Kasedata.id – Banjir melanda Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara, sejak Selasa sore hingga Rabu sore (7/1/2026) terpantau mulai surut.
Banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi itu merendam sejumlah desa, diantaranya Desa Tongute Ternate dan Desa Gamlamo. Ratusan rumah warga, bahkan terendam dengan ketinggian air mencapai sekitar tiga meter atau setinggi atap rumah.
Akibat bencana ini, infrastruktur jalan dan jembatan mengalami kerusakan, ratusan rumah terdampak, tujuh rumah dilaporkan rusak berat, serta jaringan listrik lumpuh. Selain itu, lebih dari seribu warga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka dan mengungsi secara mandiri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jurnalis tandaseru.com, Mardi Hamid, melaporkan bahwa sebagian besar warga memilih mengungsi ke rumah keluarga yang berada di wilayah aman.
“Ribuan warga memilih meninggalkan kampung. Mereka mengungsi secara mandiri ke rumah keluarga yang tidak terdampak banjir,” ujar Mardi saat melaporkan kondisi di lokasi bencana.
Selain merusak permukiman, banjir juga melumpuhkan fasilitas umum. Jaringan listrik di wilayah terdampak dilaporkan padam total setelah sejumlah tiang listrik roboh diterjang arus banjir. Hingga kini, petugas PLN masih melakukan upaya perbaikan.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara diminta segera mengambil langkah cepat untuk penanganan dampak banjir.
Untuk meminimalisir risiko bencana dan membantu warga terdampak, Tim Rescue Kantor SAR Ternate telah mengerahkan personel dengan membagi kekuatan menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 diberangkatkan menggunakan Kapal KN SAR 237 Pandu Dewanata dari Pelabuhan A. Yani menuju Pelabuhan Jailolo dengan membawa peralatan pendukung operasi SAR. (*)
Penulis : Pewarta
Editor : Sandin Ar








![Salah satu tambang beroperasi di Kabupaten Halmahera Timur yang merupakan anak perusahaan Harum Energy [dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/02/IMG_20260210_161233-225x129.jpg)