DPPKB Ternate Komitmen Tekan Kasus Stunting Lewat Kearifan Lokal

Kamis, 22 Januari 2026 - 15:16 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BKKBN Kota Ternate, Rajman Makka [Foto : sukarsi/kasedata]

Kepala BKKBN Kota Ternate, Rajman Makka [Foto : sukarsi/kasedata]

Kasedata.id – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ternate berkomitmen untuk menekan kasus stunting. Ini setelah digelar kegiatan sosialisasi bertajuk Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Bangga Kencana berbasis kearifan lokal untuk percepatan penurunan stunting tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Royal Resto Ternate, Kamis (22/1/2026).

Agenda tersebut dihadiri para camat, kepala puskesmas se-Kota Ternate, serta sejumlah pendamping Tim Percepatan Pengendalian Stunting.

Kepala BKKBN Kota Ternate, Rajman Makka, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk menyamakan persepsi sekaligus meningkatkan kapasitas aparat wilayah dan pendamping stunting agar tidak keliru dalam penggunaan istilah, bahasa, maupun pemahaman kriteria dampak stunting saat melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Sosialisasi KIE Bangga Kencana ini dilakukan agar selanjutnya bisa disampaikan ke masyarakat berbasis kearifan lokal, sehingga lebih mudah dipahami,” ujar Rajman.

Menurutnya, pelatihan berbasis kearifan lokal penting dilakukan karena sebagian masyarakat belum sepenuhnya memahami bahasa formal atau nasional dalam isu kesehatan dan kependudukan.

“Tidak semua bahasa nasional bisa dipahami dengan baik oleh masyarakat. Karena itu, bahan komunikasi, edukasi, dan informasi tentang KB maupun stunting perlu disesuaikan dengan bahasa dan budaya lokal,” jelasnya.

Ia menambahkan, metode sosialisasi yang digunakan antara lain berupa poster dan pamflet dengan gaya bahasa daerah agar pesan yang disampaikan lebih efektif dan membumi.

Baca Juga :  Rayakan Nataru, Warga Batang Dua Nikmati Mudik Gratis dari Pemkot Ternate

Rajman menyebut Kota Ternate pada 2025 menjadi salah satu daerah dengan capaian penurunan stunting yang baik, sehingga perlu dipertahankan melalui berbagai inovasi dan konsep sosialisasi.

“Kota Ternate mendapat penghargaan sebagai daerah dengan angka stunting rendah. Selain itu, kita juga mengembangkan Kampung Keluarga Berkualitas atau Kampung KB melalui kolaborasi tokoh masyarakat, lurah, dan tokoh pemuda,” katanya.

Ia berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat agar seluruh upaya penanganan stunting berjalan optimal, termasuk dalam pendampingan ibu hamil hingga proses persalinan di fasilitas kesehatan.

“Kita ingin seluruh ibu hamil melahirkan di fasilitas kesehatan untuk mencegah risiko seperti pendarahan dan komplikasi lainnya,” pungkas Rajman. (*)

Penulis : Sukarsi Muhdar

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Ternate Jadi Tuan Rumah TPT PERHAPI, 500 Peserta Bakal Hadir
Tegang ! Progres Jalan Payahe–Dehepodo Dipertanyakan, Warga Datangi PT Intimkara
Gubernur Sherly Dorong Linmas Jadi Garda Keamanan Desa
Dugaan Pencemaran Nama Baik, DPRD Sula Periksa Kepala Inspektorat
Dari Sampah Jadi Rupiah, Bank Sampah Kayu Merah Ternate Mulai Bergerak
Malut Jadi Titik Serap Aspirasi, RUU Daerah Kepulauan Didorong Segera Sah
Akademisi Dukung Langkah BKD Malut Evaluasi PPPK, Ini Alasannya
Warga Bongkar Dugaan Penimbunan BBM di Ngade, Aparat Diminta Bertindak

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:16 WIT

Ternate Jadi Tuan Rumah TPT PERHAPI, 500 Peserta Bakal Hadir

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:28 WIT

Tegang ! Progres Jalan Payahe–Dehepodo Dipertanyakan, Warga Datangi PT Intimkara

Rabu, 30 September 2026 - 19:49 WIT

Gubernur Sherly Dorong Linmas Jadi Garda Keamanan Desa

Rabu, 30 September 2026 - 16:46 WIT

Dugaan Pencemaran Nama Baik, DPRD Sula Periksa Kepala Inspektorat

Rabu, 30 September 2026 - 16:09 WIT

Dari Sampah Jadi Rupiah, Bank Sampah Kayu Merah Ternate Mulai Bergerak

Berita Terbaru

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos. || Foto : Kasedata.id

Daerah

Gubernur Sherly Dorong Linmas Jadi Garda Keamanan Desa

Rabu, 30 Sep 2026 - 19:49 WIT