis muda, membuka ruang diskusi, dan menanamkan pentingnya integritas dalam setiap karya jurnalistik.
Baginya, menjadi wartawan bukan sekadar menulis berita. Ada tanggung jawab moral untuk mencerdaskan publik dan menjaga kualitas informasi. Tak sedikit generasi baru insan pers di Maluku Utara yang tumbuh melalui motivasinya.
“Beliau membentuk karakter insan pers, bukan hanya kemampuan teknis,” tambah Sansul.
Di luar dunia media, Irman juga dikenal sebagai penggerak literasi. Ia meyakini membaca, menulis, dan berpikir kritis adalah fondasi pembangunan sumber daya manusia, terutama di wilayah kepulauan seperti Maluku Utara yang menghadapi tantangan geografis dan sosial.
Melalui berbagai kegiatan komunitas, ia terus mendorong budaya literasi tumbuh di tengah masyarakat. Bagi Irman, literasi adalah jalan panjang menuju kemajuan. Bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan.
Meski telah berstatus senior, semangatnya tak pernah surut. Ia tetap aktif menulis, berdiskusi, dan hadir di tengah generasi muda. Dalam diam, ia menjaga nyala pers tetap hidup sekaligus menumbuhkan kesadaran literasi di bumi Moloku Kie Raha.
Di tengah derasnya arus informasi digital dan tantangan media hari ini, sosok seperti Irman Saleh menjadi pengingat bahwa integritas dan komitmen tetap menjadi fondasi utama jurnalisme. Dan Maluku Utara, nyala itu masih terus dijaga. (*)
Penulis : Pewarta
Editor : Sandin Ar








