Reses, Julkifli Serap Aspirasi Warga Desa Paslal dan Bruakol Kepulauan Sula

Minggu, 4 Mei 2025 - 18:17 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Julkifli Umagapi, saat menggelar reses masa sidang II tahun 2025 di Dapil IV Kepulauan Sula || Foto : karno_kasedata

Julkifli Umagapi, saat menggelar reses masa sidang II tahun 2025 di Dapil IV Kepulauan Sula || Foto : karno_kasedata

Kasedata.id — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Sula, Julkifli Umagapi, melaksanakan reses masa sidang II tahun 2025 di Daerah Pemilihan (Dapil) IV, tepatnya di Desa Paslal dan Desa Bruakol, Kecamatan Mangoli Tengah.

Kegiatan reses ini menjadi momentum penting bagi seluruh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sula untuk kembali ke dapil masing-masing. Dalam kunjungan tersebut, para legislator menjalin silaturahmi dan berdialog langsung dengan masyarakat guna menyerap aspirasi yang nantinya akan dirangkum menjadi Pokok Pikiran (Pokir) DPRD dan disampaikan kepada pemerintah daerah.

Julkifli Umagapi menyampaikan bahwa reses kali ini difokuskan pada dua desa dengan kebutuhan yang berbeda.

“Warga Desa Bruakol mengusulkan pembangunan masjid, sedangkan masyarakat Desa Paslal meminta pembangunan talud. Dua aspirasi ini akan kami tindak lanjuti dan masukkan ke dalam Pokir DPRD untuk kemudian diperjuangkan di tingkat pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh anggota dewan berkewajiban menjaring aspirasi masyarakat secara maksimal agar Pokir DPRD benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat di tiap dapil.

“Sebagai wakil rakyat, kami bertanggung jawab memperjuangkan apa yang menjadi harapan warga agar bisa terealisasi sesuai dengan skala prioritas dan kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.

Baca Juga :  Warga Desa Wailau Kepulauan Sula Inginkan Pilkada Damai

Julkifli juga menekankan pentingnya kegiatan reses sebagai sarana komunikasi dua arah antara legislatif dan konstituen. Menurutnya, mendengar langsung suara masyarakat di lapangan adalah bagian krusial dari tugas DPRD untuk memastikan kebijakan yang dibuat berpijak pada realitas dan kebutuhan masyarakat.

“Kegiatan reses ini bukan sekadar agenda formal, tetapi sarana strategis untuk menyerap keluhan masyarakat secara langsung. Misalnya di Dapil IV, keluhan tentang pembangunan masjid dan talud menjadi masukan penting yang akan kami bawa ke forum kebijakan,” pungkasnya.(*)

Penulis : Karno Pora

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Pemkot Ternate Bakal Serahkan Penghargaan untuk 62 Paskibraka
DPRD Malut Setujui Tambahan Anggaran TPP ASN Rp 92,3 Miliar, Pemprov Diminta Tepat Sasaran
80 Jemaah Umrah Diberangkatkan Pemprov Malut, Layanan hingga Uang Saku Ditanggung
Pemprov Malut Bangun 40 Rumah Masyarakat Adat O’Hongana Manyawa
21 Polisi Kena PTDH, GP Ansor Malut Apresiasi Ketegasan Kapolda
Sekolah Kedinasan Jadi Rebutan, 198 Peserta Malut Adu Strategi di Simulasi CAT
Nurcholis, Dokter Spesialis Saraf Pulang Mengabdi di Bumi Hibualamo
Dari Sirah ke Aksi, Muslimat-Fatayat NU Malut Perkuat Ketahanan Keluarga

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 13:48 WIT

Pemkot Ternate Bakal Serahkan Penghargaan untuk 62 Paskibraka

Senin, 7 September 2026 - 22:38 WIT

DPRD Malut Setujui Tambahan Anggaran TPP ASN Rp 92,3 Miliar, Pemprov Diminta Tepat Sasaran

Senin, 7 September 2026 - 20:23 WIT

80 Jemaah Umrah Diberangkatkan Pemprov Malut, Layanan hingga Uang Saku Ditanggung

Senin, 7 September 2026 - 19:15 WIT

Pemprov Malut Bangun 40 Rumah Masyarakat Adat O’Hongana Manyawa

Senin, 7 September 2026 - 16:11 WIT

Sekolah Kedinasan Jadi Rebutan, 198 Peserta Malut Adu Strategi di Simulasi CAT

Berita Terbaru