Guru SD Loloda Itu Wafat Setelah Berjuang di Jalan Rusak

Kamis, 11 Desember 2025 - 21:53 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi pasien guru SD saat ditangani tim medis puskesmas doruma dalam proses berjuang ke RSUD Tobelo

Kondisi pasien guru SD saat ditangani tim medis puskesmas doruma dalam proses berjuang ke RSUD Tobelo

Kasedata.id — Kabar duka kembali menyelimuti warga di Kecamatan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara. Seorang guru SD Negeri Ngajam berinisial MP, meninggal dunia pada Rabu (10/12/2025) saat berjuang menuju RSUD Tobelo dalam kondisi kritis.

MP diduga mengalami diare akut disertai dehidrasi berat. Ia sempat mendapat pertolongan dari tenaga medis Puskesmas Doruma ketika dirujuk menggunakan mobil toyota hilux menuju rumah sakit rujukan di Kota Tobelo. Namun perjalanan itu menjadi pertarungan panjang antara waktu dan kondisi jalan yang jauh dari harapan.

Bukannya melaju cepat menuju lokasi Rumah Sakit, mobil justru harus berjibaku dengan medan ekstrem. Jalan berlubang, genangan lumpur, tanjakan licin, hingga arus sungai tanpa jembatan yang meluap saat hujan. Semuanya menghadang rombongan medis dan pasien dalam perjalanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebuah rekaman video beredar luas yang memperlihatkan perjuangan tim medis Puskesmas Doruma saat mengantar MP. Dalam video tampak kendaraan harus berkali-kali berhenti karena terhalang sungai dan jalan rusak seperti di sekitar Desa Gisi.

Baca Juga :  Satpol PP Ternate Gelar Patroli “Tagi Hohu Kololi Gam” 

Awalnya, rombongan berangkat sekitar pukul 10.00 WIT. Hujan deras membuat sungai meluap dan tanjakan Gunung Ngidu tak bisa dilewati. Di empat titik sungai, rombongan tertahan. Waktu terus berjalan, kondisi pasien kian kritis.

Hingga akhirnya sekitar pukul 17.00 WIT di sungai keempat, guru SD itu mengembuskan napas terakhir. Padahal perjalanan sudah berlangsung tujuh jam, tapi Tobelo masih jauh dari jangkauan.

Warga menyebut tragedi ini bukan pertama kali. Setidaknya tiga warga lain sebelumnya juga meninggal dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan di Kota Tobelo karena akses jalur Trans Loloda–Galela yang rusak parah.

Meski di tengah duka mendalam, keluarga tetap menyampaikan terima kasih kepada tim medis Puskesmas Doruma atas pendampingan mereka hingga pada detik terakhir perjuangan MP.

Tokoh Loloda Bersuara 

Kondisi tragis ini memantik keprihatinan luas. Tokoh masyarakat Loloda yang juga akademisi dan advokat, Dr. Hendra Karianga, kembali menyuarakan kegelisahan yang sudah sekian lama. Menurutnya sejak Indonesia merdeka hingga sekarang, wilayah Loloda masih hidup dalam keterisolasian total.

Baca Juga :  PKA Angkatan VIII Resmi Dilepas, Sekda Malut Dorong Birokrasi Lebih Progresif

“Sejak kemerdekaan, daerah ini belum pernah merasakan pembangunan jalan yang layak. Dan peristiwa meninggalnya guru SD Ngajam adalah bukti nyata betapa fatalnya dampak ketertinggalan infrastruktur,” tegas Hendra, Kamis (11/12/2025).

Melalui sebuah surat terbuka, Hendra meminta perhatian khusus Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda untuk segera membangun jalan dan jembatan di empat kecamatan. Yakni Loloda Utara, Loloda Kepulauan, Loloda Tengah, dan Loloda Selatan.

Ia menilai pemerintah daerah selama ini hanya memandang sebelah mata kebutuhan dasar masyarakat Loloda, meski setiap tahun disusun RKPD dan setiap lima tahun RPJMD.

“Saya mewakili aspirasi masyarakat Loloda memohon kepada Presiden agar jeritan hati masyarakat empat kecamatan ini benar-benar mendapat perhatian,” ujarnya.

Hendra juga menyesalkan bahwa Loloda selama ini kerap dieksploitasi untuk kepentingan ekonomi dan politik, namun tidak pernah mendapat prioritas pembangunan infrastruktur dasar.

Ia berharap dengan adanya korban jiwa yang kembali berjatuhan, pemerintah segera mengambil langkah konkret agar tragedi serupa tidak lagi terulang. (*)

Penulis : Pewarta

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Wakil Gubernur Maluku Utara Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-81
DPRD Malut Ingatkan Pinjaman Pemprov Jangan Keluar dari Aturan
Wagub Malut Kenang Jasa Al Yasin Ali, Ajak Masyarakat dan ASN Panjatkan Doa
Gubernur Maluku Utara Salurkan Rp 1 Miliar untuk Korban Bencana NTT
HUT RI ke-81 Merah Putih 45 Meter Berkibar di Perbatasan Pasifik Halmahera Tengah
Gubernur Apresiasi Warga Serahkan 16 Senpi ke Polda Maluku Utara
Gubernur Maluku Utara Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Sofifi
81 Tahun Merdeka, Gubernur Sherly Tegaskan Maluku Utara Harus Tetap Kokoh Dalam Bingkai NKRI

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:37 WIT

Wakil Gubernur Maluku Utara Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-81

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:19 WIT

DPRD Malut Ingatkan Pinjaman Pemprov Jangan Keluar dari Aturan

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:22 WIT

Wagub Malut Kenang Jasa Al Yasin Ali, Ajak Masyarakat dan ASN Panjatkan Doa

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:16 WIT

Gubernur Maluku Utara Salurkan Rp 1 Miliar untuk Korban Bencana NTT

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:39 WIT

Gubernur Apresiasi Warga Serahkan 16 Senpi ke Polda Maluku Utara

Berita Terbaru

GABDIKA Malut saat menggelar Gashuku dan Ujian Kenaikan Sabuk Perdana yang berlangsung di Pantai Tobololo Kota Ternate

Olahraga

Ujian Perdana, GABDIKA Malut Perkuat Pembinaan Karateka Muda

Senin, 17 Agu 2026 - 19:17 WIT