Kasedata.id – Aktivitas pengangkutan dan bongkar muat BBM di tengah permukiman Kelurahan Ngade, Kecamatan Ternate Selatan, mendadak tak terlihat selama tiga hari terakhir setelah persoalan tersebut mencuat ke publik. Namun, kesaksian warga justru membuka fakta lain, aktivitas itu disebut telah berlangsung sekitar tiga tahun dan beroperasi hingga larut malam.
Hasil penelusuran Kasedata.id di lokasi RT/RW 005/003, Selasa (29/9/2026) mendapati tidak adanya aktivitas kendaraan pengangkut BBM seperti yang sebelumnya dikeluhkan warga. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sebelumnya mobil pengangkut disebut rutin keluar-masuk kawasan permukiman.
Warga sekitar lokasi saat ditemui media ini, dalam keterangannya mengaku aktivitas tersebut bukan persoalan baru. Menurut mereka, aktivitas itu telah berlangsung sekitar tiga tahun. Kendaraan pengangkut BBM disebut dapat keluar-masuk lokasi berkali-kali dalam sehari, terutama ketika aktivitas sedang ramai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau ramai, sampai lima kali,” ujar warga setempat yang meminta dirahasiakan identitasnya.
Warga menyebut aktivitas kendaraan dapat berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 WIT. Dalam kondisi tertentu, kendaraan bahkan disebut masih beraktivitas hingga tengah malam.
“Kalau sunyi paling dua, tiga (kali),” katanya, menjelaskan intensitas kendaraan yang keluar-masuk lokasi.
Kesaksian warga juga menyebut adanya sejumlah jenis BBM yang diduga diangkut dari lokasi tersebut.
“Ada solar, minyak tanah lagi,” ujar warga.
Selain solar dan minyak tanah, warga juga menyebut adanya aktivitas yang berkaitan dengan bensin atau pertalite.
Keterangan tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut melalui pemeriksaan aparat dan instansi terkait, terutama menyangkut asal BBM, volume, tujuan distribusi, serta legalitas pengangkutan dan penyimpanannya.
Warga mengaku aktivitas tersebut sangat mengganggu ketenangan lingkungan. Kendaraan disebut dapat berada di lokasi hingga sekitar tengah malam sebelum kemudian kembali keluar.
Situasi tersebut membuat warga mempertanyakan aktivitas BBM yang berlangsung di tengah kawasan permukiman.
Bukan hanya persoalan suara kendaraan pada malam hari, warga juga mengaku khawatir terhadap keselamatan apabila aktivitas BBM berlangsung terlalu dekat dengan rumah penduduk.
“Kalau ada orang bakar, bagaimana ?,” ucap warga lainnya dengan nada sesal.
Kekhawatiran warga semakin besar karena BBM merupakan bahan yang mudah terbakar. Keresahan tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi masyarakat bukan hanya soal keluar-masuk kendaraan, tetapi menyangkut potensi risiko keselamatan lingkungan permukiman.
Warga mempertanyakan siapa yang akan bertanggung jawab apabila terjadi insiden akibat aktivitas BBM tersebut.
Yang lebih serius, warga juga mengungkap adanya dugaan keterlibatan atau perlindungan dari pihak tertentu. Sebab, bagi mereka aktivitas tersebut diduga tidak mungkin berlangsung lama apabila tidak ada pihak tertentu yang melindungi.
“Kalau begini pasti orang dalam, orang besar,” sebut salah seorang warga sekitar lokasi tersebut.
Mereka meminta aparat penegak hukum secepatnya bertindak menelusuri aktifitas yang diduga tidak memiliki izin dan jika ditemukan bukti sebaliknya, proses hukum harus berjalan sesuai ketentuan.
Aktivitas kendaraan pengangkut BBM juga dikeluhkan karena menggunakan akses jalan permukiman. Mobilitas kendaraan secara berulang disebut ikut membebani infrastruktur jalan yang digunakan masyarakat setiap hari.
Warga khawatir kondisi jalan semakin rusak apabila kendaraan bermuatan terus melintas dalam jangka panjang. Persoalan ini menjadi penting karena jalan tersebut bukan jalur khusus distribusi BBM, melainkan akses masyarakat yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Kesaksian warga mengenai aktivitas yang disebut berlangsung sekitar tiga tahun membuat persoalan tersebut tidak cukup hanya dilihat dari kondisi lokasi hari ini.
Pertanyaan yang kini perlu dijawab aparat adalah dari mana BBM tersebut diperoleh, ke mana didistribusikan, bagaimana legalitas pengangkutannya, apakah penyimpanannya memenuhi standar keselamatan, serta siapa saja yang mengetahui aktivitas tersebut selama bertahun-tahun.
Warga meminta Kepolisian dan instansi terkait turun langsung melakukan pemeriksaan. Mereka mempertanyakan apakah aktivitas tersebut legal dan memenuhi standar keselamatan, atau justru terdapat pelanggaran yang selama ini luput dari penindakan. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi






