Panen Perdana 10 Ton Semangka, Program TEKAD Perkuat Ekonomi Petani Halteng

Rabu, 8 April 2026 - 11:15 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panen perdana semangka dari lahan demplot kelompok tani Wairoro Indah. Panen ini sukses menembus 10 ton hanya dalam dua hari. || dok : Ilham/TEKAD Halteng

Panen perdana semangka dari lahan demplot kelompok tani Wairoro Indah. Panen ini sukses menembus 10 ton hanya dalam dua hari. || dok : Ilham/TEKAD Halteng

Kasedata.id – Kabar menggembirakan datang dari Desa Wairoro Indah, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utata. Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) yang digagas pemerintah pusat melalui Kementerian Desa PDTT RI mulai menunjukkan hasil nyata. Panen perdana semangka dari lahan demplot kelompok tani Wairoro Indah sukses menembus 10 ton hanya dalam dua hari.

Ketua Kelompok Demplot Wairoro Indah, Muhammad Holili, mengungkapkan bahwa panen pertama pada Senin, 6 April 2026 mencapai 4 ton 800 kilogram. Sementara panen kedua pada Selasa, 7 April 2026 menghasilkan 5 ton 200 kilogram.

Total keseluruhan panen dari lahan perdana ini pun mencapai 10 ton. Kegiatan panen turut didampingi fasilitator kecamatan, Harmiyati dan Rukmana, serta Ketua Kader Desa Wairoro Indah, David.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah, seluruh hasil panen habis terjual. Pembeli datang langsung ke lokasi, baik dari pasar lokal maupun lapak di Wairoro dan Lelilef,” ujar Holili.

Tercatat tujuh pedagang lokal membeli langsung di lokasi panen, di antaranya Dadang (1.600 kg), Abdullah (1.500 kg), Faujin (400 kg), Heru (300 kg), Wangit (300 kg), Ani (300 kg), dan Ju (400 kg). Pada panen kedua, pembeli juga berdatangan, seperti Erik (400 kg), Pras Setyo (2.000 kg), Babin (500 kg), Gusni (1.000 kg), Kusno (1.000 kg), serta tambahan pembelian semangka kecil sebanyak 300 kilogram.

Baca Juga :  Mitigasi Gempa di Batang Dua Dimatangkan

Harga jual semangka di tingkat petani, katanya, berkisar Rp 8.000 hingga Rp 8.500 per kilogram. Dari hasil tersebut, kelompok tani berhasil meraup pendapatan sekitar Rp 85 juta dalam satu kali masa tanam di lahan demplot pertama.

Menariknya, permintaan pasar justru jauh lebih tinggi. Holili menyebutkan masih ada pesanan dari luar wilayah Weda yang mencapai lebih dari 13 ton, namun belum bisa dipenuhi karena keterbatasan produksi.

“Ke depan, kami akan terus menanam secara berkelanjutan agar mampu memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat,” tambahnya.

Pada panen kedua, turut hadir Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Amir Hasim, yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Halmahera Tengah. Ia memberikan motivasi kepada para petani untuk terus menjaga konsistensi dalam bertani.

Baca Juga :  Krisis Lahan di Maluku Utara, Senator Graal Desak Jeda Izin Tambang

“Kami berharap budidaya semangka ini terus berlanjut. Ini bukan hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Jika petani sejahtera, maka daerah dan negara akan kuat,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Program TEKAD Kabupaten Halmahera Tengah, Ataki Ismail, menegaskan bahwa program ini bertujuan mengubah pola pikir masyarakat desa dari konsumtif menjadi produktif.

“Program TEKAD hadir untuk mendorong petani lebih mandiri dan mampu memutus mata rantai kemiskinan. Jika ditekuni serius, bukan hanya kebutuhan pokok yang terpenuhi, tetapi juga kebutuhan lainnya,” jelasnya.

Sebagai penerima manfaat, kelompok tani bersama seluruh anggota menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, serta dukungan para fasilitator di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa, yang turut dikawal langsung oleh koordinator wilayah Kabupaten Halmahera Tengah.

“Keberhasilan panen perdana ini menjadi harapan baru bagi petani di Halmahera Tengah. Dengan semangat dan dukungan berkelanjutan, sektor pertanian lokal diyakini mampu menjadi tulang punggung ekonomi desa ke depan,” pungkasnya. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

RSUD Chasan Boesoirie Genap 24 Tahun, Komitmen Tingkatkan Mutu Pelayanan
Sistem Merit Pemprov Malut Diuji, ASN Diminta Tuntaskan Survei INAgov
Dinas PUPR Malut Gandeng Balai Kementerian PU Perkuat SDM Konstruksi
Pustu Soligi dan Kawasi Dekatkan Layanan Kesehatan bagi Warga Obi
Prabowo Resmikan 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel di Weda Maluku Utara
Presiden Prabowo Tiba di Maluku Utara Bawa Agenda Hilirisasi Rp 180 Triliun
Sherly-Sarbin Punya Visi, Musrifah Alhadar Eksekusi : Disperkim Makin Dekat Layani Warga
Pemprov Malut-LKPP Perkuat Kerja Sama, Benahi Kompetensi dan Tata Kelola Pengadaan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:43 WIT

RSUD Chasan Boesoirie Genap 24 Tahun, Komitmen Tingkatkan Mutu Pelayanan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:47 WIT

Sistem Merit Pemprov Malut Diuji, ASN Diminta Tuntaskan Survei INAgov

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:43 WIT

Dinas PUPR Malut Gandeng Balai Kementerian PU Perkuat SDM Konstruksi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:41 WIT

Pustu Soligi dan Kawasi Dekatkan Layanan Kesehatan bagi Warga Obi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:00 WIT

Prabowo Resmikan 11 Ekosistem Hilirisasi Nikel di Weda Maluku Utara

Berita Terbaru