Duka di Puncak Dukono, Satu Korban Ditemukan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:56 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses evakuasi korban meninggal pendaki gunung dukono  [Foto : istimewa]

Proses evakuasi korban meninggal pendaki gunung dukono [Foto : istimewa]

Kasedata.id – Operasi SAR hari kedua terhadap tiga pendaki yang hilang di Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, membuahkan hasil.

Tim SAR Gabungan menemukan satu korban Warga Negara Indonesia (WNI) berjenis kelamin perempuan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara dua pendaki lainnya yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) masih dalam pencarian.

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, menjelaskan bahwa korban ditemukan pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 14.30 WIT. Tim yang melakukan penyisiran di sekitar bibir kawah Gunung Dukono menemukan korban bersama tas carrier miliknya di area tersebut.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar bibir kawah,” ujar Iwan.

Selanjutnya, korban dievakuasi menuju Posko Gabungan di Desa Mamuya, Kabupaten Halmahera Utara, dan tiba sekitar pukul 18.20 WIT. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi lebih lanjut. Proses evakuasi sempat mengalami keterlambatan akibat medan yang licin dan curam saat tim turun dari puncak gunung.

Dengan ditemukannya satu korban, Operasi SAR hari kedua resmi dihentikan sementara dengan hasil satu orang ditemukan meninggal dunia dan dua lainnya masih dinyatakan hilang. Pencarian akan dilanjutkan kembali pada Minggu (10/5/2026).

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Hanguskan Bangunan Sekolah di Halsel

Tim SAR Gabungan juga menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Diantaranya cuaca hujan serta abu vulkanik tebal yang terus dikeluarkan Gunung Dukono sehingga berpotensi mengancam keselamatan personel.

Operasi pencarian ini melibatkan Basarnas, Korem 152/Babullah, Kodim 1508/Tobelo, Polres Halmahera Utara, Kompi 732/Banau, Lanud Leo Wattimena, TNI AL, Brimob Polda Maluku Utara, BPBD Halmahera Utara, PVMBG, PT NHM, organisasi pecinta alam, Wanadri, serta masyarakat setempat.

Tim gabungan kini kembali bersiap melanjutkan pencarian dua korban yang masih hilang, berpacu dengan kondisi alam yang terus berubah. (*)

Penulis : Pewarta

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Ternate Tetapkan Tanggap Darurat, Titik Panas TPA Masih Mengancam
Gubernur Sherly Tegas, PT Intimkara Kena SP1 : Tak Perform, Putus Kontrak
Karhutla TPA Takome, Kodam XXVIII Moloku Kie Raha Siaga
KORMI Sula Segera Dilantik, Siapkan Olahraga Tradisional 2027
Maluku Utara Kebagian APBN Rp 160 Miliar, Ribuan Rumah Masuk Program Bedah
Kepala Balitbangda Malut Segera Ditentukan, BKD : SK Disiapkan
Pemprov Malut Lepas 40 Peserta Wisata Rohani ke Yerusalem
Persiapan Diklat Laskar Gerindra Malut Terus Dimatangkan, 400 Kader Bakal Digembleng

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:37 WIT

Ternate Tetapkan Tanggap Darurat, Titik Panas TPA Masih Mengancam

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:57 WIT

Gubernur Sherly Tegas, PT Intimkara Kena SP1 : Tak Perform, Putus Kontrak

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:24 WIT

Karhutla TPA Takome, Kodam XXVIII Moloku Kie Raha Siaga

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:32 WIT

KORMI Sula Segera Dilantik, Siapkan Olahraga Tradisional 2027

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:16 WIT

Maluku Utara Kebagian APBN Rp 160 Miliar, Ribuan Rumah Masuk Program Bedah

Berita Terbaru

Personel Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha saat melakukan pemantauan terhadap titik karhutla di lokasi TPA Takome

Peristiwa

Karhutla TPA Takome, Kodam XXVIII Moloku Kie Raha Siaga

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:24 WIT