Reses Muhajirin di Moti, Infrastruktur dan Pendidikan Jadi Sorotan

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:11 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Reses Anggota DPRD Maluku Utara, Muhajirin Bailussy di Pulau Moti. || dok : Ilham/Kasedata

Reses Anggota DPRD Maluku Utara, Muhajirin Bailussy di Pulau Moti. || dok : Ilham/Kasedata

Kasedata.id Reses masa persidangan kedua tahun sidang 2025-2026 yang digelar Anggota DPRD Maluku Utara Fraksi PKB, Muhajirin Bailussy di Kecamatan Pulau Moti, Kota Ternate, berubah menjadi ruang curhat masyarakat terkait minimnya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur dan pendidikan di wilayah kepulauan tersebut, Jum’at (15/5/2026).

Kehadiran Ketua Komisi IV DPRD Malut itu disambut Camat dan para lurah se Kecamatan Moti bersama masyarakat yang berharap berbagai persoalan daerah mereka benar-benar diperjuangkan.

Dalam forum itu, masyarakat menyampaikan beragam aspirasi mulai dari jalan lingkar Pulau Moti, jembatan laut yang rusak, hingga persoalan pendidikan yang diharpkan mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Camat Pulau Moti, Ahmad Yasin, menegaskan jalan lingkar Pulau Moti sudah menjadi kebutuhan mendesak masyarakat dan wajib mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

“Jalan lingkar Pulau Moti itu urat nadi masyarakat. Jangan terus dibiarkan, pemerintah harus serius melihat ini,” tegas Ahmad.

Sorotan keras juga datang dari Lurah Tafaga terkait rusaknya jembatan laut Tanjung Pura di Kelurahan Takofi. Menurutnya, kondisi jembatan semakin memprihatinkan dan sangat mempengaruhi aktivitas masyarakat sehari-hari.

Baca Juga :  Rakorda, Kuker Gubernur ke Pemkot Ternate Minim

“Jembatan itu akses vital masyarakat. Kalau terus rusak dan dibiarkan, aktivitas ekonomi dan mobilitas warga ikut lumpuh,” katanya.

Di bidang pendidikan, kritik tajam disampaikan Umar Ibrahim terkait kondisi sekolah yang dinilai luput dari perhatian pemerintah. Ia menyoroti bangunan SMA Negeri 7 Ternate yang hangus terbakar dan berharap secepatnya mendapat penanganan serius.

“Yang terbakar itu ruang kantor, ruang guru, ruang bendahara dan beberapa fasilitas penting lainnya. Ini harus segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Tak hanya itu, Umar juga mengungkap krisis tenaga pengajar di SMA Negeri 9 Ternate yang kekurangan sedikitnya tujuh guru, termasuk guru Agama Islam dan guru bimbingan penyuluhan.

“Laboratorium dibangun tapi mobiler tidak ada. Bangunan sekolah juga terancam abrasi karena belum ada talud penahan ombak. Kalau dibiarkan, sekolah bisa rusak lagi,” tandasnya.

Kekecewaan terhadap pemerataan pembangunan juga disampaikan warga setempat, Insar Nasir. Ia menilai Pulau Moti seolah hanya diingat pada momen tertentu, sementara kebutuhan masyarakat terus terabaikan.

“Pulau Moti juga bagian dari Maluku Utara. Kami berhak mendapat perhatian yang sama. Jangan tunggu masyarakat berteriak baru pemerintah datang,” katanya.

Baca Juga :  Gubernur Maluku Sapa Warganya di Maluku Utara, Ini yang Bahas 

Menanggapi berbagai keluhan itu, Muhajirin Bailussy menegaskan persoalan infrastruktur jalan dan jembatan di Pulau Moti akan segera dikoordinasikan dengan pemerintah daerah melalui dinas terkait agar ada pola intervensi yang jelas dan tepat sasaran.

Menurutnya, aspirasi masyarakat terkait jalan lingkar hingga jembatan laut Tanjung Pura tidak boleh hanya berhenti di forum reses, tetapi harus dikawal sampai ada realisasi nyata di lapangan.

“Persoalan jalan dan jembatan ini akan kami koordinasikan dengan pemerintah dan dinas terkait supaya dicari pola intervensinya seperti apa. Yang jelas, masyarakat Pulau Moti butuh kepastian, bukan janji berulang,” tegas Muhajirin.

Terkait usulan pembangunan melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD), Muhajirin memastikan seluruh aspirasi warga akan ditampung dan diperjuangkan ke pemerintah provinsi maupun pusat agar segera mendapat perhatian serius.

“Soal IJD ini kami tampung seluruh aspirasinya, lalu kami dorong dan sampaikan ke pemerintah supaya ada titik terang. Jangan sampai masyarakat terus menunggu tanpa kepastian,” pungkasnya. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Kodam Kie Raha Masuk Tahap Finalisasi, Gubernur Sherly Tinjau Lahan Eks Darko
Perhapi Malut Perkuat Koordinasi Jelang TPT XXXV
Paskibraka Maluku Utara 2026 Resmi Dikukuhkan, 32 Putra-Putri Siap Kibarkan Merah Putih
APBD-P Maluku Utara Tahun 2026 Tembus Rp 3,211 Triliun
Semarak Kemerdekaan, PSI Ternate Gelar Turnamen Domino
Nilai 0,00 Buka Bobroknya Pengendalian Tata Ruang Dinas PUPR Malut
Sebanyak 28 Pemegang Izin Tambang Maluku Utara Belum Kantongi RKAB
BPK Temukan Anggaran Rp 256 Juta Bermasalah di Disdik Halsel, Ini Rinciannya

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:07 WIT

Kodam Kie Raha Masuk Tahap Finalisasi, Gubernur Sherly Tinjau Lahan Eks Darko

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:08 WIT

Perhapi Malut Perkuat Koordinasi Jelang TPT XXXV

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:06 WIT

Paskibraka Maluku Utara 2026 Resmi Dikukuhkan, 32 Putra-Putri Siap Kibarkan Merah Putih

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:23 WIT

Semarak Kemerdekaan, PSI Ternate Gelar Turnamen Domino

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:46 WIT

Nilai 0,00 Buka Bobroknya Pengendalian Tata Ruang Dinas PUPR Malut

Berita Terbaru

Daerah

Perhapi Malut Perkuat Koordinasi Jelang TPT XXXV

Minggu, 16 Agu 2026 - 07:08 WIT