Jejak NU ke Mimbar Hari Santri, Aka Merajut Pesan untuk Generasi Masa Depan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:41 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Santri Nasional tahun 2026 di Ponpes Darul Falah Ternate. || Foto : Kasedata.id

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Santri Nasional tahun 2026 di Ponpes Darul Falah Ternate. || Foto : Kasedata.id

Kasedata.id – Pesantren bukan sekadar tempat menimba ilmu agama. Di dalamnya, karakter ditempa, nilai kebangsaan dirawat, dan generasi masa depan dipersiapkan. Semangat itulah yang mewarnai peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Pondok Pesantren Yayasan Walisongo Darul Falah, Kota Ternate, Kamis (22/10/2026).

Di tengah lingkungan pesantren, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, didapuk menjadi inspektur upacara peringatan Hari Santri Nasional tersebut. Kehadiran pejabat yang akrab disapa Aka itu membawa perhatian pada pentingnya peran pendidikan dalam membentuk generasi yang tidak hanya kuat secara keagamaan, tetapi juga memiliki pengetahuan, karakter, dan kepedulian terhadap bangsa.

Peringatan yang mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” itu menjadi momentum untuk melihat kembali posisi pesantren dalam perjalanan pendidikan di Indonesia. Santri tidak hanya menjadi bagian dari tradisi keilmuan Islam, tetapi juga memiliki ruang untuk berkontribusi dalam berbagai bidang pembangunan, seiring dengan perubahan zaman dan tantangan generasi muda.

Bagi Aka, lingkungan pesantren bukanlah ruang yang jauh dari perjalanan pengabdiannya. Ia merupakan salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Maluku Utara yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama pada masa H. Sarbin Sehe memimpin organisasi tersebut sebagai Ketua Tanfidziyah, sebelum kemudian dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Gubernur Maluku Utara.

Pengalaman itu menjadi bagian dari perjalanan Abubakar sebelum dipercaya Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, untuk memimpin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara. Kini, dalam kapasitasnya sebagai Kadikbud, Aka berada di lingkungan pemerintahan yang memiliki tanggung jawab besar dalam memperkuat kualitas pendidikan dan pengembangan kebudayaan daerah.

Baca Juga :  Sarasehan Kebangsaan, Bupati Sula Sorot Geopolitik Global ke Daerah

Pertemuannya dengan kalangan pesantren dalam momentum Hari Santri menghadirkan persinggungan antara dua ruang pengabdian, pendidikan formal yang menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah dan pendidikan pesantren yang tumbuh melalui tradisi keilmuan, pembinaan akhlak, serta kemandirian santri.

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat, tantangan pendidikan tidak lagi sebatas memastikan generasi muda memperoleh pengetahuan. Mereka juga perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kecakapan teknologi, dan karakter yang kuat agar mampu menghadapi berbagai persoalan di masa depan.

Pesantren memiliki peran penting dalam proses tersebut. Selain memperdalam ilmu agama, kehidupan di pesantren memberi ruang bagi santri untuk belajar tentang kedisiplinan, kebersamaan, tanggung jawab, dan kemandirian. Nilai-nilai itu menjadi bekal yang relevan ketika mereka memasuki kehidupan bermasyarakat.

Tema Hari Santri Nasional tahun ini, sejalan dengan harapan agar santri mampu mengambil bagian dalam pembangunan bangsa. Kementerian Agama RI menetapkan tema tersebut melalui Surat Edaran Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2026 tentang Panduan Pelaksanaan Peringatan Hari Santri 2026.

Santri masa kini diharapkan mampu menjaga tradisi keilmuan sekaligus terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan begitu, identitas keagamaan dan kecakapan intelektual tidak ditempatkan sebagai dua hal yang saling bertentangan, melainkan sebagai bekal yang dapat berjalan beriringan.

Di Maluku Utara, penguatan pendidikan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk lembaga pendidikan berbasis pesantren. Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan pesantren menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuhnya generasi berpengetahuan sekaligus berkarakter.

Baca Juga :  Ketua Komisi II DPR RI Tanggapi DOB, Kota Sofifi Jadi Atensi

Pondok Pesantren Yayasan Walisongo Darul Falah di Kelurahan Dufa-Dufa, Kota Ternate, menjadi salah satu lembaga yang tumbuh dari inisiatif masyarakat. Pesantren tersebut berawal dari komunitas Selawat Walisongo yang berkomitmen membangun lembaga pendidikan berbasis pesantren sejak 2019.

Dalam perkembangannya, Darul Falah memadukan pembelajaran keagamaan dengan pendidikan formal. Perpaduan ini memberi ruang bagi santri untuk mendalami ajaran Islam sekaligus memperoleh bekal pendidikan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan kehidupan.

Secara historis, Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Tanggal tersebut merujuk pada Resolusi Jihad yang diserukan para ulama pada 22 Oktober 1945, sebagai bagian dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Jika dahulu semangat perjuangan ulama dan santri hadir dalam upaya mempertahankan kemerdekaan, kini pengabdian itu dapat diteruskan melalui pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan, penguatan karakter, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Peringatan Hari Santri di Darul Falah Ternate pun menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju Indonesia Emas bukan hanya tentang kemajuan teknologi dan pembangunan fisik. Lebih dari itu, masa depan bangsa juga ditentukan oleh kualitas manusia yang tumbuh dengan pengetahuan, nilai moral, dan tanggung jawab kebangsaan.

Di tengah momentum tersebut, kehadiran Aka sebagai Kadikbud sekaligus tokoh NU Maluku Utara mempertemukan pengalaman organisasi keagamaan dengan tanggung jawab pemerintahan di bidang pendidikan dan kebudayaan. Sebuah pertemuan yang menegaskan bahwa pesantren dan pendidikan memiliki ruang pengabdian yang saling melengkapi dalam menyiapkan generasi masa depan. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Branding Ternate Kota Rempah Harus Berdampak pada Ekonomi Warga
Sherly Tjoanda Tembus Peringkat Kedua Gubernur Pilihan Anak Muda Nasional
Sertijab Kades Wailoba, Siti Hawa Ajak Warga Bersatu Bangun Desa
Rabu Membaca di SMPN 1 Ternate, Perkuat Budaya Literasi Siswa
Operasi Patuh Kie Raha 2026, Polres Ternate Siap Tindak Pelanggar Lalu Lintas
Pemkot Ternate Tata Ruang Publik, Perkuat Ekonomi Kreatif Anak Muda
Kadis PUPR Malut Temui DPD RI, Bahas Jalan Kepulauan
Protes Jalan Lapen Makean, PPK Luruskan : Ruas 3 Km Pekerjaan Pemkab Halsel

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:14 WIT

Branding Ternate Kota Rempah Harus Berdampak pada Ekonomi Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:27 WIT

Sherly Tjoanda Tembus Peringkat Kedua Gubernur Pilihan Anak Muda Nasional

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:41 WIT

Jejak NU ke Mimbar Hari Santri, Aka Merajut Pesan untuk Generasi Masa Depan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:29 WIT

Sertijab Kades Wailoba, Siti Hawa Ajak Warga Bersatu Bangun Desa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:55 WIT

Rabu Membaca di SMPN 1 Ternate, Perkuat Budaya Literasi Siswa

Berita Terbaru

Peluncuran Gerakan Literasi Rabu Membaca dan Panggung Apresiasi di SMP Negeri 1 Kota Ternate

Pendidikan

Rabu Membaca di SMPN 1 Ternate, Perkuat Budaya Literasi Siswa

Rabu, 21 Okt 2026 - 19:55 WIT