Kasedata.id – Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Provinsi Maluku Utara (Dapil Malut), Irene Yusiana Roba Putri, memberikan apresiasi terhadap kinerja sejumlah balai di Maluku Utara, salah satunya Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Malut dalam membantu penanganan bencana alam seperti banjir yang terjadi di Kabupaten Halmahera Barat dan Halmahera Utara.
Apresiasi tersebut disampaikan Irene melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama seluruh mitra kerja Komisi V DPR RI yang dipimpin Ketua Komisi V, Lasarus, Selasa (27/1/2026). RDP tersebut membahas penanganan pasca bencana di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, termasuk Maluku Utara.
Dalam kesempatan itu, srikandi dari Fraksi PDI Perjuangan ini menyampaikan Dapilnya di Maluku Utara juga mengalami bencana alam di dua kabupaten, yakni Halmahera Barat dan Halmahera Utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia secara khusus mengapresiasi kinerja balai-balai di Maluku Utara termasuk BPJN yang dinilai sigap dan cepat turun ke lapangan menangani persoalan tersebut.
Menurut Irene, penanganan darurat memang sudah dilakukan dengan baik, namun ke depan perlu dibangun infrastruktur yang lebih kokoh agar sekaligus menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana jangka menengah dan panjang.
“Skala pendek darurat sudah tertangani, tapi jangka menengah dan panjangnya, harapannya apa yang dibangun nanti juga menjadi bagian dari mitigasi ke depan,” tegasnya.
Irene juga memaparkan sejumlah kebutuhan infrastruktur masyarakat yang mendesak seperti pembangunan dan perbaikan jembatan di Ake Aru dan Tutumaleo (Halmahera Utara), Sakita dan Tongute Ternate (Halmahera Barat), serta Ake Worimoi, Ake Doitia, Ake Puru, dan Ake Asmiro.
Ia juga menyoroti kondisi Kecamatan Loloda hingga kini masih terisolasi, serta belum terpenuhinya kebutuhan air bersih di sejumlah desa seperti Tolofuo, Totala, dan Totalajaya.
“Detail kebutuhan dan titik-titik bencana, baik di Tapanuli Tengah, Nias, maupun Maluku Utara, akan kami serahkan kepada mitra kerja untuk ditindaklanjuti,” jelas Irene.
Sebelumnya, dibawah komando Kepala BPJN Maluku Utara, Navy A.Umasangadji, bersama sejumlah personilnya bergerak cepat membantu penanganan pasca banjir di Kecamatan Ibu, Halmahera Barat. Dalam situasi darurat itu, satu unit alat berat jenis ekskavator dikerahkan untuk membersihkan material sisa banjir yang menghambat aktivitas warga.
Selain itu, BPJN Malut bersama Dinas PU Halmahera Utara juga melakukan survei lapangan di Loloda Utara untuk penanganan ruas jalan serta rencana pembangunan empat jembatan krusial, yakni Jembatan Ake Worimoi, Ake Doitia, Ake Puru, dan Ake Asmiro.
Survei itu dilakukan untuk mengetahui kondisi eksisting, menentukan bentang jembatan yang dibutuhkan, serta memantau perubahan kontur tanah akibat bencana di wilayah tersebut. (*)
Penulis : Pewarta
Editor : Sandin Ar






