Kasedata.id – Persoalan pertanian di Kota Ternate tidak lagi sebatas urusan produksi. Menurunnya minat masyarakat untuk bertani mulai menjadi tantangan serius yang harus dijawab organisasi petani bersama pemerintah daerah.
Kondisi itu menjadi salah satu perhatian utama Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, setelah resmi dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Ternate periode 2026-2030.
Nasri dilantik sebagai Ketua DPC HKTI Kota Ternate dalam rangkaian Musyawarah Daerah dan Pelantikan DPD HKTI Provinsi Maluku Utara, Senin (21/9/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi Nasri, HKTI harus hadir menjawab berbagai persoalan yang selama ini dihadapi petani, mulai dari kesejahteraan, sarana dan prasarana, hingga persoalan produksi.
“Ini sebuah tanggung jawab baru. Kita akan berkoordinasi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mengatasi apa yang menjadi permasalahan sektor pertanian, baik menyangkut kesejahteraan petani, sarana prasarana, maupun produksi,” kata Nasri begitu di wawancarai awak media di Bella Hotel Ternate.
Nasri mengungkapkan, jumlah petani di Kota Ternate dari waktu ke waktu semakin berkurang. Kondisi tersebut membuat HKTI tidak hanya dituntut memperjuangkan kesejahteraan petani yang ada, tetapi juga memikirkan bagaimana profesi bertani kembali diminati masyarakat.
“Setiap hari petani kita di Kota Ternate semakin menurun, semangat masyarakat untuk bertani juga semakin berkurang. Makanya kita akan dorong agar semangat untuk bertani lebih meningkat,” ucapnya.
Tantangan tersebut sejalan dengan pesan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Bidang Hukum DPN HKTI, Chaerul Amir, yang menilai kesejahteraan petani masih menjadi pekerjaan besar.
Menurut Chaerul, potensi pertanian Maluku Utara sangat besar. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan organisasi yang kuat dan sinergi nyata dengan pemerintah daerah.
“Realitasnya, petani-petani kita masih jauh dari kesejahteraan. Inilah tantangan bagi ketua DPC yang baru dilantik, bagaimana petani-petani kita di Maluku Utara benar-benar mendapatkan kesejahteraannya,” ujar Chaerul.
Ia menegaskan, perjuangan HKTI tidak boleh berhenti pada persoalan produksi. Perlindungan dan pemberdayaan petani harus menjadi perhatian, termasuk memastikan akses terhadap pupuk, permodalan serta harga hasil panen yang adil.
Petani juga perlu didorong agar tidak terus bergantung pada penjualan hasil pertanian dalam bentuk bahan mentah. Pengolahan dan pengembangan produk pertanian dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus memperbesar manfaat ekonomi yang diterima petani.
Dengan posisi Nasri sebagai Wakil Wali Kota Ternate sekaligus Ketua DPC HKTI, organisasi tersebut memiliki ruang yang lebih besar untuk membangun koordinasi dengan pemerintah daerah.
Nasri berharap kepengurusan baru DPC HKTI Kota Ternate dapat menjalankan fungsi tersebut secara bersama-sama dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
“Fokusnya bukan hanya menjaga keberadaan petani yang masih bertahan, tetapi juga menghidupkan kembali minat bertani, memperkuat produksi, dan memastikan kesejahteraan petani menjadi bagian dari agenda pembangunan Kota Ternate,” pungkasnya. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi




![Ahmad Nurrahman Nassim, S.H. [dok : kasedata.id]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260920_003536-225x129.jpg)
![Ketagangan para korban investasi Zahra Berkah saat berada di Mapolres Ternate, Kamis malam/Kasat Reskrim Polres Ternate IPTU Arif Budi Aji [sok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/09/IMG_20260919_235305-225x129.jpg)
