Kasedata.id – Pemerintah Provinsi Maluku Utara memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Ternate dan sekitarnya masih dalam kondisi aman. Stok yang tersedia di Fuel Terminal (FT) Ternate diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan selama 6–16 hari, dengan tambahan pasokan kapal yang dijadwalkan tiba pada 21 dan 23 Oktober 2026.
Kepastian ini disampaikan setelah Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, bersama jajaran terkait meninjau langsung FT Ternate, Minggu (18/10/2026). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi persediaan BBM sekaligus mengantisipasi kelancaran pasokan dan distribusi kepada masyarakat.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa ketersediaan energi menjadi perhatian penting, terutama untuk menjaga aktivitas transportasi, perdagangan, dan roda perekonomian masyarakat tetap berjalan normal.
Wakil Gubernur Sarbin Sehe meminta masyarakat tidak terpancing kekhawatiran berlebihan menyangkut pasokan BBM. Ia memastikan Pemprov Maluku Utara terus membangun koordinasi dengan pihak terkait guna menjaga kesinambungan distribusi.
“Pemerintah Provinsi Maluku Utara ingin memastikan masyarakat tetap tenang karena ketersediaan BBM di Ternate dan sekitarnya dalam kondisi aman. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga kelancaran pasokan dan distribusi. Masyarakat diharapkan tetap beraktivitas seperti biasa dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang justru dapat memicu antrean,” ujar Sarbin.
Dari hasil pemantauan, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Maluku Utara, Abdul Karim Usman, menjelaskan bahwa ketahanan stok BBM di FT Ternate saat ini berkisar 6–16 hari. Kondisi tersebut akan diperkuat dengan kedatangan kapal pengangkut BBM yang telah masuk dalam jadwal pasokan.
Kapal MT PIS Cepu dijadwalkan tiba pada 21 Oktober, disusul MT Klawotong pada 23 Oktober 2026. Kedatangan kedua kapal tersebut diharapkan menambah persediaan sekaligus menjaga kesinambungan distribusi BBM di Ternate dan wilayah sekitarnya.
“Berdasarkan pemantauan di FT Ternate pada 18 Oktober, stok BBM memiliki ketahanan sekitar 6–16 hari. Pasokan berikutnya dijadwalkan tiba melalui kapal MT PIS Cepu pada 21 Oktober dan MT Klawotong pada 23 Oktober 2026. Dengan tambahan pasokan tersebut, kami berharap ketersediaan BBM dan kelancaran distribusi di Ternate dan sekitarnya tetap terjaga,” jelas Abdul Karim.
Di sisi lain, Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku Utara, M. Ronny Saleh, mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying.
Menurutnya, pembelian yang tidak sesuai kebutuhan berpotensi memicu antrean dan mengganggu kelancaran distribusi. Padahal, ketersediaan BBM yang terjaga sangat penting untuk menunjang mobilitas masyarakat, aktivitas perdagangan, serta keberlangsungan kegiatan ekonomi daerah.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, dan tidak melakukan panic buying. Gunakan kendaraan secara bijak serta jangan mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Dengan begitu, aktivitas ekonomi dan perdagangan masyarakat dapat terus berjalan normal,” kata Ronny.
Pemprov Maluku Utara mengajak masyarakat untuk tetap menjalankan aktivitas seperti biasa, menggunakan BBM secara bijak, serta mengacu pada informasi resmi dari pemerintah dan pihak berwenang.
Dengan stok yang tersedia dan jadwal kedatangan pasokan berikutnya, pemerintah berharap kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi dan distribusi BBM di Kota Ternate serta wilayah sekitarnya berlangsung lancar. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi



![Kontingen Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Kabupaten Halmahera Selatan [dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/10/Liga-INKAI-225x129.jpg)
![Ketua Harian IMI Malut sekaligus Ketua Phyton Racing Team, Abdurahim Achmad bersama pengurus klub yang walk out saat menggelar pertemuan [dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/10/kontra-IMI-225x129.jpg)


