Sekolah Rusak Pascabencana, Mendikdasmen Janji Rehabilitasi Menyeluruh

Senin, 9 Februari 2026 - 17:43 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti dan rombongan meninjau sejumlah infrastruktur layanan pendidikan pascabencana di Provinsi Aceh. || dok : Kasedata.id

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti dan rombongan meninjau sejumlah infrastruktur layanan pendidikan pascabencana di Provinsi Aceh. || dok : Kasedata.id

Kasedata.id Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan kehadiran negara dalam pemulihan layanan pendidikan pascabencana di Provinsi Aceh. Pemerintah memastikan pemulihan tidak dilakukan secara setengah-setengah, melainkan melalui pembangunan kembali sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat.

Penegasan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor, meliputi Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah, hingga Aceh Tamiang, Jumat (30/1/2026).

Mu’ti menyampaikan bahwa langkah pemulihan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya penyediaan fasilitas pendidikan yang layak dan aman bagi seluruh peserta didik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sesuai arahan Bapak Presiden, tidak boleh lagi ada sekolah dengan bangunan rusak, atap bocor, atau sanitasi yang tidak layak. Rehabilitasi kita pastikan berjalan tuntas secara bertahap hingga 2026,” tegas Abdul Mu’ti.

Upaya tersebut dilakukan untuk menjamin proses belajar mengajar kembali berjalan normal dan aman. Selama masa transisi pembangunan, Kemendikdasmen tetap memfasilitasi kelas darurat, lengkap dengan dukungan mebeler dan sarana pendukung lainnya agar hak belajar siswa tetap terpenuhi.

Baca Juga :  DPD RI Soroti Rencana Pempus Pangkas Dana Transfer ke Daerah

Secara nasional, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp2,4 triliun khusus untuk pemulihan satuan pendidikan terdampak bencana di wilayah Sumatra.

Khusus di Provinsi Aceh, hingga 15 Januari 2026, tercatat 171 satuan pendidikan telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi tahap pertama. Rinciannya terdiri atas 93 SMK, 20 SLB, serta 58 SKB/PKBM.

“Total nilai PKS revitalisasi pendidikan di Aceh saat ini mencapai Rp274,18 miliar. Ini menunjukkan komitmen dan gerak cepat pemerintah yang bersinergi dengan Dinas Pendidikan Aceh,” jelas Mu’ti.

Sebagai penanda dimulainya proses pemulihan, Mendikdasmen meresmikan revitalisasi 53 sekolah di kawasan dataran tinggi Gayo, yang dipusatkan di SD Negeri 12 Bintang, Aceh Tengah, serta peresmian revitalisasi sekolah di SMA Negeri 1 Baktiya, Aceh Utara.

Tak hanya fokus pada infrastruktur fisik, Abdul Mu’ti juga menaruh perhatian pada pemulihan psikososial siswa dan guru. Di SMAN 1 Baktiya dan SMPN 22 Takengon, Mendikdasmen bahkan masuk ke ruang kelas dan mengajar langsung para siswa.

Baca Juga :  Pemda Sula Terima Dana Hibah dari Pempus 15,5 miliar

Langkah tersebut dilakukan untuk membangkitkan kembali semangat belajar dan optimisme para siswa serta tenaga pendidik yang sempat terdampak secara mental akibat bencana.

“Pendidikan bukan hanya soal gedung dan fasilitas, tetapi juga tentang mental, semangat, dan harapan masa depan,” ujarnya.

Dampak revitalisasi ini dirasakan langsung oleh pihak sekolah. Kepala SMA Negeri 1 Timang Gajah, Marhamah, menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah.

“Sebelumnya keterbatasan sarana sangat menghambat proses pembelajaran. Kini, berkat perhatian Bapak Presiden dan Pak Menteri, kami memiliki ruang belajar dan laboratorium yang aman dan layak. Ini menjadi penyemangat baru bagi kami,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Kepala SLB Negeri Selinara Angkut, Yusbida, yang berharap program revitalisasi pendidikan dapat terus berlanjut demi pemerataan fasilitas pendidikan, khususnya bagi peserta didik berkebutuhan khusus di daerah. (*)

Penulis : Sukarsi Muhdar

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Poros Tiga Menteri Menguat, Peta Muktamar NU 2026 Mulai Terkunci
Komisi V DPR RI Kawal Aspirasi Pemprov Malut, Konektivitas Antarpulau Diperkuat
Bupati Halsel Bertemu Menteri AHY, Ini Yang Dibahas
DPD RI Soroti Rencana Pempus Pangkas Dana Transfer ke Daerah
PT Position Tegaskan PT WKM tak Miliki Izin di Area Pemalangan
Malut Kondusif, DPP KNPI Apresiasi Kapolda Irjen Waris Agono
Reshuffle Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Lantik 4 Menteri
Nur Syifah Al-Haddad Siswi Pondok Pesantren Ome Raih Medali Emas di Bidang Biologi

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 15:22 WIT

Poros Tiga Menteri Menguat, Peta Muktamar NU 2026 Mulai Terkunci

Rabu, 22 April 2026 - 14:25 WIT

Komisi V DPR RI Kawal Aspirasi Pemprov Malut, Konektivitas Antarpulau Diperkuat

Senin, 9 Februari 2026 - 17:43 WIT

Sekolah Rusak Pascabencana, Mendikdasmen Janji Rehabilitasi Menyeluruh

Jumat, 3 Oktober 2025 - 16:50 WIT

Bupati Halsel Bertemu Menteri AHY, Ini Yang Dibahas

Senin, 22 September 2025 - 16:40 WIT

DPD RI Soroti Rencana Pempus Pangkas Dana Transfer ke Daerah

Berita Terbaru

Farida Djama, saat menggekar reses di SMA Negeri 1 Ternate [Foto : sukarsi/kasedata]

Pendidikan

Farida Djama Reses di SMAN 1 Ternate, Tampung Aspirasi Guru

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:09 WIT

BPN Ternate, Shendy Yulanda Putra/Villa Lago Montana [dok : kasedata]

Daerah

BPN Ternate : Villa Lago Montana Sah Secara Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:14 WIT

Plt Kepala Sekolah SMA Negeri 10 Ternate, Rusli Jafar [Foto : sukarsi/kasedata]

Pendidikan

SMA Negeri 10 Ternate Jalankan LSP 2026–2028 Wakili Malut

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:11 WIT