Pemprov Malut dan BI Siap Dorong UMKM Tembus Pasar Nasional

Senin, 11 Mei 2026 - 17:55 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten II Setda, Sri Haryanti Hatari membuka kegiatan Serangkaian Kurasi UMKM dan Wirausaha Unggulan BI (SERUMBI) 2026. || dok : Kasedata

Asisten II Setda, Sri Haryanti Hatari membuka kegiatan Serangkaian Kurasi UMKM dan Wirausaha Unggulan BI (SERUMBI) 2026. || dok : Kasedata

Kasedata.id Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Bank Indonesia terus tancap gas mendorong pelaku UMKM naik kelas. Hal itu ditandai dengan dibukanya kegiatan Serangkaian Kurasi UMKM dan Wirausaha Unggulan BI (SERUMBI) 2026 oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara yang diwakili Asisten II Setda, Sri Haryanti Hatari, di Aula Maitara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Senin (11/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung hingga 13 Mei 2026 itu menjadi langkah strategis memperkuat kapasitas, kualitas, hingga daya saing UMKM lokal agar mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Handi Susila, Kepala BPOM Maluku Utara, Kadis Koperasi dan UMKM Provinsi Maluku Utara Wa Zahariah, pimpinan OPD lingkup Pemprov Malut, OPD Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan, pimpinan perbankan di Maluku Utara, Ketua LP3H IAI As-Siddiq Kie Raha Maluku Utara, serta ratusan pelaku UMKM dari berbagai daerah di Maluku Utara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Handi Susila, menegaskan komitmen BI sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan UMKM berbasis digital.

Menurutnya, tantangan geografis Maluku Utara sebagai daerah kepulauan tidak boleh menjadi penghambat pelaku usaha untuk berkembang. Karena itu, digitalisasi menjadi kunci agar produk UMKM Malut mampu menjangkau pasar lebih luas.

“UMKM sekarang harus berani masuk ke pasar digital. Jangan hanya mengandalkan penjualan offline. Marketplace dan media sosial harus dimanfaatkan maksimal,” tegas Handi.

Baca Juga :  Maluku Utara Bersiap Hadapi Dampak Tarif Resiprokal

Ia juga menyoroti besarnya potensi produk khas Maluku Utara, mulai dari kopi rempah hingga wastra dan batik daerah yang dinilai punya peluang besar menembus pasar nasional.

“Kenapa kita tidak mencoba kopi rempah ?. Itu sudah menjadi identitas Ternate dan Maluku Utara. Di mana-mana orang mulai bicara sesuatu pasti diawali dengan ngopi,” ujarnya.

Sementara itu, mewakili Sekda Maluku Utara, Asisten II Sri Haryanti Hatari memberikan apresiasi tinggi kepada Bank Indonesia yang terus bersinergi dengan Pemprov dalam membina UMKM secara berkelanjutan.

Menurutnya, SERUMBI 2026 bukan sekadar pelatihan biasa, tetapi langkah konkret untuk memastikan UMKM Maluku Utara mampu berkembang dari sisi produksi, pemasaran, hingga akses pasar nasional.

“SERUMBI 2026 adalah bentuk nyata sinergi BI dan Pemprov Maluku Utara untuk memastikan UMKM tidak hanya dibina, tetapi juga difasilitasi sampai masuk pasar yang lebih luas,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Sri Haryanti memaparkan tiga fokus utama pengembangan UMKM di Maluku Utara.
Pertama, perluasan akses digital melalui transformasi pemasaran berbasis teknologi. Kedua, penguatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil. Ketiga, pengembangan potensi ekspor produk unggulan daerah.

Ia mengungkapkan, arahan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, Pemprov telah menyalurkan bantuan modal usaha bagi UMKM riil di Sofifi dan Ternate dengan nilai Rp 3 juta hingga Rp 15 juta dengan bunga ringan sebesar 0,01 persen.

Baca Juga :  Sarbin Sehe Resmi Daftarkan Diri sebagai Calon Ketua KONI Malut

Selain itu, perbankan juga diminta aktif melakukan pendampingan agar pelaku usaha mampu bertahan dan berkembang.
Sri Haryanti turut menyoroti potensi besar sektor non-tambang seperti kopi rempah, hasil laut, hingga kerajinan lokal yang harus diperkuat melalui standar kualitas dan sertifikasi produk.

“Jangan sampai ikan ditangkap di Maluku Utara, lalu dikemas di Surabaya dan dijual ke Jepang memakai label daerah lain. Produk Malut harus punya identitas sendiri dengan label ‘Made in Maluku Utara’,” tegasnya.

Berdasarkan data pemerintah, Maluku Utara saat ini memiliki sekitar 195 ribu UMKM, dengan 95 persen di antaranya merupakan usaha mikro yang menyerap hampir 585 ribu tenaga kerja.

Meski pertumbuhan ekonomi Maluku Utara tahun 2026 mencapai 19,64 persen atau tertinggi secara nasional, namun sektor pertambangan masih menjadi penopang utama ekonomi daerah.

Karena itu, Pemprov mulai mendorong penguatan sektor pertanian, perikanan, kehutanan, dan UMKM agar ekonomi daerah tidak terus bergantung pada tambang.

“Tambang ada masanya dan suatu saat akan habis. Ketika itu terjadi, maka pelaku UMKM akan menjadi penopang utama ekonomi daerah. Selama menghasilkan produk berkualitas, UMKM tidak akan pernah mati,” tandas Sri Haryanti.

Di akhir sambutannya, Pemprov Maluku Utara berpesan kepada seluruh pelaku UMKM agar terus menjaga kualitas produk, konsistensi rasa, memperbaiki kemasan, serta memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran.

“Digitalisasi hari ini bukan lagi pilihan, tapi keharusan,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

DPRD Malut dan Pemprov Geram Solar Subsidi Langka di Pasaran
Bunda Literasi Malut Dikukuhkan, Wagub Ajak Warga Bangun Budaya Membaca
DPPPA Malut Luncurkan Empat Program Unggulan
Rakon TP PKK Malut Fokus Sinkronisasi Program 2026
Kelangkaan Solar Subsidi Kembali Picu Kemarahan Besar Sopir Truk
Satpol PP Ternate Gelar Patroli “Tagi Hohu Kololi Gam” 
Selasa 12 Mei, Jenazah Mantan Wali Kota Tiba di Ternate
Pengukuhan dan Raker, IKA PMII Malut Komitmen Dukung Pembangunan Daerah

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 18:44 WIT

DPRD Malut dan Pemprov Geram Solar Subsidi Langka di Pasaran

Senin, 11 Mei 2026 - 17:55 WIT

Pemprov Malut dan BI Siap Dorong UMKM Tembus Pasar Nasional

Senin, 11 Mei 2026 - 17:42 WIT

Bunda Literasi Malut Dikukuhkan, Wagub Ajak Warga Bangun Budaya Membaca

Senin, 11 Mei 2026 - 15:44 WIT

Rakon TP PKK Malut Fokus Sinkronisasi Program 2026

Senin, 11 Mei 2026 - 12:21 WIT

Kelangkaan Solar Subsidi Kembali Picu Kemarahan Besar Sopir Truk

Berita Terbaru

Sukarsi Muhdar/Penulis

Opini

Sagu, Riwayatmu Kini

Senin, 11 Mei 2026 - 19:21 WIT

View lago montana diambil dari udara [dok : kasedata]

Opini

Lago Montana, Wajah Baru Pariwisata Maluku Utara

Senin, 11 Mei 2026 - 17:37 WIT