Kasedata.id — Pelaksanaan salat tarawih perdana di Kelurahan Tafraka, Kecamatan Pulau Hiri, Kota Ternate, berubah menjadi kepanikan dari warga setempat, Rabu (18/2/2026) malam.
Sejumlah video warga yang beredar memperlihatkan luapan air bercampur material diduga dari proyek embung Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara menerjang Mushalla Raudatul Jannah saat jemaah sedang beribadah.
Peristiwa terjadi dalam suasana salat tarawih pada Ramadan awal 14447 Hijriyah, membuat imam dan jamaah lari berhamburan. Sebab, air bercampur lumpur dan bebatuan tiba-tiba masuk ke dalam mushalla, memaksa imam dan jemaah berlarian menyelamatkan diri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga Tafraka menyoroti proyek embung yang dibangun dengan anggaran belasan miliar ini justru membawa “bencana”. Menurut mereka, sejak embung tersebut berdiri di wilayah ketinggian, banjir kerap terjadi setiap kali hujan deras mengguyur kawasan itu.
“Sebelum ada embung, kami tidak pernah mengalami banjir seperti ini,” ujar salah satu warga.
Trauma warga masih membekas setelah banjir serupa pada 14 Januari 2026 lalu merusak sedikitnya sembilan rumah akibat terjangan material batu dan lumpur.
Kini, warga mengaku dihantui rasa khawatir setiap kali hujan turun dan berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (*)
Penulis : Pewarta
Editor : Sandin Ar



![Banjir melanda Kelurahan Tafraka, Pulau Hiri, saat warga menggelar salat tarawih perdana [Foto : tangkapan layar video ]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/02/Picsart_26-02-19_01-59-51-983-225x129.jpg)
![Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Ternate, Fahri Fuad [dok : sukarsi/kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/02/IMG_20260219_010422-225x129.jpg)


![Staf Ahli Bidang Pendampingan dan Hukum UPTD PPA Kota Ternate, Nurdewa Safar [Foto : sukarsi/kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/02/IMG_20260215_130431-225x129.jpg)
