Kasedata.id – Nama Persiter Ternate pernah menjadi kebanggaan sepak bola Maluku Utara. Pada era 2005 hingga 2007, mampu bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia dan menjadi salah satu tim paling disegani. Waktu berjalan, kejayaan itu perlahan meredup hingga nama Persiter harus lama vakum dari kompetisi nasional. Kini, harapan itu kembali hidup.
Di tengah kerinduan ribuan pecinta sepak bola kepada tim legenda ini, Pemerintah Kota Ternate menggelar forum bertajuk “Bacarita Persiter” di Lantai III Kantor Wali Kota Ternate, Kamis (23/7/2026). Forum ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi menjadi titik awal kebangkitan Persiter menuju kompetisi nasional.
Wali Kota Ternate yang juga Ketua Umum Persiter, M. Tauhid Soleman, mengumpulkan para legenda Persiter, pengurus klub-klub bola Ternate, KONI Ternate, PSSI Ternate, PSSI Maluku Utara, hingga para pecinta sepak bola untuk menyatukan tekad menghidupkan kembali tim kebanggaan Laskar Kie Raha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana forum dipenuhi cerita, masukan, dan harapan. Para legenda mengenang perjalanan Persiter ketika Stadion Gelora Kie Raha menjadi arena paling ditakuti tim-tim tamu, sekaligus menyampaikan berbagai masukan agar Persiter kembali berdiri kokoh.
Sekretaris Umum Persiter, Rizal Marsaoly, kepada media mengatakan forum itu menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi baru Persiter agar mampu kembali bersaing secara profesional.
Menurutnya, salah satu tahapan penting adalah pembentukan badan hukum Persiter dalam bentuk Perseroan Terbatas (PT). Proses itu telah mencapai sekitar 90 persen dan nantinya pengelolaan klub berada dibawah PT Malut Maju Sejahtera (MMS).
“Ini menjadi fondasi penting agar Persiter dikelola secara profesional sesuai regulasi sepak bola nasional,” ujar Rizal.
Ia menjelaskan bahwa sebagai langkah awal Persiter akan memulai perjalanan dari Liga 4 tahun 2027 dengan target promosi secara bertahap hingga kembali tampil di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Sebagai bagian dari persiapan, seleksi pemain dijadwalkan berlangsung pada September hingga Oktober 2026. Seluruh kebutuhan operasional tim nantinya akan ditanggung PT MMS, mengingat regulasi PSSI tidak boleh menggunakan APBD untuk membiayai klub sepak bola profesional.
Selain pembentukan tim, rencana penyelenggaraan Turnamen Piala Wali Kota yang difasilitasi PSSI Maluku Utara. Turnamen ini direncanakan digelar pada akhir 2026 atau awal 2027 sebagai ajang pemanasan sekaligus proses seleksi pemain menuju Liga 4. Begitu pula dengan Stadion Gelora Kie Raha tetap menjadi markas Persiter sesuai komitmen bersama dengan PT MMS.
Kebangkitan Persiter bukan hanya soal membentuk sebuah tim sepak bola. Lebih dari itu, Persiter adalah identitas, kebanggaan, dan simbol persatuan masyarakat yang selama bertahun-tahun merindukan atmosfer kompetisi nasional kembali hadir di Kota Ternate.
Dari “Bacarita Persiter”, harapan itu, kini kembali hidup. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, maka Laskar Kie Raha kembali memulai perjalanan dari bawah dengan mimpi besar untuk mengembalikan nama Kejayaan Persiter ke panggung sepak bola nasional. (*)
Penulis : Pewarta
Editor : Sandin Ar



![Panitia usai menggelar Technical Meeting (TM) dengan seluruh manajer tim di Gedung Rektorat Universitas Khairun [dok : zulkifli/kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260724-WA0000-225x129.jpg)




