Ruang Fiskal Ternate 2027 Diproyeksi Lebih Longgar, Utang Jadi Perhatian

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:57 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Balitbangda Kota Ternate, Tamrin Marsaoly [dok : kasedata.id]

Kepala Balitbangda Kota Ternate, Tamrin Marsaoly [dok : kasedata.id]

Kasedata.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate mulai menyiapkan rancangan program dan kegiatan untuk APBD 2027. Ruang fiskal daerah diproyeksikan sedikit lebih longgar dibandingkan tahun 2026. Meski demikian, Pemkot Ternate saat ini masih menunggu kepastian Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Kepala Balitbangda Kota Ternate, Tamrin Marsaoly, mengatakan rancangan program telah disiapkan oleh masing-masing OPD. Selanjutnya, program itu akan disesuaikan dengan kemampuan pendapatan daerah dan kepastian transfer dari pemerintah pusat.

“Kami sembari menunggu TKD dari pusat. Bocoran terakhir, insyaallah TKD masih tetap jumlahnya sama atau belum bisa dipastikan. Entah nanti berapa jumlahnya,” kata Tamrin kepada media, kamis (1/10/2026), di kantor Wali Kota Ternate.

Menurutnya, salah satu faktor dapat memberikan ruang lebih bagi keuangan Pemkot Ternate adalah ada pembiayaan tertentu yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Tamrin menyebut pembiayaan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dan pembiayaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sekitar 3.540 orang nantinya menjadi kewenangan dan kewajiban pemerintah pusat.

“Secara otomatis torang (kami) akan punya pembiayaan sekitar 60 miliar lebih. Ini akan menjadi kewenangan teman-teman di pusat,” ujarnya.

Dengan adanya pengalihan beban pembiayaan itu, Pemkot Ternate diperkirakan memiliki ruang untuk melakukan penghematan sehingga kondisi fiskal daerah relatif lebih longgar.

Meski demikian, Tamrin menegaskan bahwa kondisi itu tidak berarti keuangan daerah memiliki ruang belanja yang besar. Setelah belanja umum dan kebutuhan wajib lainnya diperhitungkan, ruang fiskal tetap harus dikelola secara hati-hati.

Baca Juga :  Pemkot Ternate Validasi Rumah Rusak Jadi Dasar Penyaluran Bantuan

“Memang masih ada sedikit uang. Walaupun tidak seperti tahun 2026, tapi sedikit longgar,” katanya.

Di tengah penyusunan APBD 2027, persoalan kewajiban atau utang Pemkot Ternate juga menjadi perhatian.

Tamrin menyebut bahwa masih terdapat utang sekitar 110 miliar yang diharapkan dapat diselesaikan dalam sisa waktu dua bulan terakhir tahun anggaran 2026.

“Kami berharap juga utang yang masih ada 110 miliar itu bisa dibayarkan dalam waktu sisa dua bulan terakhir sehingga eksistensi keuangan kami di Pemda Kota Ternate berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia juga berharap kondisi keuangan negara secepatnya stabil sehingga pendapatan daerah seperti transfer dari pusat bisa lebih baik. (*)

Penulis : Pewarta

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Tonny Dapat Tugas Baru, Ferry Ditunjuk Plt Kadis Perkimtan Ternate
Usai Dilantik, Pejabat Baru Ternate Bakal Hadapi Tiga Tantangan
Kebakaran Dekat Sungai Akelamo, Pemdes Kawasi Koordinasikan Penanganan
Kontraktor Tolak Desain PUPR Malut, Proyek Payahe–Dehepodo Tersandung Perencanaan
11 Pejabat Dilantik, Wali Kota Ternate Sebut Bukan Hadiah
Road Race Piala Gubernur Malut Digelar, 150 Starter Panaskan Sirkuit AB Andili
Pemprov Maluku Utara Resmi Luncurkan Logo HUT ke-27, Ini Filosofinya
Ternate Jadi Tuan Rumah TPT PERHAPI, 500 Peserta Bakal Hadir

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:57 WIT

Ruang Fiskal Ternate 2027 Diproyeksi Lebih Longgar, Utang Jadi Perhatian

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:22 WIT

Tonny Dapat Tugas Baru, Ferry Ditunjuk Plt Kadis Perkimtan Ternate

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:49 WIT

Usai Dilantik, Pejabat Baru Ternate Bakal Hadapi Tiga Tantangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:47 WIT

Kebakaran Dekat Sungai Akelamo, Pemdes Kawasi Koordinasikan Penanganan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:29 WIT

11 Pejabat Dilantik, Wali Kota Ternate Sebut Bukan Hadiah

Berita Terbaru