Kasedata.id – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional ke-10 tahun 2025, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) menggelar upacara Hari Santri, bertempat di Lapangan Apel MTs. Alkhairaat Labuha, Rabu (22/10/2025) pagi.
Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba, hadir dalam kegiatan tersebut dan bertindak sebagai inspektur upacara. Seluruh Forkopimda, Kantor Urusan Agama (KUA), Madrasah, dan Lembaga Pendidikan Islam turut berpartisipasi dalam upacara tersebut.
Selain upacara, Kemenag Halsel juga melaksanakan sejumlah kegiatan sosial, diantaranya penanaman 92 pohon yang tersebar di KUA dan Madrasah, pembagian 8 paket sembako kepada pondok pesantren, serta pembagian uang tunai kepada anak yatim di setiap Madrasah yang diinisiasi oleh Baznas Halsel.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Panitia Hari Santri 2025, yang juga sebagai Kepala Seksi Pendidikan Islam, Afais Abdullah, menyampaikan bahwa untuk kegiatan penanaman, melibatkan semua sektor, mulai dari KUA, sekolah madrasah, hingga lembaga Alkhairaat.
“Penanaman pohon merupakan bentuk dukungan terhadap gerakan ekoteologi yang dicanangkan oleh Kementerian Agama RI. Jadi setiap individu didorong untuk ikut terlibat aktif dalam merawat bumi sebagai bentuk ibadah dan rasa syukur kepada Sang Pencipta,” ujarnya.
Sementara itu, lanjut dia, untuk kegiatan pembagian 8 paket sembako dan pembagian uang tunai kepada anak yatim dilaksanakan setelah upacara hari Santri. Sejumlah 1 ton beras dari 8 paket sembako yang diberikan. Satu paket sembako terdapat beras, gula, minyak goreng, kopi, susu, dan teh.
“Para anak yatim yang hadir masing-masing telah menerima santunan dalam bentuk uang tunai. Harapan kami, meskipun jumlahnya tidak besar, tapi semoga bermanfaat untuk membantu kebutuhan sekolah adik-adik kita,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Halsel, Saiful Djafar Arfah, mengajak para santri berperan aktif dalam pengelolaan sumber daya daerah tanpa meninggalkan jati diri sebagai Santri. Santri harus siap dipanggil negara kapan saja, untuk siap mendorong pembangunan nasional dan daerah.
“Upacara Hari Santri adalah momentum bagi santri untuk meneguhkan peran mereka di era digital. Setiap santri didorong agar tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu beradaptasi dan menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi modern,” pungkasnya. (*)
Penulis : Ridal Lahani
Editor : Sandin Ar



![Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muchsin, saat membuka Forum OPD terkait penyusunan RKPD 2027 [Foto : ridal/kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/02/IMG_20260211_191007-225x129.jpg)




