Kasedata.id – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, memperkuat langkah diplomasi daerah dengan melakukan pertemuan strategis bersama Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Y.M. Yoon Soon-gu, di Kantor Kedutaan Besar Republik Korea, Jakarta, Jum’at (17/4/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mendorong perluasan kerja sama antara Provinsi Maluku Utara dan Republik Korea, khususnya pada sektor-sektor unggulan seperti pertambangan, energi, perikanan, dan pariwisata.
Dalam dialog tersebut, kedua pihak membahas peluang konkret pengembangan investasi yang tidak hanya berorientasi pada eksploitasi sumber daya, tetapi juga menekankan keberlanjutan, peningkatan nilai tambah, serta dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu poin yang mengemuka adalah peran perusahaan asal Korea, POSCO, dalam pengembangan industri hilirisasi nikel melalui skema joint venture di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), yang dinilai strategis dalam memperkuat posisi Maluku Utara di rantai industri global.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan komitmennya menjaga iklim investasi yang sehat, kondusif, transparan, dan akuntabel dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi, perlindungan lingkungan, serta tanggung jawab sosial perusahaan.
Gubernur Sherly menekankan bahwa setiap investasi yang masuk harus memberikan manfaat nyata, mulai dari peningkatan nilai tambah sumber daya alam, penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.
“Maluku Utara terbuka terhadap kemitraan yang sehat dan berkeadilan. Kami memastikan setiap investasi berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat serta daerah,” tegasnya.
Lebih jauh, Pemprov Maluku Utara juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas investasi, sekaligus mendorong praktik industri yang bertanggung jawab secara sosial dan berwawasan lingkungan.
Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua pihak dalam memperkuat hubungan bilateral yang saling menguntungkan, sekaligus memperkokoh posisi Maluku Utara sebagai salah satu episentrum pertumbuhan industri strategis berbasis sumber daya alam di Indonesia. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi






