Gagal Masuk SMA Favorit, Siswa di Ternate Alami Depresi

Sabtu, 5 Juli 2025 - 16:57 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ilustrasi

Foto : Ilustrasi

Kasedata.id – Seorang ibu bernama Sunarti Hasan tak kuasa menahan kesedihannya setelah anaknya dinyatakan tidak diterima di SMA Negeri 1 Ternate, salah satu sekolah favorit di Kota Ternate. Bahkan, ia mengungkap anaknya kini mengalami depresi karena merasa kehilangan harapan melanjutkan pendidikan di sekolah impian tersebut.

Kejadian ini bermula saat hasil Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) diumumkan pada 1 Juli 2025. Anak Sunarti, Muhammad, dinyatakan lulus dalam SPMB. Keesokan harinya, anak Sunarti  datang ke sekolah untuk menjalani proses verifikasi ulang berkas, pada awalnya semua berjalan normal.

Namun pada 4 Juli kemarin, pihak sekolah secara mengejutkan menyatakan bahwa anak Sunarti tidak diterima karena alasan domisili. Keputusan mendadak ini membuat keluarga bingung segaligus terpukul karena hampir seluruh sekolah lain telah menutup pendaftaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Anak saya di rumah depresi karena penyakit lamanya kambuh. Saya tadi sudah temui Pak Joko, metua Panitia SPMB SMA  Negeri 1 untuk minta penjelasan,” ujar Sunarti dengan nada kecewa kepada media, Sabtu (5/7/2025).

Baca Juga :  Musrenbang Ternate Tengah Dorong Penguatan City Branding dan Ekonomi Kreatif

Ia menyayangkan kurangnya kejelasan dari pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara terhadap proses SPMB yang justru berdampak psikologis pada anaknya.

“Kalau memang tidak terima, kenapa tidak dari awal saja.  Anak saya itu urutan ke-41 dari 212 pendaftar. Kalau sejak awal jelas, kami masih bisa mendaftar di sekolah lain. Tapi sekarang semua sudah tutup,” keluhnya.

Sunarti juga menegaskan bahwa kebijakan SPMB ini telah membuat banyak orang tua kehilangan kepercayaan, karena bukannya memberikan solusi justru membingungkan.

Sementara itu, Ketua Panitia SPMB SMA Negeri 1 Ternate, Joko Rasmono, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa hasil kelulusan dari sistem belum sepenuhnya final. Ia menegaskan bahwa diperlukan proses verifikasi faktual khususnya terhadap data domisili siswa, sebelum status lulus bisa dianggap sah.

Baca Juga :  BKD Malut Umumkan Tiga ASN Berprestasi 2025

“Dalam proses seleksi, orang tua sudah menandatangani surat pernyataan bahwa mereka akan melalui verifikasi faktual. Itu sesuai juknis (petunjuk teknis). Jadi yang tidak sesuai akan didiskualifikasi,” jelas Joko.

Ia menambahkan, saat ini ada 11 siswa yang bermasalah pada aspek domisili, sementara kuota yang tersedia di SMA Negeri 1 Ternate adalah 432 kursi, kini telah terisi oleh 421 siswa.

Ditempat terpisah, sejumlah orang tua siswa yang anaknya gagal masuk ke SMA Negeri 1 Ternate langsung menemui  Wakil Gubernur Malut, Hi Sarbin Sehe bersama Sekertaris Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Malut Ramli Kamaluddin. Pertemuan ini berlangsung di Kediaman Gubernur, Kelurahan Takoma, Kota Ternate, Sabtu (5/7/2025) sore,  untuk mendengarkan aspirasi para orang tua tersebut. (*)

Penulis : Sukarsi Muhdar

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Satu Tahun, Tugas Paskibraka Ternate Belum Usai
Pemkot Ternate Bakal Serahkan Penghargaan untuk 62 Paskibraka
DPRD Malut Setujui Tambahan Anggaran TPP ASN Rp 92,3 Miliar, Pemprov Diminta Tepat Sasaran
80 Jemaah Umrah Diberangkatkan Pemprov Malut, Layanan hingga Uang Saku Ditanggung
Pemprov Malut Bangun 40 Rumah Masyarakat Adat O’Hongana Manyawa
21 Polisi Kena PTDH, GP Ansor Malut Apresiasi Ketegasan Kapolda
Sekolah Kedinasan Jadi Rebutan, 198 Peserta Malut Adu Strategi di Simulasi CAT
Nurcholis, Dokter Spesialis Saraf Pulang Mengabdi di Bumi Hibualamo

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:07 WIT

Satu Tahun, Tugas Paskibraka Ternate Belum Usai

Selasa, 8 September 2026 - 13:48 WIT

Pemkot Ternate Bakal Serahkan Penghargaan untuk 62 Paskibraka

Senin, 7 September 2026 - 22:38 WIT

DPRD Malut Setujui Tambahan Anggaran TPP ASN Rp 92,3 Miliar, Pemprov Diminta Tepat Sasaran

Senin, 7 September 2026 - 20:23 WIT

80 Jemaah Umrah Diberangkatkan Pemprov Malut, Layanan hingga Uang Saku Ditanggung

Senin, 7 September 2026 - 16:41 WIT

21 Polisi Kena PTDH, GP Ansor Malut Apresiasi Ketegasan Kapolda

Berita Terbaru

Nuryadin Rachman

Daerah

Satu Tahun, Tugas Paskibraka Ternate Belum Usai

Selasa, 8 Sep 2026 - 14:07 WIT