Poros Tiga Menteri Menguat, Peta Muktamar NU 2026 Mulai Terkunci

Jumat, 24 April 2026 - 15:22 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko PMK Abdul Muhaimin Iskandar (kiri), Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Agama Nasarudin Umar, dan Andi Jumaro Dulung, Ketua MPO PB IKA PMII. || dok : Kasedata

Menko PMK Abdul Muhaimin Iskandar (kiri), Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Agama Nasarudin Umar, dan Andi Jumaro Dulung, Ketua MPO PB IKA PMII. || dok : Kasedata

Kasedata.id – Momentum halalbihalal dimanfaatkan PB IKA PMII bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi panggung konsolidasi besar jelang Muktamar Nahdlatul Ulama 2026. Bertempat di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Minggu (19/4/2026) malam, forum ini menjelma menjadi arena strategis membaca peta kekuatan dan arah masa depan organisasi.

Deretan tokoh nasional lintas sektor dari pejabat negara, politisi, hingga profesional hadir dalam satu ruang. Namun di balik suasana hangat pasca-Idulfitri, tersimpan agenda serius untuk merapatkan barisan alumni PMII untuk menghadapi momentum krusial Muktamar NU.

Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) PB IKA PMII, Andi Jamaro Dulung, menegaskan bahwa pertarungan arah NU ke depan sangat ditentukan oleh soliditas tiga figur kunci alumni PMII di lingkar kekuasaan. Mereka adalah Muhaimin Iskandar, Nusron Wahid, dan Nasaruddin Umar.

“Jika tiga tokoh ini satu frekuensi, ini bukan sekadar simbol. Ini kekuatan riil politik, kultural, dan struktural yang bisa mengunci arah muktamar,” tegas Andi melalui rilis yang diterima Kasedata.id, Jum’at (24/4/2026).

Menurutnya, penyatuan visi ketiganya berpotensi melahirkan poros besar yang mampu menggerakkan jaringan PMII secara masif, terorganisir, hingga ke struktur NU di daerah.

“Saya siap mengonsolidasikan kekuatan hingga ke PCNU dan PWNU. Ini kerja besar harus satu komando, satu visi,” ujarnya lugas.

Baca Juga :  Komisi V DPR RI Kawal Aspirasi Pemprov Malut, Konektivitas Antarpulau Diperkuat

Andi mengingatkan, konsolidasi ini tidak boleh terjebak pragmatisme kekuasaan jangka pendek. Jaringan alumni PMII yang tersebar nasional adalah modal strategis yang harus diarahkan untuk memperkuat NU sebagai kekuatan Islam moderat, inklusif, dan relevan di tengah perubahan global.

“Ini bukan sekadar soal siapa memimpin. Ini soal menjaga NU tetap kokoh sebagai pilar keumatan,” katanya.

Ia menutup dengan peringatan tegas: momentum menuju muktamar adalah penentu arah.

“Soliditas tiga tokoh ini bisa jadi magnet konsolidasi nasional. Jika dikelola serius, bukan hanya menentukan hasil muktamar, tapi juga memperkuat posisi NU dalam lanskap keislaman dan kebangsaan Indonesia,” pungkasnya. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Kapolri Berganti, KMND Dorong Reformasi Polri Berorientasi Publik
Putra Makayoa Tembus Kabinet Prabowo, Saleh Mustafa Kini Jabat Wamentan
Malut Jadi Titik Serap Aspirasi, RUU Daerah Kepulauan Didorong Segera Sah
Kepala BGN Siap Tutup Dapur MBG Bermasalah, Tak Peduli Punya Siapa
Ketum HKTI Sudaryono Lantik Gubernur Malut, Dorong Program Pertanian Dekat ke Petani
DPMPTSP Malut Bawa Layanan Investasi Tembus Peringkat Pertama Nasional
Sherly Ngadu ke DPR, TORA Maluku Utara 16 Ribu Hektare Masih Menggantung
Ngadu ke DPR, Sherly Bongkar 16 Ribu Hektare TORA Malut Setahun Tak Jelas

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:38 WIT

Kapolri Berganti, KMND Dorong Reformasi Polri Berorientasi Publik

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:22 WIT

Putra Makayoa Tembus Kabinet Prabowo, Saleh Mustafa Kini Jabat Wamentan

Rabu, 30 September 2026 - 13:40 WIT

Malut Jadi Titik Serap Aspirasi, RUU Daerah Kepulauan Didorong Segera Sah

Senin, 21 September 2026 - 19:50 WIT

Kepala BGN Siap Tutup Dapur MBG Bermasalah, Tak Peduli Punya Siapa

Senin, 21 September 2026 - 17:01 WIT

Ketum HKTI Sudaryono Lantik Gubernur Malut, Dorong Program Pertanian Dekat ke Petani

Berita Terbaru

Jembatan Ake Busale di ruas Saketa-Dehepodo, Kabupaten Halmahera Selatan [dok : kasedata]

Daerah

Rampung 100 Persen, Akses Saketa-Dehepodo Kembali Lancar

Jumat, 2 Okt 2026 - 12:54 WIT