Kasedata.id — Satuan Tugas (Satgas) Kebersihan Kota Ternate mengeluhkan minimnya fasilitas pendukung operasional, terutama ketersediaan kontainer sampah dan kondisi armada pengangkut yang dinilai tidak lagi memadai.
Keluhan tersebut disampaikan dalam program “Rabu Menyapa” bersama Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, di Benteng Oranje, Rabu (11/2/2026).
Perwakilan Satgas Kebersihan Kelurahan Kalumata menyampaikan sejak dibentuk pada 2022 berdasarkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Ternate, satu armada dioperasikan oleh dua petugas dengan total upah Rp3 juta. Namun, sejak 2025 hingga awal 2026 terjadi penurunan upah tanpa penjelasan resmi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selain upah yang menurun, biaya operasional juga tidak mencukupi. Kerusakan armada dan kebutuhan BBM sering menjadi kendala di lapangan,” ujarnya.
Satgas juga menyoroti kondisi penerangan di lokasi trans depo yang tidak memadai. Dari dua lampu yang tersedia, seluruhnya dilaporkan tidak berfungsi. Kondisi ini dinilai menyulitkan petugas, terutama menjelang Ramadan ketika aktivitas pengangkutan sampah meningkat pada malam hari.
“Lampu di trans depo tidak berfungsi, padahal aktivitas malam akan meningkat saat Ramadan. Kami juga meminta penambahan kontainer,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, menyatakan bahwa keluhan Satgas akan menjadi perhatian pemerintah kota. Ia meminta camat dan lurah, khususnya di Kelurahan Tubo dan Kalumata, untuk segera menindaklanjuti persoalan tersebut.
“Camat dan lurah harus memperhatikan ini. Jika satgas tidak bekerja optimal, tentu akan sangat mengganggu,” kata Tauhid.
Ia menegaskan bahwa persoalan sampah, air bersih, dan penerangan jalan merupakan prioritas pemerintah daerah yang harus dibenahi, terlebih menjelang Ramadan.
“Saya minta menjelang Ramadan, permintaan satgas di Kelurahan Tubo maupun Kalumata diperhatikan,” ujarnya.
Tauhid juga meminta camat untuk mendata ulang kondisi armada yang digunakan satgas guna memastikan kelayakan operasional.
“Kita sangat tergantung pada petugas kebersihan. Jika terjadi hambatan, maka sistem pengangkutan sampah akan bermasalah,” pungkasnya. (*)
Penulis : Pewarta
Editor : Sandin Ar



![Kegiatan Rabu Menyapa bersama camat, lurah, dan petugas kebersihan di Benteng Oranje [Foto : ongky/kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/02/IMG_20260211_231608-225x129.jpg)
![Program rabu menyapa bersama Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, di Benteng Oranje [Foto : ongky/kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/02/IMG_20260211_220237-225x129.jpg)

![Vila, kafe, dan restoran Lago Montana di Kelurahan Fitu, Kota Ternate [dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/02/Picsart_26-02-11_20-01-00-590-225x129.jpg)
![Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muchsin, saat membuka Forum OPD terkait penyusunan RKPD 2027 [Foto : ridal/kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/02/IMG_20260211_191007-225x129.jpg)
