DPR RI Nyalakan “Lampu Hijau”, Maluku Utara Siap Tambah SPBN Baru

Kamis, 23 April 2026 - 09:41 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda dan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Samsuddin A. Kadir saat menghadiri rapat strategis bersama Komisi XII DPR RI, BPH Migas, dan PT Pertamina Patra Niaga di Halmahera Ballroom, Bela Hotel Ternate. || dok : Humas/Adpim Malut

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda dan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Samsuddin A. Kadir saat menghadiri rapat strategis bersama Komisi XII DPR RI, BPH Migas, dan PT Pertamina Patra Niaga di Halmahera Ballroom, Bela Hotel Ternate. || dok : Humas/Adpim Malut

Kasedata.id Pemerintah Provinsi Maluku Utara bergerak cepat memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat tetap aman ditengah gejolak geopolitik global yang kian tak menentu.

Hal itu disampaikan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda dan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Samsuddin A. Kadir saat menghadiri rapat strategis bersama Komisi XII DPR RI, BPH Migas, dan PT Pertamina Patra Niaga di Halmahera Ballroom, Bela Hotel Ternate, Kamis (23/4/2026).

Dalam forum tersebut, Pemprov Maluku Utara membawa misi penting, yaitu menjaga denyut ekonomi rakyat kecil mulai dari nelayan, petani, hingga pelaku UMKM agar tidak tercekik oleh kelangkaan BBM maupun lonjakan harga kebutuhan pokok.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di hadapan Ketua Tim Komisi XII DPR RI, Syarif Fasha, Gubernur menyampaikan terkait perlindungan masyarakat lapisan bawah. Ia menyoroti dampak perubahan jalur distribusi LPG dari Surabaya ke Ambon (Wayame) yang sempat memicu kekhawatiran kenaikan harga hingga 40 persen di pasaran.

“Kami berharap agar masyarakat kecil jangan sampai terbebani. Meski pengguna LPG rumah tangga relatif kecil, pelaku usaha seperti penjual roti, warung lalapan, dan UMKM sangat bergantung pada energi ini. Jika energi naik, harga pangan ikut terdorong, dan itu akan sangat memukul masyarakat,” ujar Sherly.

Baca Juga :  Peringatan Hari Kartini, DP3A Maluku Utara Konsisten Memberdayakan Perempuan 

Untuk menekan laju inflasi daerah, katanya, Pemprov Malut secara resmi telah mengusulkan kuota Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) sebesar 316.631 kiloliter untuk seluruh kabupaten/kota.

Tak hanya itu, Pemprov juga mendorong percepatan pembangunan SPB Nelayan (SPBN) di wilayah kepulauan agar nelayan tidak lagi kesulitan memperoleh solar untuk melaut.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi XII DPR RI, Syarif Fasha, memberikan “lampu hijau” bagi daerah untuk segera mengusulkan titik-titik pembangunan SPBN baru.

“Selama SPBN belum tersedia, kami pastikan nelayan tetap bisa membeli BBM di SPBU dengan surat rekomendasi dari Dinas Perikanan atau Disperindag. Hak rakyat harus sampai ke tangan rakyat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, memastikan pengawasan distribusi BBM di Maluku Utara akan diperketat guna mencegah penyimpangan yang merugikan negara. Ia juga menjanjikan percepatan penambahan kuota minyak tanah untuk mengantisipasi potensi kelangkaan di akhir tahun.

Baca Juga :  Dikbud Malut Buka Rekrutmen Kepala Sekolah Lewat Dashboard Kemendikdasmen

Senada, Executive GM Regional Papua Maluku, Awan Rahajo, memaparkan bahwa ketahanan stok energi di Maluku Utara dalam kondisi aman. Stok LPG tercatat mampu bertahan lebih dari 60 hari, sementara Pertalite dan Biosolar tetap terjaga dengan suplai kapal yang rutin ke empat terminal BBM Ternate, Tobelo, Labuha, dan Sanana.

Pertemuan ini menjadi angin segar bagi upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah. Dengan program SPBU Satu Harga yang telah berjalan dan rencana penambahan lima titik baru hingga 2029, pemerintah optimistis kesenjangan harga energi di wilayah terpencil dapat ditekan.

“Kami ingin memastikan, di mana pun masyarakat Maluku Utara berada baik di pulau terluar maupun di perkotaan mereka tetap merasakan kehadiran negara melalui energi yang terjangkau,” tutup Gubernur.

Rapat koordinasi ini ditutup dengan kesepakatan memperkuat digitalisasi pengawasan BBM melalui sistem X-Star, guna memastikan penyaluran subsidi tepat sasaran. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Setahun Berjalan, Sekolah Rakyat di Ternate Tunjukkan Hasil Positif
95 Persen Rampung, Reuni Akbar STEMAN Siap Guncang Alumni Lintas Generasi
Raih Empat Emas Dongkrak Optimisme Kontingen Sula
Gubernur Sherly dan Harita Nickel Perkuat Kompetensi Generasi Muda Maluku Utara 
Pemprov Malut Buka Jalan Kerja, 3.000 Lowongan Tersedia untuk Talenta Lokal
Bupati Lepas Kontingen Kepulauan Sula ke PORPROV Malut
Alumni Ilmu Politik UMMU Siap Gelar Mubes, Pilih Pengurus Baru
DPRD Maluku Utara Dorong Percepatan Pembangunan Mako Brimob, Progres Capai 34,8 Persen

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:23 WIT

Setahun Berjalan, Sekolah Rakyat di Ternate Tunjukkan Hasil Positif

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:19 WIT

95 Persen Rampung, Reuni Akbar STEMAN Siap Guncang Alumni Lintas Generasi

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:28 WIT

Raih Empat Emas Dongkrak Optimisme Kontingen Sula

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:18 WIT

Gubernur Sherly dan Harita Nickel Perkuat Kompetensi Generasi Muda Maluku Utara 

Senin, 8 Juni 2026 - 18:59 WIT

Pemprov Malut Buka Jalan Kerja, 3.000 Lowongan Tersedia untuk Talenta Lokal

Berita Terbaru

Hukum & Peristiwa

Kantor Ombudsman Dibobol Maling, Polres Ternate Selidiki

Sabtu, 20 Jun 2026 - 00:06 WIT