Dikbud Malut Matangkan SPMB 2026, Hapus Stigma Sekolah Favorit dan Tutup Celah “Orang Dalam”

Senin, 18 Mei 2026 - 16:53 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara matangkan draf Petunjuk Teknis (Juknis) Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 melalui Forum Group Discussion (FGD) yang digelar di Aula SMA Negeri 10 Ternate. || dok : Ilham/Kasedata

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara matangkan draf Petunjuk Teknis (Juknis) Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 melalui Forum Group Discussion (FGD) yang digelar di Aula SMA Negeri 10 Ternate. || dok : Ilham/Kasedata

Kasedata.id Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara terus mematangkan draf Petunjuk Teknis (Juknis) Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 melalui Forum Group Discussion (FGD), Senin (18/5/2026).

Forum ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari Dinas Pendidikan, Kominfo, Dinas Sosial, Ombudsman Maluku Utara, kepala cabang dinas, kepala sekolah SMA/SMK negeri dan swasta, perwakilan SMP hingga media massa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, menegaskan bahwa SPMB 2026 bukan sekadar agenda tahunan penerimaan siswa baru, tetapi bagian dari upaya besar membangun sistem pendidikan yang lebih adil, transparan, dan merata di seluruh Maluku Utara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, masyarakat sudah saatnya meninggalkan pola pikir lama yang masih menganggap ada sekolah “favorit” dan “bukan favorit”. Ia menilai penumpukan calon siswa di sekolah tertentu selama ini lebih banyak dipengaruhi persepsi, bukan karena perbedaan kualitas pendidikan yang signifikan.

“Semua sekolah memiliki peluang dan kualitas yang sama. Tidak boleh lagi ada stigma sekolah unggulan dan sekolah buangan. Pemerataan kualitas pendidikan di Maluku Utara sudah semakin nyata,” tegas Abubakar saat membuka FGD, uji publik dan sosialisasi juknis SPMB di aula SMA Negeri 10 Kota Ternate.

Ia menjelaskan, data Rapor Pendidikan Kota Ternate dari Kemendikbud menunjukkan hampir seluruh SMA di Kota Ternate berada pada kategori baik, terutama dalam indikator literasi dan numerasi yang telah berada di zona hijau. Kondisi itu menandakan standar layanan pendidikan semakin merata.

Abubakar mencontohkan sejumlah capaian sekolah di Maluku Utara sebagai bukti bahwa kualitas pendidikan tidak lagi terpusat pada sekolah tertentu. SMA Negeri 2 Ternate, misalnya, berhasil menggelar kompetisi robotik pertama di Maluku Utara dan mengantarkan siswanya menorehkan prestasi tingkat nasional. Sementara SMA Negeri 3 Ternate terus menunjukkan transformasi positif dalam tata kelola pendidikan yang lebih transparan dan progresif. Di sisi lain, SMK Negeri 1 Ternate dinilai berhasil membuktikan relevansi pendidikan vokasi melalui tingginya daya serap lulusan di dunia kerja.

Baca Juga :  Kadis Pendidikan Malut Sambangi SMA 2 Halut, Ajak Guru Tingkatkan Inovasi dan Kerja Sama

Karena itu, lanjutnya, SPMB 2026 dirancang untuk memastikan seluruh siswa memperoleh kesempatan yang adil tanpa dibatasi stigma sekolah tertentu.

Sistem penerimaan tetap dilaksanakan secara online dengan jalur yang tidak berubah, yakni jalur domisili (zonasi), afirmasi, prestasi, dan mutasi. Namun, terdapat sejumlah pembaruan penting, salah satunya penguncian kuota Rombongan Belajar (Rombel) berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Setiap perubahan kuota nantinya wajib melalui koordinasi resmi dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi.
“Langkah ini penting agar tidak ada lagi penambahan rombel secara sepihak. Semua kapasitas sekolah bisa dipantau secara terbuka dan akuntabel,” ujarnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Dikbud Maluku Utara, Sofyan mengatakan penyusunan Juknis SPMB tahun ini juga mengakomodasi berbagai catatan kritis dan masukan dari banyak pihak, termasuk Ombudsman Maluku Utara.

Salah satu poin penting yang akan diterapkan ialah penyediaan masa sanggah dalam tahapan pendaftaran. Menurut Sofyan, mekanisme tersebut disiapkan agar setiap data yang diinput pendaftar dapat diverifikasi kembali secara objektif dan terbuka.

“Masa sanggah ini menjadi ruang kontrol bersama agar data peserta benar-benar valid dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sistem pendaftaran tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya seluruh jalur dibuka secara bersamaan, maka pada SPMB 2026 proses pendaftaran dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama dibuka untuk jalur afirmasi dan prestasi, sedangkan tahap kedua diperuntukkan bagi jalur domisili dan mutasi orang tua.

Baca Juga :  Warga Bukulasa Tagih Janji Politik Wali Kota Tidore

“Sesuai jadwal yang telah disusun, pendaftaran resmi akan dibuka mulai 4 Juni 2026,” katanya.

Sofyan menegaskan, seluruh data hasil seleksi nantinya akan langsung terintegrasi dengan Dapodik. Karena itu, akurasi data sejak awal menjadi prinsip yang tidak bisa ditawar.
Untuk menjaga integritas proses seleksi, Dikbud juga menutup ruang intervensi manual dari pihak sekolah. Seluruh proses verifikasi dilakukan penuh melalui sistem online tanpa keterlibatan fisik.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi istilah ‘orang dalam’ atau praktik titip-menitip siswa. Ini adalah instruksi tegas dari Ibu Gubernur agar SPMB berjalan bersih dan adil untuk semua,” tegas Sofyan.

Meski berbasis full online, Dikbud Maluku Utara tetap menyiapkan skema khusus bagi wilayah 3T dan daerah yang masih mengalami kendala jaringan internet atau blank spot. Untuk mengantisipasi hambatan teknis, panitia akan membuka posko konsultasi di tiga wilayah sektor guna membantu masyarakat saat proses pendaftaran berlangsung.

Selain itu, sebelum pendaftaran resmi dibuka, Dikbud bersama PT Telkom juga akan melakukan uji coba aplikasi (trial system) guna memastikan sistem mampu menampung lonjakan trafik pendaftar tanpa gangguan.

Melalui berbagai pembenahan tersebut, Dikbud Maluku Utara berharap SPMB 2026 benar-benar menjadi pintu masuk pendidikan yang bersih, transparan, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh anak daerah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, SMK, maupun SLB. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

SMAN 2 Ternate Pamer Kecanggihan Robotik, Kadikbud Malut Apresiasi Terobosan Visioner
Stabilkan Pangan Jelang Idul Adha, Gubernur Malut Kirim 100 Sapi ke Seluruh Daerah
SMKN 1 Ternate Buktikan Kualitas, Lulusan Langsung Diserap Industri
Putra-Putri Pulau Obi yang Menjadi Tuan Rumah di Industri Nikel
Dari Kampung Leluhur Benny Laos, Warga Moti Kini Menanti Kehadiran Pemerintah
Reses Muhajirin di Moti, Infrastruktur dan Pendidikan Jadi Sorotan
DPW Perbamida Gelar Muswil di Ternate, Sutarmini Terpilih Ketua DPP
Dari Drainase hingga Area Reklamasi, Reses Gus Jir Buka Deretan Persoalan Warga

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 16:53 WIT

Dikbud Malut Matangkan SPMB 2026, Hapus Stigma Sekolah Favorit dan Tutup Celah “Orang Dalam”

Senin, 18 Mei 2026 - 11:55 WIT

SMAN 2 Ternate Pamer Kecanggihan Robotik, Kadikbud Malut Apresiasi Terobosan Visioner

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:55 WIT

Stabilkan Pangan Jelang Idul Adha, Gubernur Malut Kirim 100 Sapi ke Seluruh Daerah

Sabtu, 16 Mei 2026 - 09:35 WIT

Putra-Putri Pulau Obi yang Menjadi Tuan Rumah di Industri Nikel

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:22 WIT

Dari Kampung Leluhur Benny Laos, Warga Moti Kini Menanti Kehadiran Pemerintah

Berita Terbaru

Rumah warga Fitu saat terbakar [Foto : Iin Afriyanti/Kasedata]

Hukum & Peristiwa

Rumah Warga Fitu di Ternate Hangus Terbakar

Senin, 18 Mei 2026 - 14:17 WIT