Warga Kalumata Was-was Longsor di Area Bekas Galian C

Jumat, 9 Januari 2026 - 06:14 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemukan warga di wilayah bekas galian C RT 12, Kelurahan Kalumata, Kota Ternate [Foto : sukarsi/kasedata]

Pemukan warga di wilayah bekas galian C RT 12, Kelurahan Kalumata, Kota Ternate [Foto : sukarsi/kasedata]

Kasedata.id – Warga yang bermukim di wilayah Galian C RT 12, Kelurahan Kalumata, Kota Ternate, mengaku hidup dalam rasa was-was dan ketakutan pada malam hari. Kekhawatiran itu dipicu oleh material bekas galian yang kerap berjatuhan, apalagi saat cuaca buruk dan hujan lebat.

Jul, seorang warga yang tinggal di kawasan itu bersama istri dan dua anaknya mengatakan ancaman longsor selalu menghantui keluarganya. Menurutnya, kondisi bekas galian sangat rawan karena masih menyisakan material yang menggantung dan mudah runtuh.

“Beberapa malam kemarin kami sempat dengar suara runtuhan. Ini bekas galian, jadi sisa-sisa material yang menggantung itu sering jatuh. Mereka gali sembarangan, harusnya setelah selesai digali diperbaiki lagi. Mereka tidak tinggal disini, jadi tidak tahu rasanya ” ujar Jul, Kamis (8/1/2026).

Menurutnya, bukit bekas galian itu kerap runtuh meski tanpa hujan. Saat musim panas, material menjadi kering dan rapuh, sehingga ketika hujan turun, longsor kecil tak terhindarkan.

Kekhawatiran serupa juga disampaikan Santi, seorang ibu rumah tangga yang sudah menetap di kawasan tersebut. Ia mengaku kerap diliputi rasa takut setiap kali hujan deras mengguyur wilayah itu.

Baca Juga :  Simfoni Ruang di Gebe: Meluruskan Nalar Hukum “Tabolabale”

“Kalau hujan, kami tidak bisa tidur malam karena takut. Sering dengar suara batu jatuh pelan-pelan. Saudara saya yang tinggal di samping, kalau hujan langsung mengungsi ke rumah keluarganya. Tapi kami mau bagaimana lagi,” keluh Santi.

Warga berharap Pemerintah Kota Ternate segera turun tangan. Jika aktivitas galian sudah tidak lagi beroperasi, mereka meminta adanya intervensi khusus. Setidaknya membangun talud penahan atau langkah pengamanan lain guna mencegah longsor dan menjamin keselamatan warga yang tinggal di sekitar lokasi. (*)

Penulis : Sukarsi Muhdar

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Tak Sekadar Takjil, PSI Kota Ternate Bawa Senyum Ramadan ke Panti Asuhan
Muhammadiyah Halsel Salat Idul Fitri 20 Maret di Desa Tembal
Obor Ela-Ela Dinyalakan di Kedaton Ternate Sambut Lailatul Qadar
SBGN Malut Imbau Buruh Tak Terprovokasi Isu UMP dan PHK Tambang
BAM Futsal League di Halsel Resmi Berakhir
Kru Garda Nusantara Selamat, Kapal Tenggelam di Perairan Ternate
Keluarga Besar Tabloid Al-Kindi Reuni Ramadan, Teguhkan Komitmen
BPJN Malut : Proyek Jalan Nasional Digenjot Sesuai Prosedur

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:25 WIT

Tak Sekadar Takjil, PSI Kota Ternate Bawa Senyum Ramadan ke Panti Asuhan

Selasa, 17 Maret 2026 - 18:59 WIT

Muhammadiyah Halsel Salat Idul Fitri 20 Maret di Desa Tembal

Selasa, 17 Maret 2026 - 02:51 WIT

Obor Ela-Ela Dinyalakan di Kedaton Ternate Sambut Lailatul Qadar

Selasa, 17 Maret 2026 - 02:19 WIT

SBGN Malut Imbau Buruh Tak Terprovokasi Isu UMP dan PHK Tambang

Selasa, 17 Maret 2026 - 02:10 WIT

BAM Futsal League di Halsel Resmi Berakhir

Berita Terbaru

Daerah

Muhammadiyah Halsel Salat Idul Fitri 20 Maret di Desa Tembal

Selasa, 17 Mar 2026 - 18:59 WIT

Daerah

BAM Futsal League di Halsel Resmi Berakhir

Selasa, 17 Mar 2026 - 02:10 WIT