Kasedata.id – Momentum halalbihalal dimanfaatkan PB IKA PMII bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi panggung konsolidasi besar jelang Muktamar Nahdlatul Ulama 2026. Bertempat di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Minggu (19/4/2026) malam, forum ini menjelma menjadi arena strategis membaca peta kekuatan dan arah masa depan organisasi.
Deretan tokoh nasional lintas sektor dari pejabat negara, politisi, hingga profesional hadir dalam satu ruang. Namun di balik suasana hangat pasca-Idulfitri, tersimpan agenda serius untuk merapatkan barisan alumni PMII untuk menghadapi momentum krusial Muktamar NU.
Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) PB IKA PMII, Andi Jamaro Dulung, menegaskan bahwa pertarungan arah NU ke depan sangat ditentukan oleh soliditas tiga figur kunci alumni PMII di lingkar kekuasaan. Mereka adalah Muhaimin Iskandar, Nusron Wahid, dan Nasaruddin Umar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jika tiga tokoh ini satu frekuensi, ini bukan sekadar simbol. Ini kekuatan riil politik, kultural, dan struktural yang bisa mengunci arah muktamar,” tegas Andi melalui rilis yang diterima Kasedata.id, Jum’at (24/4/2026).
Menurutnya, penyatuan visi ketiganya berpotensi melahirkan poros besar yang mampu menggerakkan jaringan PMII secara masif, terorganisir, hingga ke struktur NU di daerah.
“Saya siap mengonsolidasikan kekuatan hingga ke PCNU dan PWNU. Ini kerja besar harus satu komando, satu visi,” ujarnya lugas.
Andi mengingatkan, konsolidasi ini tidak boleh terjebak pragmatisme kekuasaan jangka pendek. Jaringan alumni PMII yang tersebar nasional adalah modal strategis yang harus diarahkan untuk memperkuat NU sebagai kekuatan Islam moderat, inklusif, dan relevan di tengah perubahan global.
“Ini bukan sekadar soal siapa memimpin. Ini soal menjaga NU tetap kokoh sebagai pilar keumatan,” katanya.
Ia menutup dengan peringatan tegas: momentum menuju muktamar adalah penentu arah.
“Soliditas tiga tokoh ini bisa jadi magnet konsolidasi nasional. Jika dikelola serius, bukan hanya menentukan hasil muktamar, tapi juga memperkuat posisi NU dalam lanskap keislaman dan kebangsaan Indonesia,” pungkasnya. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi

![Aksi pedagang/Sekda Kota Ternate saat diwawancarai media[Foto : angga/kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/04/Picsart_26-04-24_22-28-17-969-225x129.jpg)




