Pemprov Malut Pastikan Situasi Terkendali Pasca Gempa dan Bantuan Mulai Disalurkan

Kamis, 2 April 2026 - 14:39 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos. || dok : Ilham/Kasedata

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos. || dok : Ilham/Kasedata

Kasedata.Id Pemerintah Provinsi Maluku Utara memastikan kondisi pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Maluku Utara, Kamis (2/4/2026) pagi, kini berangsur terkendali.
Gempa yang terjadi pada pukul 05.48 WIB atau pukul 07.48 WIT dengan kedalaman 33 kilometer itu sempat memicu peringatan dini tsunami.

Namun, status tersebut telah resmi dicabut setelah hasil pemantauan terbaru menunjukkan tidak adanya potensi lanjutan yang membahayakan. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk tetap tenang sekaligus waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Berdasarkan laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara hingga pukul 13.00 WIT, dampak kerusakan terpantau di sejumlah wilayah, dengan kondisi paling terdampak berada di Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di wilayah tersebut, tercatat 5 unit rumah mengalami rusak berat dan 18 unit rusak ringan. Selain itu, sejumlah rumah ibadah turut terdampak, terdiri dari 4 gereja rusak ringan, 1 rusak sedang, dan 2 rusak berat.

Baca Juga :  2026, Pulau Obi Jadi Sasaran Pembangunan Pemprov Malut

Sementara di daerah lain seperti Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Halmahera Utara, dan Halmahera Selatan, dilaporkan terjadi kerusakan ringan hingga sedang, disertai langkah evakuasi warga sebagai bentuk antisipasi.

Menanggapi situasi ini, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menegaskan bahwa pemerintah hadir penuh untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan masyarakat terdampak.

“Situasi saat ini sudah berangsur terkendali. Pemerintah memastikan seluruh masyarakat terdampak, khususnya di Batang Dua, mendapatkan perhatian dan bantuan yang dibutuhkan. Kami bersama Pemkot Ternate hadir dan akan terus mendampingi hingga kondisi benar-benar pulih,” ucap Sherly.

Pemerintah Provinsi juga mengapresiasi respons cepat seluruh unsur, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, BMKG, BPBD, TNI/Polri, hingga masyarakat yang sigap melakukan evakuasi mandiri berdasarkan informasi resmi.

“Sejak awal kejadian, penanganan darurat dilakukan secara terpadu dengan fokus utama pada keselamatan warga, pendataan dampak, serta pemenuhan kebutuhan dasar. Khusus untuk wilayah Batang Dua, bantuan logistik mulai disalurkan sejak hari ini. Bantuan tersebut meliputi kebutuhan pangan, perlengkapan keluarga, serta dukungan logistik guna memastikan masyarakat tetap terlindungi,” sebutnya.

Baca Juga :  BPBJ Malut Sosialisasi Strategi Optimalisasi Pengadaan Barang dan Jasa

Adapun rincian bantuan yang disalurkan antara lain, 500 kilogram beras, 30 kasur, 1 tenda keluarga, 70 karton mi instan, 1.200 paket lauk siap saji, 100 liter minyak goreng, 120 kaleng ikan, 96 botol kecap, 144 boks teh, 144 kaleng susu kental manis. Kemudian, 100 kilogram gula, 30 lembar terpal, 16 paket perlengkapan anak, dan 50 lembar selimut.

“Distribusi bantuan akan terus dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Pemerintah juga kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta selalu mengikuti arahan dari petugas dan sumber resmi,” imbau Gubernur Sherly.

Dengan kondisi yang semakin kondusif dan dukungan semua pihak, proses pemulihan diharapkan dapat berjalan cepat.

Seperti disampaikan Gubernur, “Kita mungkin diguncang, tetapi kita tidak sendiri. Dengan kebersamaan, kita akan mampu melewati situasi ini dan bangkit kembali,” pungkasnya. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Muhajirin Serap Aspirasi Warga Halbar, Pendidikan, Air Bersih dan Petani Jadi Prioritas
Solar Subsidi Jadi Atensi, Pemprov Malut dan BPH Migas Awasi Ketat Seluruh SPBU
Pemprov Malut Perketat Pengawasan Solar Subsidi, Mafia BBM Mulai Dibidik
Dikbud Malut Matangkan SPMB 2026, Hapus Stigma Sekolah Favorit dan Tutup Celah “Orang Dalam”
SMAN 2 Ternate Pamer Kecanggihan Robotik, Kadikbud Malut Apresiasi Terobosan Visioner
Stabilkan Pangan Jelang Idul Adha, Gubernur Malut Kirim 100 Sapi ke Seluruh Daerah
Putra-Putri Pulau Obi yang Menjadi Tuan Rumah di Industri Nikel
Dari Kampung Leluhur Benny Laos, Warga Moti Kini Menanti Kehadiran Pemerintah

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 20:36 WIT

Muhajirin Serap Aspirasi Warga Halbar, Pendidikan, Air Bersih dan Petani Jadi Prioritas

Senin, 18 Mei 2026 - 19:20 WIT

Solar Subsidi Jadi Atensi, Pemprov Malut dan BPH Migas Awasi Ketat Seluruh SPBU

Senin, 18 Mei 2026 - 19:03 WIT

Pemprov Malut Perketat Pengawasan Solar Subsidi, Mafia BBM Mulai Dibidik

Senin, 18 Mei 2026 - 16:53 WIT

Dikbud Malut Matangkan SPMB 2026, Hapus Stigma Sekolah Favorit dan Tutup Celah “Orang Dalam”

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:55 WIT

Stabilkan Pangan Jelang Idul Adha, Gubernur Malut Kirim 100 Sapi ke Seluruh Daerah

Berita Terbaru

Rumah warga Fitu saat terbakar [Foto : Iin Afriyanti/Kasedata]

Hukum & Peristiwa

Rumah Warga Fitu di Ternate Hangus Terbakar

Senin, 18 Mei 2026 - 14:17 WIT