Kasedata.id – Kekalahan kembali dialami Malut United saat menjamu Persebaya Surabaya pada pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026. Bertanding di Stadion Gelora Kie Raha, Kamis malam (24/4/2026), Laskar Kie Raha takluk dengan skor 0-2.
Hasil ini memantik reaksi keras dari pendukung atau suporter yang mendesak manajemen segera mengevaluasi pelatih kepala Hendri Susilo. Pasalnya, dalam lima laga terakhir Malut United mencatat tiga kekalahan dan dua hasil imbang, tanpa satu pun kemenangan.
Tren negatif tersebut menempatkan Malut United di persimpangan musim. Tinggal lima pertandingan tersisa, mereka dihadapkan pada dua pilihan. Bangkit dan menjaga posisi di papan atas atau tersisih dari persaingan klasemen akhir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jangan terlarut dalam keterpurukan di tengah situasi sulit ini. Malut United bisa bangkit jika kita bersama,” ujar gelandang Wbeymar Angulo seusai pertandingan melawan Persebaya.
Dalam laga itu, dua gol Persebaya dicetak Milos Raickovic pada menit ke-73 dan Francisco Rivera pada masa injury time (90+1’).
Secara permainan, Malut United sebenarnya tampil menjanjikan di babak pertama. Gustavo Franca dan kawan-kawan melepaskan tiga tembakan. Dua diantaranya mengarah tepat ke gawang. Sebaliknya, Persebaya nyaris tanpa ancaman berarti.
Namun, situasi berubah di babak kedua. Bajul Ijo tampil lebih efektif dengan empat tembakan tepat sasaran. Dua diantaranya berbuah gol yang memupus harapan tuan rumah meraih poin.
“Secara permainan, kami tidak sepenuhnya kalah. Namun, masalah kami adalah tidak bisa mencetak gol dan memaksimalkan peluang,” ujar Hendri Susilo dalam sesi jumpa pers.
Ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh suporter karena belum mampu menghadirkan kemenangan bagi masyarakat Maluku Utara.
“Hasil ini sangat mengecewakan bagi pelatih, pemain, dan suporter. Kami mohon maaf karena belum bisa memberikan kemenangan,” katanya.
Kekalahan tersebut membuat Malut United tertahan di peringkat kelima klasemen sementara dengan koleksi 46 poin dari 29 pertandingan. Rangkaian hasil minor itu semakin menekan mentalitas tim jelang akhir musim.
“Deretan hasil negatif membawa kami ke situasi sulit. Ini berat bagi pemain, fans Malut United,” tutur Angulo.
Gelandang yang pernah memperkuat tim nasional Armenia itu menegaskan, kebersamaan menjadi kunci untuk keluar dari tekanan.
Menurut Angulo, laga berikut melawan PSBS Biak menjadi momentum krusial untuk kembali ke jalur kemenangan. Satu kemenangan diyakini mampu mengembalikan kepercayaan diri tim.
“Kami harus bangkit bersama dan berusaha memenangi pertandingan. Malut United pernah keluar dari masa sulit, dan kami harus melakukannya lagi sekarang,” tegasnya.
Sementara, Hendri Susilo memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh, terutama dalam membenahi mentalitas pemain dan efektivitas penyelesaian akhir.
“Kami akan evaluasi total. Banyak aspek yang perlu diperbaiki untuk menghadapi lima laga sisa,” ujarnya.
Dalam lima pertandingan terakhir musim ini, Malut United dijadwalkan menghadapi PSBS Biak, Persis Solo, PSIM Yogyakarta, Persita Tangerang, dan Borneo FC.
Laga terdekat kontra PSBS Biak digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (28/4/2026). Pertandingan ini bisa menjadi titik balik kebangkitan, atau justru memperpanjang tekanan bagi Laskar Kie Raha. (*)
Penulis : Pewarta
Editor : Sandin Ar


![Ketua Prodi Sosiologi FISIP UMMU, Amrul Djana, S.Sos., M.Si., [dok : kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260424_020156-225x129.jpg)
![Pemusanahan barang bukti di halaman kantor Kejari Halsel [Foto : ridal/kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260423_205141-225x129.jpg)


