Dari Ternate hingga Taliabu, Revitalisasi Sekolah Perkuat Pendidikan Maluku Utara

Jumat, 6 Februari 2026 - 15:58 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Malut, Sherly Tjoanda Laos menandatangani sejumlah prasasti sebagai penanda rampungnya pembangunan fisik di berbagai satuan pendidikan. || dok : Dikbud Malut

Gubernur Malut, Sherly Tjoanda Laos menandatangani sejumlah prasasti sebagai penanda rampungnya pembangunan fisik di berbagai satuan pendidikan. || dok : Dikbud Malut

Kasedata.id Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan melalui program revitalisasi sekolah. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, meresmikan gedung SMA, SMK, dan Sekolah Luar Biasa (SLB) hasil program revitalisasi pendidikan Tahun Anggaran 2025, yang dipusatkan di SMA Negeri 5 Kota Ternate, Kamis (5/2/2026).

Peresmian tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan sejumlah prasasti sebagai penanda rampungnya pembangunan fisik di berbagai satuan pendidikan.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara Abubakar Abdullah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara Giscard Crons, Ketua Komisi IV DPRD Maluku Utara Muhajirin Bailussy, serta para kepala SMA, SMK, dan SLB se-Maluku Utara, baik secara luring maupun daring.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Gubernur Sherly Tjoanda Laos menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dinas Pendidikan Maluku Utara yang dinilai berhasil mempercepat proses perencanaan hingga pelaksanaan program revitalisasi sekolah pada tahun 2025.

“Pada tahun 2025, Pemerintah Provinsi Maluku Utara melakukan revitalisasi terhadap 68 sekolah dengan total anggaran sekitar Rp 53 miliar yang bersumber dari APBD 2025,” ujar Gubernur.

Baca Juga :  Peringati HGN, Sejumlah Kepsek di Ternate Masih Was-was

Ia menjelaskan, revitalisasi tersebut mencakup berbagai jenis pekerjaan fisik dengan nilai anggaran yang bervariasi, mulai dari pembangunan ruang kelas baru, aula sekolah, hingga fasilitas pendukung pembelajaran lainnya. Selain dukungan APBD, pemerintah daerah juga memperoleh tambahan anggaran dari pemerintah pusat.

“Melalui APBN 2025, terdapat 75 sekolah yang direvitalisasi dengan total anggaran sekitar Rp 92 miliar. Program ini akan berlanjut pada tahun 2026 dengan rencana revitalisasi 72 sekolah, terutama untuk penambahan ruang kelas dan fasilitas penunjang pembelajaran,” jelasnya.

Sebagai Gubernur perempuan pertama di Maluku Utara, Sherly Laos juga mengakui adanya keterbatasan fiskal daerah, khususnya pada APBD Perubahan 2026 yang hanya mengalokasikan sekitar Rp 15 miliar untuk sektor pendidikan.

Oleh karena itu, ia berharap dukungan anggaran dari APBN dapat terus mengalir guna menopang pembangunan tahap awal, terutama pekerjaan fisik dan infrastruktur pendidikan yang sedang berjalan.

“Pemenuhan sarana teknologi informasi di sekolah menjadi kebutuhan mendesak. Kami berharap seluruh SMA, SMK, dan SLB di Maluku Utara secara bertahap memiliki fasilitas komputer sebagai bagian dari kebutuhan dasar pendidikan,” pintanya.

Baca Juga :  Respon Gubernur Malut soal Restrukturisasi OPD Demi Efesiensi Anggaran

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah, dalam laporannya menyampaikan bahwa total anggaran revitalisasi pendidikan tahun 2025 mencapai lebih dari Rp 53 miliar untuk 68 sekolah di Maluku Utara.

Menurutnya, kegiatan revitalisasi meliputi pembangunan ruang kelas baru, aula, laboratorium, pagar sekolah, lapangan upacara, ruang guru, toilet, hingga rumah dinas guru.

“Seluruh pekerjaan fisik telah mencapai 100 persen, meskipun masih terdapat beberapa catatan perbaikan yang akan ditindaklanjuti pada tahun mendatang,” jelas Abubakar, yang akrab disapa Aka.

Ia menambahkan, terdapat sembilan paket pekerjaan utama yang diresmikan dan ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur dan Wakil Gubernur, di antaranya aula SMA Negeri 5 Ternate, aula SMA Negeri 2 Halmahera Timur, aula SMA Negeri 1 Halmahera Tengah, serta pembangunan ruang kelas baru di sejumlah SMA dan SMK, termasuk di Pulau Taliabu.

“Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang layak, aman, dan mendukung peningkatan mutu pembelajaran,” pungkasnya. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

SMK Tanam Serentak, Maluku Utara Perkuat Pangan dari Dunia Pendidikan
Kasus Bullying SD Negeri 32, Disdik Ternate Ingatkan Guru dan Kepala Sekolah
Dikbud Malut Kick Off Meeting Program Kegiatan Tahun 2026
Rektor Unkhair Lantik 15 Pejabat, Dua Posisi Strategis Masih Kosong
Tekan Angka Anak Putus Sekolah, Program PJJ Mulai diberlakukan 2026
Malam Apresiasi Akhir Tahun 2025, Dikbud Malut Paparkan Sejumlah Capaian Kerja
Dua Siswa Berprestasi Lomba Robotik Tiba di Tanah Air
Unutara Terima Hibah Bus Operasional dari Kemenhub RI

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 16:20 WIT

SMK Tanam Serentak, Maluku Utara Perkuat Pangan dari Dunia Pendidikan

Jumat, 6 Februari 2026 - 15:58 WIT

Dari Ternate hingga Taliabu, Revitalisasi Sekolah Perkuat Pendidikan Maluku Utara

Kamis, 5 Februari 2026 - 14:37 WIT

Kasus Bullying SD Negeri 32, Disdik Ternate Ingatkan Guru dan Kepala Sekolah

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:38 WIT

Dikbud Malut Kick Off Meeting Program Kegiatan Tahun 2026

Senin, 2 Februari 2026 - 16:49 WIT

Rektor Unkhair Lantik 15 Pejabat, Dua Posisi Strategis Masih Kosong

Berita Terbaru

Ketua DPC Hiswana Migas, Nasri Abubakar

Daerah

Sambut Ramadan, Stok BBM di Ternate Dipastikan Aman

Rabu, 11 Feb 2026 - 06:06 WIT

Daerah

Masuk Gemusba, Rizal Marsaoly Siap Kawal Agenda Pemuda

Selasa, 10 Feb 2026 - 12:45 WIT