Kasedata.id – Sebanyak 32 senjata api dan 358 butir amunisi ilegal yang diduga merupakan peninggalan konflik 1999–2000 di Maluku Utara diserahkan secara sukarela oleh warga kepada kepolisian.
Penyerahan itu merupakan gelombang kedua setelah sebelumnya warga juga menyerahkan senjata api dan amunisi kepada polisi.
Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Arif Budiman, memimpin langsung kegiatan penyerahan sekaligus memberikan keterangan terkait rincian senjata dan amunisi yang diterima kepolisian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami menyampaikan terima kasih atas kesadaran masyarakat yang telah menyerahkan senjata api secara sukarela. Ini kali kedua penyerahan seperti ini terjadi, menjadi bukti kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” ujar Arif Budiman dalam konferensi pers, Rabu (30/9/2026).
Senjata dan amunisi itu berasal dari Halmahera Tengah, Halmahera Utara, dan Pulau Morotai.
Arif mengatakan seluruh barang yang diserahkan akan diamankan dan menjalani pemeriksaan sesuai ketentuan hukum. Pemeriksaan meliputi jenis, kondisi, hingga asal-usul masing-masing senjata.
Jika dalam pemeriksaan ditemukan keterkaitan dengan perkara pidana, kepolisian akan melakukan penanganan berdasarkan fakta, alat bukti, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Kami mengapresiasi langkah ini sebagai wujud kepercayaan masyarakat. Keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, melainkan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Kapolda juga mengimbau masyarakat yang masih menyimpan atau mengetahui keberadaan senjata api tanpa izin agar segera melaporkan dan menyerahkannya kepada kepolisian terdekat.
Ia menegaskan kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi aktivitas kriminal, terorisme, maupun separatisme di wilayah Maluku Utara. Masyarakat juga diminta tidak terlibat ataupun memberikan dukungan terhadap aksi tersebut.
Secara rinci, 32 senjata yang diserahkan terdiri atas tujuh senjata api organik, masing-masing tiga laras panjang dan empat larasrakitan, 22 senjata rakitan, terdiri dari 20 laras panjang dan dua laras pendek, serta tiga senjata semi-rakitan.
Sementara, 358 butir amunisi yang diserahkan terdiri dari 331 butir kaliber 7,56 dan 27 butir kaliber 5,56.
Menurut Arif, penyerahan itu diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan Maluku Utara.
“Penyerahan senjata ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat, menjaga wilayah Maluku Utara tetap aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya. (*)
Penulis : Pewarta
Editor : Sandin Ar


![Ketua BK DPRD Kepulauan Sula Ramli A. Hasan [dok : karno/kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260930_183417-225x129.jpg)
![Lokasi bank sampah makugasa/lurah kayu merah fatma waheng [dok : kasedata.id]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260930_170956-225x129.jpg)


