Harga Biosolar Tembus Rp 17 Ribu per Liter, Wagub Sarbin Sidak SPBU Sofifi

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:49 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, bersama Satgas BBM melakukan sidak di SPBU Sofifi. Sarbin didampingi langsung Sekprov Samsuddin A. Kadir dan Kepala Disperindag Ronny Saleh. || Foto : Kasedata.id

Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, bersama Satgas BBM melakukan sidak di SPBU Sofifi. Sarbin didampingi langsung Sekprov Samsuddin A. Kadir dan Kepala Disperindag Ronny Saleh. || Foto : Kasedata.id

Kasedata.id – Pemerintah Provinsi Maluku Utara mulai memperketat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menyusul dugaan penyalahgunaan Biosolar yang membuat harga di tingkat sopir lintas melonjak hingga Rp 17.000 per liter, jauh di atas harga normal Rp 6.800 per liter.

Untuk memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan, Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, bersama Satuan Tugas (Satgas) BBM melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sofifi, Senin (19/10/2026).

Sidak tersebut tidak hanya untuk memeriksa ketersediaan Pertalite dan Biosolar, tetapi juga memastikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para sopir angkutan barang dan penumpang, berjalan lancar tanpa hambatan.

Dalam peninjauan itu, Sarbin menegaskan pentingnya pengawasan langsung untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi dan pelayanan SPBU tetap berjalan sesuai aturan.

“Pemerintah daerah ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik. Kami berharap pihak SPBU senantiasa memberikan pelayanan sesuai ketentuan,” tegas Sarbin, yang turut didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara.

Baca Juga :  GP Nuku Soroti Aksi ASN Tidore Tuntut DBH, Ingatkan Jaga Martabat dan Hindari Politisasi

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku Utara, M. Ronny Saleh, memastikan pasokan Pertalite dan Biosolar di SPBU yang diperiksa masih berjalan baik. Suplai kedua jenis BBM tersebut juga dilaporkan berlangsung lancar.

Meski demikian, pemerintah terus berupaya menjaga ketersediaan BBM bersubsidi agar tidak terjadi kekosongan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Ronny mengungkapkan, Pemprov Maluku Utara sebelumnya telah menyurati Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk meminta tambahan kuota Biosolar. Dari pengajuan tersebut, pemerintah memperoleh kuota sebesar 180 kiloliter, dengan 80 kiloliter di antaranya telah dialokasikan.

“Pemprov telah menyurat ke BPH Migas dan mendapatkan kuota 180 kiloliter, saat ini baru teralokasi 80 kiloliter,” terang Ronny.

Ia juga menyampaikan bahwa tambahan pasokan akan kembali masuk pada Senin hari ini, yakni Pertalite sebanyak 8 kiloliter dan Pertamax sebanyak 16 kiloliter.

Baca Juga :  Berhasil Perbaiki 31 Ruas Jalan, Wali Kota Ajukan Usulan Baru ke BPJN Malut

Di lapangan, sejumlah sopir truk mengapresiasi langkah Pemprov Maluku Utara yang turun langsung memantau kondisi pasokan BBM. Namun, mereka berharap pemerintah juga memperjuangkan penambahan kuota BBM bersubsidi agar kebutuhan transportasi dan distribusi barang dapat terpenuhi.

“Kalau perlu, kuota BBM subsidi justru ditambah. Biar kita ini masyarakat sama-sama enak,” ujar salah seorang sopir.

Sidak ini menjadi perhatian serius pemerintah menyusul dugaan permainan dan penyalahgunaan Biosolar yang berdampak pada melonjaknya harga BBM di tingkat sopir lintas di daratan Halmahera. Kondisi tersebut dikeluhkan para pengemudi yang setiap hari mengandalkan BBM untuk melayani angkutan penumpang maupun barang.

Pemprov Maluku Utara menegaskan pentingnya menjaga keandalan pasokan dan ketepatan penyaluran BBM bersubsidi. Selain menyangkut kebutuhan masyarakat, distribusi BBM juga menjadi penopang utama rantai pasok logistik, aktivitas ekonomi, dan konektivitas antarwilayah di Halmahera. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Pesan Bernada Ancaman, Jurnalis di Taliabu Tempuh Jalur Hukum
Transformasi Birokrasi Era Sherly, Karier ASN Malut Ditata Berbasis Kompetensi
Kejar Target Proyek 2026, Progres Kontraktor Bakal Dievaluasi
“Dulu Mereka Menuntun Kita”, Gubernur Malut Ajak Warga Manfaatkan Layanan Katarak Gratis
Fatayat NU Malut Kawal Bantuan Zmart hingga Jadi Usaha Produktif
Kadikbud Malut dan Jajaran Jangkau 11 Sekolah di Taliabu, Sulitnya Akses Pendidikan Terungkap
Pemprov Malut Pastikan Stok BBM Aman, Dua Kapal Segera Tambah Pasokan
Gerindra Malut Siap Kawal Asta Cita Prabowo hingga ke Tingkat Desa

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:31 WIT

Pesan Bernada Ancaman, Jurnalis di Taliabu Tempuh Jalur Hukum

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:00 WIT

Transformasi Birokrasi Era Sherly, Karier ASN Malut Ditata Berbasis Kompetensi

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:49 WIT

Harga Biosolar Tembus Rp 17 Ribu per Liter, Wagub Sarbin Sidak SPBU Sofifi

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:35 WIT

Kejar Target Proyek 2026, Progres Kontraktor Bakal Dievaluasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:22 WIT

“Dulu Mereka Menuntun Kita”, Gubernur Malut Ajak Warga Manfaatkan Layanan Katarak Gratis

Berita Terbaru