Warga Bongkar Dugaan Penimbunan BBM di Ngade, Aparat Diminta Bertindak

Selasa, 29 September 2026 - 18:56 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi yang diduga menjadi tempat penimbunan BBM di RT/RW 005/003 Kelurahan Ngade, Kecamatan Ternate Selatan. || Foto : Kasedata.id

Lokasi yang diduga menjadi tempat penimbunan BBM di RT/RW 005/003 Kelurahan Ngade, Kecamatan Ternate Selatan. || Foto : Kasedata.id

Kasedata.id – Aktivitas pengangkutan dan bongkar muat BBM di tengah permukiman Kelurahan Ngade, Kecamatan Ternate Selatan, mendadak tak terlihat selama tiga hari terakhir setelah persoalan tersebut mencuat ke publik. Namun, kesaksian warga justru membuka fakta lain, aktivitas itu disebut telah berlangsung sekitar tiga tahun dan beroperasi hingga larut malam.

Hasil penelusuran Kasedata.id di lokasi RT/RW 005/003, Selasa (29/9/2026) mendapati tidak adanya aktivitas kendaraan pengangkut BBM seperti yang sebelumnya dikeluhkan warga. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sebelumnya mobil pengangkut disebut rutin keluar-masuk kawasan permukiman.

Warga sekitar lokasi saat ditemui media ini, dalam keterangannya mengaku aktivitas tersebut bukan persoalan baru. Menurut mereka, aktivitas itu telah berlangsung sekitar tiga tahun. Kendaraan pengangkut BBM disebut dapat keluar-masuk lokasi berkali-kali dalam sehari, terutama ketika aktivitas sedang ramai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau ramai, sampai lima kali,” ujar warga setempat yang meminta dirahasiakan identitasnya.

Warga menyebut aktivitas kendaraan dapat berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 WIT. Dalam kondisi tertentu, kendaraan bahkan disebut masih beraktivitas hingga tengah malam.

“Kalau sunyi paling dua, tiga (kali),” katanya, menjelaskan intensitas kendaraan yang keluar-masuk lokasi.

Kesaksian warga juga menyebut adanya sejumlah jenis BBM yang diduga diangkut dari lokasi tersebut.

Baca Juga :  Sertijab, Upaya Penyegaran Organisasi di Polda Malut 

“Ada solar, minyak tanah lagi,” ujar warga.

Selain solar dan minyak tanah, warga juga menyebut adanya aktivitas yang berkaitan dengan bensin atau pertalite.

Keterangan tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut melalui pemeriksaan aparat dan instansi terkait, terutama menyangkut asal BBM, volume, tujuan distribusi, serta legalitas pengangkutan dan penyimpanannya.

Warga mengaku aktivitas tersebut sangat mengganggu ketenangan lingkungan. Kendaraan disebut dapat berada di lokasi hingga sekitar tengah malam sebelum kemudian kembali keluar.

Situasi tersebut membuat warga mempertanyakan aktivitas BBM yang berlangsung di tengah kawasan permukiman.

Bukan hanya persoalan suara kendaraan pada malam hari, warga juga mengaku khawatir terhadap keselamatan apabila aktivitas BBM berlangsung terlalu dekat dengan rumah penduduk.

“Kalau ada orang bakar, bagaimana ?,” ucap warga lainnya dengan nada sesal.

Kekhawatiran warga semakin besar karena BBM merupakan bahan yang mudah terbakar. Keresahan tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi masyarakat bukan hanya soal keluar-masuk kendaraan, tetapi menyangkut potensi risiko keselamatan lingkungan permukiman.

Warga mempertanyakan siapa yang akan bertanggung jawab apabila terjadi insiden akibat aktivitas BBM tersebut.

Yang lebih serius, warga juga mengungkap adanya dugaan keterlibatan atau perlindungan dari pihak tertentu. Sebab, bagi mereka aktivitas tersebut diduga tidak mungkin berlangsung lama apabila tidak ada pihak tertentu yang melindungi.

Baca Juga :  Gubernur Apresiasi Warga Serahkan 16 Senpi ke Polda Maluku Utara

“Kalau begini pasti orang dalam, orang besar,” sebut salah seorang warga sekitar lokasi tersebut.

Mereka meminta aparat penegak hukum secepatnya bertindak menelusuri aktifitas yang diduga tidak memiliki izin dan jika ditemukan bukti sebaliknya, proses hukum harus berjalan sesuai ketentuan.

Aktivitas kendaraan pengangkut BBM juga dikeluhkan karena menggunakan akses jalan permukiman. Mobilitas kendaraan secara berulang disebut ikut membebani infrastruktur jalan yang digunakan masyarakat setiap hari.

Warga khawatir kondisi jalan semakin rusak apabila kendaraan bermuatan terus melintas dalam jangka panjang. Persoalan ini menjadi penting karena jalan tersebut bukan jalur khusus distribusi BBM, melainkan akses masyarakat yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari.

Kesaksian warga mengenai aktivitas yang disebut berlangsung sekitar tiga tahun membuat persoalan tersebut tidak cukup hanya dilihat dari kondisi lokasi hari ini.

Pertanyaan yang kini perlu dijawab aparat adalah dari mana BBM tersebut diperoleh, ke mana didistribusikan, bagaimana legalitas pengangkutannya, apakah penyimpanannya memenuhi standar keselamatan, serta siapa saja yang mengetahui aktivitas tersebut selama bertahun-tahun.

Warga meminta Kepolisian dan instansi terkait turun langsung melakukan pemeriksaan. Mereka mempertanyakan apakah aktivitas tersebut legal dan memenuhi standar keselamatan, atau justru terdapat pelanggaran yang selama ini luput dari penindakan. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

SRT 1 Tak Kunjung Rampung, Wagub Maluku Utara Tagih Komitmen Kontraktor
Revitalisasi BUMD Diuji, Pemprov Malut Bidik Mesin Baru PAD
Ruang Kuliah Terbatas, INTEG Ternate Minta Perhatian Ketua Komisi IV DPRD Malut
Bantuan Bedah Rumah 200 Unit di Ternate Masuk Anggaran 2027
Jabatan Strategis Masih Plt, DPRD Malut Desak Gubernur Bertindak
PPPK Malut Dievaluasi, BKD Dalami Disiplin dan Kinerja
DPRD Malut Perketat Pokir 2027, Iqbal : Tak Ada Lagi ‘Budgeting’ Tidak Resmi
80 Calon Kepsek Masuk Tahap Uji Kompetensi, Dikbud Malut Tegaskan Merit System

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 18:56 WIT

Warga Bongkar Dugaan Penimbunan BBM di Ngade, Aparat Diminta Bertindak

Selasa, 29 September 2026 - 18:03 WIT

SRT 1 Tak Kunjung Rampung, Wagub Maluku Utara Tagih Komitmen Kontraktor

Selasa, 29 September 2026 - 17:47 WIT

Revitalisasi BUMD Diuji, Pemprov Malut Bidik Mesin Baru PAD

Senin, 28 September 2026 - 17:00 WIT

Ruang Kuliah Terbatas, INTEG Ternate Minta Perhatian Ketua Komisi IV DPRD Malut

Senin, 28 September 2026 - 13:53 WIT

Bantuan Bedah Rumah 200 Unit di Ternate Masuk Anggaran 2027

Berita Terbaru

Sekda Provinsi Maluku Utara, Samuddin A. Kadir memimpin FGD mengenai revitalisasi BUMD di ruang VIP Bandara Sultan Baabullah, Ternate. || Foto : Kasedata.id

Daerah

Revitalisasi BUMD Diuji, Pemprov Malut Bidik Mesin Baru PAD

Selasa, 29 Sep 2026 - 17:47 WIT