Kasedata.id – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Ternate berkomitmen untuk menekan kasus stunting. Ini setelah digelar kegiatan sosialisasi bertajuk Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Bangga Kencana berbasis kearifan lokal untuk percepatan penurunan stunting tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Royal Resto Ternate, Kamis (22/1/2026).
Agenda tersebut dihadiri para camat, kepala puskesmas se-Kota Ternate, serta sejumlah pendamping Tim Percepatan Pengendalian Stunting.
Kepala BKKBN Kota Ternate, Rajman Makka, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk menyamakan persepsi sekaligus meningkatkan kapasitas aparat wilayah dan pendamping stunting agar tidak keliru dalam penggunaan istilah, bahasa, maupun pemahaman kriteria dampak stunting saat melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sosialisasi KIE Bangga Kencana ini dilakukan agar selanjutnya bisa disampaikan ke masyarakat berbasis kearifan lokal, sehingga lebih mudah dipahami,” ujar Rajman.
Menurutnya, pelatihan berbasis kearifan lokal penting dilakukan karena sebagian masyarakat belum sepenuhnya memahami bahasa formal atau nasional dalam isu kesehatan dan kependudukan.
“Tidak semua bahasa nasional bisa dipahami dengan baik oleh masyarakat. Karena itu, bahan komunikasi, edukasi, dan informasi tentang KB maupun stunting perlu disesuaikan dengan bahasa dan budaya lokal,” jelasnya.
Ia menambahkan, metode sosialisasi yang digunakan antara lain berupa poster dan pamflet dengan gaya bahasa daerah agar pesan yang disampaikan lebih efektif dan membumi.
Rajman menyebut Kota Ternate pada 2025 menjadi salah satu daerah dengan capaian penurunan stunting yang baik, sehingga perlu dipertahankan melalui berbagai inovasi dan konsep sosialisasi.
“Kota Ternate mendapat penghargaan sebagai daerah dengan angka stunting rendah. Selain itu, kita juga mengembangkan Kampung Keluarga Berkualitas atau Kampung KB melalui kolaborasi tokoh masyarakat, lurah, dan tokoh pemuda,” katanya.
Ia berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat agar seluruh upaya penanganan stunting berjalan optimal, termasuk dalam pendampingan ibu hamil hingga proses persalinan di fasilitas kesehatan.
“Kita ingin seluruh ibu hamil melahirkan di fasilitas kesehatan untuk mencegah risiko seperti pendarahan dan komplikasi lainnya,” pungkas Rajman. (*)
Penulis : Sukarsi Muhdar
Editor : Sandin Ar



![Ketua DPD PSI Kota Ternate, Jabar Abdul, bersama pengurus saat menyambangi panti asuhan untuk bernagi takji buka puasa [dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/03/Picsart_26-03-18_23-05-16-887-225x129.jpg)

![Pemerintah Kota Ternate bersama Kesultanan Ternate saat menggelar prosesi adat Festival Ela-Ela menyambut malam Lailatul Qadar [Foto : istimewa]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260317_045356-225x129.jpg)


