HGN 2025, Gubernur Apresiasi Peran Guru di Maluku Utara

Selasa, 25 November 2025 - 15:00 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama usai upacara memperingati Hari Guru Nasional 2025 [istimewa]

Foto bersama usai upacara memperingati Hari Guru Nasional 2025 [istimewa]

Kasedata.id – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Provinsi Maluku Utara (Malut) berlangsung khidmat. Upacara dipusatkan di Kantor Dinas Pendidikan Malut, Selasa (25/11/2025). Gubernur Malut Sherly Tjoanda Laos bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam arahannya, Gubernur Sherly menyampaikan apresiasi mendalam atas pengabdian para guru di Maluku Utara. Ia juga membacakan sambutan tertulis Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, yang menegaskan peringatan HGN bukan sekadar seremonial, tetapi momentum memperkuat kembali peran strategis guru sebagai pencerdas bangsa.

“Guru Hebat, Indonesia Kuat”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui tema tersebut, pemerintah ingin menegaskan bahwa kemajuan bangsa sangat bergantung pada kualitas guru. Guru hebat, bukan hanya yang menguasai materi, tetapi yang mengajar dengan hati, adaptif terhadap teknologi, serta terus berinovasi tanpa meninggalkan nilai Pancasila dan kearifan lokal.

Namun dibalik dedikasi para guru, terdapat sejumlah persoalan klasik yang masih membayangi. Dimana ketimpangan distribusi tenaga pendidik, kompleksitas status kepegawaian, hingga keterlambatan pembayaran tunjangan profesi.

Baca Juga :  Kemendikdasmen Pantau Pelaksanaan TKA di SMAN 2 Ternate 

Untuk menjawab persoalan tersebut, pemerintah pusat tengah memfinalisasi kebijakan Sentralisasi Tata Kelola Guru dan Tenaga Kependidikan. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah monumental untuk menghadirkan pemerataan kualitas dan kesejahteraan guru secara nasional.

Sentralisasi diharapkan mampu memastikan pembayaran tunjangan profesi dan tambahan penghasilan yang lebih tepat waktu, seragam, serta membuka ruang redistribusi guru secara lebih adil, termasuk ke wilayah 3T. Selain itu, kebijakan ini memberi peluang penyelesaian bagi status guru honorer yang selama ini bergantung pada regulasi daerah.

“Kami ingin guru fokus mendidik tanpa terbebani urusan administrasi berlarut-larut,” ujar Mu’ti dalam sambutan yang dibacakan Gubernur Sherly.

Program Prioritas Pendidikan 2025

Kebijakan sentralisasi ini berjalan beriringan dengan sejumlah program prioritas Kemendikdasmen 2025, di antaranya:

  • Wajib Belajar 13 Tahun untuk memperluas akses pendidikan hingga jenjang SMA/SMK.
  • Peningkatan mutu pendidikan vokasi melalui Program Pusat Keunggulan dan kemitraan industri.
  • Distribusi 1,5 juta buku bacaan bermutu bagi sekolah-sekolah dengan tingkat literasi rendah.
  • Pemanfaatan teknologi pembelajaran, seperti smartboard dan platform digital, untuk menciptakan kelas yang lebih interaktif.
Baca Juga :  Sikap Natrelitas Anggota Polri di Pilkada Malut Harus Diutamakan

Menteri Abdul Mu’ti menegaskan teknologi bukan pengganti guru, melainkan “asisten terbaik bagi Guru Hebat”.

Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan tidak boleh stagnan. Transformasi kebijakan harus berjalan seiring dengan ketulusan pengabdian guru dalam membentuk generasi Indonesia yang cerdas dan berkarakter.

Menutup sambutan, Gubernur Sherly mengajak seluruh guru untuk memperbarui komitmen pengabdian.

“Kami tidak meminta Anda bekerja lebih keras, tetapi lebih cerdas, fokus, dan bermakna,” ujarnya.

Setelah upacara, Gubernur didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abubakar Abdullah menyerahkan penghargaan kepada para guru berprestasi dan guru yang telah berjasa dalam masa pengabdiannya.

Gubernur Sherly juga menyampaikan permintaan maaf atas kondisi kesejahteraan guru yang dinilai belum optimal.

“Mewakili Pemerintah Provinsi, saya meminta maaf karena kesejahteraan guru belum maksimal. Kita sedang mencari jalan keluar bersama. Sesuai arahan Pak Menteri dan Pak Presiden, ada peningkatan kuota beasiswa, kenaikan nilai rupiah bagi guru honorer, serta insentif untuk Guru ASN yang telah diberikan pemerintah pusat,” jelas Gubernur. (*)

Penulis : Pewarta

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Wakil Gubernur Maluku Utara Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-81
DPRD Malut Ingatkan Pinjaman Pemprov Jangan Keluar dari Aturan
Wagub Malut Kenang Jasa Al Yasin Ali, Ajak Masyarakat dan ASN Panjatkan Doa
Gubernur Maluku Utara Salurkan Rp 1 Miliar untuk Korban Bencana NTT
HUT RI ke-81 Merah Putih 45 Meter Berkibar di Perbatasan Pasifik Halmahera Tengah
Gubernur Apresiasi Warga Serahkan 16 Senpi ke Polda Maluku Utara
Gubernur Maluku Utara Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Sofifi
81 Tahun Merdeka, Gubernur Sherly Tegaskan Maluku Utara Harus Tetap Kokoh Dalam Bingkai NKRI

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:37 WIT

Wakil Gubernur Maluku Utara Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-81

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:19 WIT

DPRD Malut Ingatkan Pinjaman Pemprov Jangan Keluar dari Aturan

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:22 WIT

Wagub Malut Kenang Jasa Al Yasin Ali, Ajak Masyarakat dan ASN Panjatkan Doa

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:16 WIT

Gubernur Maluku Utara Salurkan Rp 1 Miliar untuk Korban Bencana NTT

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:39 WIT

Gubernur Apresiasi Warga Serahkan 16 Senpi ke Polda Maluku Utara

Berita Terbaru

GABDIKA Malut saat menggelar Gashuku dan Ujian Kenaikan Sabuk Perdana yang berlangsung di Pantai Tobololo Kota Ternate

Olahraga

Ujian Perdana, GABDIKA Malut Perkuat Pembinaan Karateka Muda

Senin, 17 Agu 2026 - 19:17 WIT