Kasedata.id – Pergantian Tahun Baru 2026 menjadi momen penting bagi masyarakat. Tak sekedar perayaan, tetapi juga berdampak pada dinamika harga kebutuhan pangan lokal. Di Kota Ternate, Maluku Utara, harga jagung diperkirakan berpotensi mengalami kenaikan jelang malam pergantian tahun dari 2025 ke 2026.
Jagung merupakan salah satu komoditas paling banyak dicari saat akhir tahun, terutama kebutuhan acara bakar-bakar bersama keluarga dan kerabat terdekat. Tingginya permintaan ini menjadi faktor utama yang mendorong potensi kenaikan harga. Sejumlah pedagang di Ternate, bahkan memperkirakan lonjakan harga jagung mulai terjadi pada 28–29 Desember 2025.
Eda (53), salah satu pedagang eceran jagung kepada kasedata.id, mengungkapkan saat ini harga jagung per karung yang ia jual masih berada di kisaran 600 ribu. Sementara untuk penjualan eceran, jagung dijual dengan harga 20 ribu per enam buah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Harga jagung biasanya ikut naik di akhir tahun karena harga dari pengepul juga naik. Kami ambil dari pengepul sekitar 500 ribu per karung, lalu dijual kembali 600 sampai 650 ribu,” ujar Eda saat ditemui, Kamis (25/12/2025).
Ia menambahkan, kenaikan harga masih sangat bergantung pada harga yang ditetapkan oleh pengepul. “Kalau harga dari pengepul naik, otomatis kami juga menyesuaikan,” katanya.
Senada dengan Masita, salah satu pengepul jagung asal Tobelo Halmahera Utara, mengatakan harga jagung per karung dengan isi sekitar 200 buah saat ini masih berada di kisaran 500 ribu hingga 550 ribu, dan masih tergolong normal.
“Harga jagung per karung yang kami jual ke pengecer masih standar. Biasanya kenaikan baru terasa ketika sudah masuk tanggal 28 sampai 30 Desember,” jelasnya.
Menurut Masita, kenaikan harga jagung menjelang akhir tahun bisa mencapai 650 ribu hingga 700 ribu per karung. Meski demikian, para pengecer tetap membeli karena keterbatasan stok di pasaran.
Ia menyebut, salah satu faktor utama kenaikan harga adalah kendala transportasi. Menjelang akhir tahun, angkutan reguler mulai berkurang sehingga pengepul terpaksa menggunakan jasa dump truck dengan biaya yang jauh lebih mahal.
“Di tanggal-tanggal itu transportasi laut dan darat mulai berkurang. Kami terpaksa pakai dump truck dari Tobelo ke Ternate dengan biaya sekitar 7 juta sekali angkut. Itu yang sangat mempengaruhi harga jagung,” pungkasnya. (*)
Penulis : Sukarsi Muhdar
Editor : Sandin Ar








![Salah satu tambang beroperasi di Kabupaten Halmahera Timur yang merupakan anak perusahaan Harum Energy [dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/02/IMG_20260210_161233-225x129.jpg)