Dari Sampah Jadi Rupiah, Bank Sampah Kayu Merah Ternate Mulai Bergerak

Rabu, 30 September 2026 - 16:09 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi bank sampah makugasa/lurah kayu merah fatma waheng [dok : kasedata.id]

Lokasi bank sampah makugasa/lurah kayu merah fatma waheng [dok : kasedata.id]

Kasedata.id – Sampah yang selama ini dianggap sebagai persoalan lingkungan mulai diarahkan menjadi sumber nilai ekonomi bagi warga di Kelurahan Kayu Merah, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate.

Melalui program bank sampah, Pemerintah Kelurahan Kayu Merah mulai mendorong warga untuk memilah dan mengumpulkan sampah yang akan dibeli pihak kelurahan.

Program bank sampah merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Ternate melalui Kelurahan dalam mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Selain itu memberikan manfaat secara ekonomi kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lurah Kayu Merah, Fatma Waheng, mengatakan program bank sampah di Kota Ternate sebenarnya telah berjalan sejak tahun lalu. Namun, di Kelurahan Kayu Merah baru mulai digerakan sebagai upaya menangani persoalan sampah di masing-masing lingkungan RT/RW.

“Tujuan dari program bank sampah ini untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA dan memberi dampak secara ekonomi bagi warga,” kata Fatma kepada kasedata.id, Rabu (30/9/2026).

Baca Juga :  Pandudewanata Pandu Logistik Korban Gempa ke Batang Dua

Menurutnya, keberadaan bank sampah kelurahan yang diberi nama “makugasa” diharapkan dapat mengubah pola penanganan sampah di tingkat RT/ RW. Sampah yang masih memiliki nilai jual tidak lagi langsung dibuang, tetapi bisa dipilah dan dikumpulkan oleh warga melalui RT dan selanjutnya dibawa ke bank sampah kelurahan.

Sampah dikumpulkan itu akan dibeli oleh pihak kelurahan berdasarkan hasil timbangan per kilogram. Untuk tahap awal, jenis sampah dibeli adalah sampah plastik dan kardus.

Sampah plastik yang dikumpulkan warga kayu merah

Dengan pola itu, lanjut Fatma, warga tidak hanya membantu mengurangi persoalan sampah di lingkungan masing-masing, tetapi juga mendapatkan nilai ekonomi dari sampah yang mereka kumpulkan.

“Jadi sampah dikumpulkan warga, kemudian RT membawa ke bank sampah dan dibayarkan sesuai harga timbang per kilogram,” ujarnya.

Lurah menambahkan, untuk lokasi bank sampah makugasa berada di kawasan Lapangan Kayu Merah. Tempat ini menjadi titik pengumpulan sekaligus pengelolaan awal sampah yang disetorkan dari masyarakat.

Baca Juga :  Dinas PUPR Malut Anggarkan Paket RTH Senilai Rp 8,5 Miliar

Namun, dalam pengembangan program ini masih menghadapi keterbatasan. Salah satu kebutuhan yang dinilai penting adalah mesin pencacah sampah.

Fatma menjelaskan, mesin itu dibutuhkan untuk membantu mengolah berbagai jenis sampah agar lebih mudah dimanfaatkan kembali, termasuk mendukung proses pengolahan dan daur ulang.

Kendati, dengan keterbatasan sarana itu tidak menyurutkan komitmen Pemerintah Kelurahan Kayu Merah untuk menjalankan program bank sampah yang telah menjadi atensi Wali Kota Ternate M.Tauhid Soleman.

Fatma berharap bahwa melalui program bank sampah ini dapat membangun kebiasaan warga memilah sampah dari sumbernya, mengurangi volume pengangkutan menuju TPA, sekaligus membuka peluang ekonomi dari sampah yang sebelumnya hanya menjadi limbah.

“ Harapannya, program ini dapat mengubah cara pandang warga kayu merah. Sampah yang sebelumnya limbah, dapat dipilah untuk mengurangi volume sampah di lingkungan sekaligus menambah nilai ekonomi” pungkasnya. (*)

Penulis : Pewarta

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Gubernur Sherly Dorong Linmas Jadi Garda Keamanan Desa
Dugaan Pencemaran Nama Baik, DPRD Sula Periksa Kepala Inspektorat
Malut Jadi Titik Serap Aspirasi, RUU Daerah Kepulauan Didorong Segera Sah
Akademisi Dukung Langkah BKD Malut Evaluasi PPPK, Ini Alasannya
Warga Bongkar Dugaan Penimbunan BBM di Ngade, Aparat Diminta Bertindak
SRT 1 Tak Kunjung Rampung, Wagub Maluku Utara Tagih Komitmen Kontraktor
Revitalisasi BUMD Diuji, Pemprov Malut Bidik Mesin Baru PAD
Ruang Kuliah Terbatas, INTEG Ternate Minta Perhatian Ketua Komisi IV DPRD Malut

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 19:49 WIT

Gubernur Sherly Dorong Linmas Jadi Garda Keamanan Desa

Rabu, 30 September 2026 - 16:46 WIT

Dugaan Pencemaran Nama Baik, DPRD Sula Periksa Kepala Inspektorat

Rabu, 30 September 2026 - 16:09 WIT

Dari Sampah Jadi Rupiah, Bank Sampah Kayu Merah Ternate Mulai Bergerak

Rabu, 30 September 2026 - 13:40 WIT

Malut Jadi Titik Serap Aspirasi, RUU Daerah Kepulauan Didorong Segera Sah

Selasa, 29 September 2026 - 18:56 WIT

Warga Bongkar Dugaan Penimbunan BBM di Ngade, Aparat Diminta Bertindak

Berita Terbaru

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos. || Foto : Kasedata.id

Daerah

Gubernur Sherly Dorong Linmas Jadi Garda Keamanan Desa

Rabu, 30 Sep 2026 - 19:49 WIT