Basarnas Rilis Data Kejadian di Maluku Utara Sepanjang 2025

Minggu, 28 Desember 2025 - 00:37 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Basarnas Ternate, Irwan Ramdani, dalam konferensi pers akhir tahun 2025 [Foto : sukarsi/kasedata]

Kepala Basarnas Ternate, Irwan Ramdani, dalam konferensi pers akhir tahun 2025 [Foto : sukarsi/kasedata]

Kasedata.id – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate merilis data kejadian yang ditangani di wilayah Maluku Utara sepanjang Januari hingga Desember 2025. Berdasarkan data tersebut, jumlah operasi SAR pada tahun 2025 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024.

Kepala Basarnas Ternate, Irwan Ramdani, dalam konferensi pers akhir tahun yang digelar di Kapal SAR Pandudewanata, mengungkapkan selama tahun 2025 pihaknya menangani 49 kejadian operasi pencarian dan pertolongan yang tersebar di seluruh Kabupaten/kota di Maluku Utara.

“Terdapat 49 kejadian operasi SAR sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan ada peningkatan kejadian kedaruratan dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Irwan kepada awak media, Sabtu malam (27/12/2025).

Ia menjelaskan, pada tahun 2024 Basarnas Ternate menangani 41 kejadian. Sementara pada 2025, jumlahnya meningkat menjadi 49 kejadian dengan total 293 korban jiwa yang terlibat dalam berbagai peristiwa di wilayah Maluku Utara.

Berdasarkan paparan data, kejadian SAR ini mencakup sejumlah kategori kasus di 10 Kabupaten/kota. Antara lain kecelakaan kapal, kondisi membahayakan manusia (KMM), bencana alam hingg kecelakaan penanganan khusus.

“Dari berbagai jenis kasus itu yang paling banyak terjadi adalah kecelakaan kapal dengan total 32 kejadian. Disusul kondisi membahayakan manusia sebanyak 12 kejadian, dan bencana alam sebanyak 5 kejadian,” jelasnya.

Baca Juga :  DPRD Ternate Sorot Aktivitas Galian C Ilegal, Desak Pemkot Tindak Tegas

Dari total 293 korban, lanjut Irwan, 257 orang berhasil diselamatkan, 16 orang meninggal dunia, dan 21 orang dinyatakan hilang.

Ia menambahkan bahwa kasus kecelakaan kapal mendominasi penanganan SAR sepanjang 2025 dengan persentase mencapai 64 persen dari total kejadian. Hal ini karena kondisi geografis Maluku Utara yang merupakan wilayah kepulauan dengan jarak antarpulau cukup jauh menjadi faktor utama tingginya angka kecelakaan transportasi laut.

“Kita melihat karakteristik Maluku Utara sebagai daerah kepulauan. Dimana transportasi utama masyarakat adalah pelayaran, baik untuk aktivitas nelayan maupun mobilitas sehari-hari. Hal ini menyebabkan kecelakaan kapal masih menjadi kasus terbanyak,” pungkas Irwan. (*)

Penulis : Sukarsi Muhdar

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Sambut Ramadan, Stok BBM di Ternate Dipastikan Aman
Masuk Gemusba, Rizal Marsaoly Siap Kawal Agenda Pemuda
Mini Kompetisi E-Katalog, Kontraktor Malut Ditantang Beradaptasi
Peringati HPN 2026, PWI Ternate Siapkan Dialog Publik dan Aksi Sosial
HPN 2026, Bupati Halsel Soroti Bahaya Hoaks dan Peran Pers
Pemkab Halsel Perkuat Disiplin ASN dan Tata Kelola Administrasi
Sampai Kapan Aksi Bom Ikan Berhenti di Kepulauan Gura Ici Halsel? 
Gubernur Malut : KUR Perkuat Modal Nelayan

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 06:06 WIT

Sambut Ramadan, Stok BBM di Ternate Dipastikan Aman

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:45 WIT

Masuk Gemusba, Rizal Marsaoly Siap Kawal Agenda Pemuda

Senin, 9 Februari 2026 - 23:11 WIT

Mini Kompetisi E-Katalog, Kontraktor Malut Ditantang Beradaptasi

Senin, 9 Februari 2026 - 18:29 WIT

Peringati HPN 2026, PWI Ternate Siapkan Dialog Publik dan Aksi Sosial

Senin, 9 Februari 2026 - 17:47 WIT

HPN 2026, Bupati Halsel Soroti Bahaya Hoaks dan Peran Pers

Berita Terbaru

Ketua DPC Hiswana Migas, Nasri Abubakar

Daerah

Sambut Ramadan, Stok BBM di Ternate Dipastikan Aman

Rabu, 11 Feb 2026 - 06:06 WIT

Daerah

Masuk Gemusba, Rizal Marsaoly Siap Kawal Agenda Pemuda

Selasa, 10 Feb 2026 - 12:45 WIT