Kasedata.id – Sore di Lapangan Soa Raha, Kelurahan Sulamadaha, Kota Ternate, Jumat (10/4/2026), terasa begitu berwarna. Tak seperti biasanya, puluhan anak-anak berlarian dengan senyum sumringah ketika skuad Banten Warriors, julukan Dewa United FC, tiba di lapangan Sulamadaha untuk menjalani sesi latihan.
Momen spesial itu telah ditunggu anak-anak yang mungkin sebelumnya hanya hadir dalam mimpi mereka.
Di tengah hamparan rumput Sulamadaha, para pemain Dewa United FC menjalani sesi latihan perdana jelang laga menghadapi Malut United FC, Minggu malam (12/4/2026), di Gelora Kie Raha. Namun sore itu bukan sekadar tentang taktik dan strategi dalam latihan. Ada cerita lebih hangat bersama anak-anak Sulamadaha dari sekadar persiapan pertandingan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di bawah arahan pelatih asal Belanda, Jan Olde Riekerink, latihan berlangsung biasa. Tapi suasana mencair ketika para pemain mulai mendekati anak-anak yang sejak tadi menyaksikan dari pinggir lapangan. Senyum sumringah, tangan-tangan kecil mereka melambai, menyapa para fans (pemain) mereka yang selama ini hanya ditonton di layar kaca. Ada nama-nama besar seperti Egy Maulana Vikri, Ricky Kambuaya, Stefano Lilipaly, Rafael Struick, hingga Ivar Jenner yang baru bergabung dari FC Utrecht pada Februari lalu, yang kini dilihat secara langsung.
Mereka membaur, bercanda, bahkan ikut larut dalam tawa riang bersama bocah-bocah Sulamadaha itu.
Puncaknya, seusai latihan sang arsitek Jan Olde Riekerink membuat laga kecil 10 lawan 10 untuk menghibur anak-anak Sulamadaha. Sebuah pertandingan yang barangkali hanya terucap dalam doa dan harapan, kini benar-benar terjadi. Kaki-kaki kecil tanpa sepatu bola itu berlari tanpa ragu, menggiring bola melewati pemain yang selama ini hanya mereka lihat di layar kaca.
Setiap sentuhan bola disambut sorak. Setiap gol tercipta menghadirkan kegembiraan. Di wajah-wajah polos itu, terlihat jelas harapan mereka tentang mimpi menjadi pesepakbola suatu hari nanti.
Melalui unggahan di media sosial, klub berjuluk Banten Warriors itu menuliskan bahwa kebahagiaan sederhana seperti ini menjadi pengalaman yang tak ternilai. Bukan hanya bagi anak-anak, tetapi juga bagi para pemain Dewa United FC yang diingatkan kembali pada alasan pertama mereka mencintai sepak bola.
Sore itu, di lapangan Soa Raha bukan sekadar tempat latihan. Ia menjadi ruang perjumpaan antara mimpi dan kenyataan. Sebuah pengingat di balik geliat kompetisi, sepak bola tetap tentang senyum, harapan, dan cerita yang akan terus hidup di sudut-sudut kampung Sulamadaha. (*)
Penulis : Pewarta
Editor : Sandin Ar

![Pelatih Dewa United saat membuat laga kecil untuk menghibur anak-anak Sulamadaha usai latihan [ Foto : tangkapan layar Dewa United]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260411_192716-225x129.jpg)
![Bupati Halsel saat memukul gendang sebagai tanda dimulainya Simposium Halmahera Selatan [doc: Ridal/Kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260411-WA0002-225x129.jpg)



