Kasedata.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate mulai menyiapkan rancangan program dan kegiatan untuk APBD 2027. Ruang fiskal daerah diproyeksikan sedikit lebih longgar dibandingkan tahun 2026. Meski demikian, Pemkot Ternate saat ini masih menunggu kepastian Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Kepala Balitbangda Kota Ternate, Tamrin Marsaoly, mengatakan rancangan program telah disiapkan oleh masing-masing OPD. Selanjutnya, program itu akan disesuaikan dengan kemampuan pendapatan daerah dan kepastian transfer dari pemerintah pusat.
“Kami sembari menunggu TKD dari pusat. Bocoran terakhir, insyaallah TKD masih tetap jumlahnya sama atau belum bisa dipastikan. Entah nanti berapa jumlahnya,” kata Tamrin kepada media, kamis (1/10/2026), di kantor Wali Kota Ternate.
Menurutnya, salah satu faktor dapat memberikan ruang lebih bagi keuangan Pemkot Ternate adalah ada pembiayaan tertentu yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.
Tamrin menyebut pembiayaan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dan pembiayaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sekitar 3.540 orang nantinya menjadi kewenangan dan kewajiban pemerintah pusat.
“Secara otomatis torang (kami) akan punya pembiayaan sekitar 60 miliar lebih. Ini akan menjadi kewenangan teman-teman di pusat,” ujarnya.
Dengan adanya pengalihan beban pembiayaan itu, Pemkot Ternate diperkirakan memiliki ruang untuk melakukan penghematan sehingga kondisi fiskal daerah relatif lebih longgar.
Meski demikian, Tamrin menegaskan bahwa kondisi itu tidak berarti keuangan daerah memiliki ruang belanja yang besar. Setelah belanja umum dan kebutuhan wajib lainnya diperhitungkan, ruang fiskal tetap harus dikelola secara hati-hati.
“Memang masih ada sedikit uang. Walaupun tidak seperti tahun 2026, tapi sedikit longgar,” katanya.
Di tengah penyusunan APBD 2027, persoalan kewajiban atau utang Pemkot Ternate juga menjadi perhatian.
Tamrin menyebut bahwa masih terdapat utang sekitar 110 miliar yang diharapkan dapat diselesaikan dalam sisa waktu dua bulan terakhir tahun anggaran 2026.
“Kami berharap juga utang yang masih ada 110 miliar itu bisa dibayarkan dalam waktu sisa dua bulan terakhir sehingga eksistensi keuangan kami di Pemda Kota Ternate berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia juga berharap kondisi keuangan negara secepatnya stabil sehingga pendapatan daerah seperti transfer dari pusat bisa lebih baik. (*)
Penulis : Pewarta
Editor : Sandin Ar


![Kepala Balitbangda Kota Ternate, Tamrin Marsaoly [dok : kasedata.id]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261002_115846-225x129.jpg)




