Kasedata.id – Persaingan putra-putri Maluku Utara untuk menembus sekolah kedinasan melalui pola pembibitan Pemerintah Provinsi Maluku Utara tahun 2026 dipastikan cukup ketat. Sebanyak 198 peserta harus bersaing memperebutkan hanya 20 kuota pada tiga sekolah kedinasan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Pemprov Malut menggelar Simulasi Computer Assisted Test (CAT) bagi calon peserta sekolah kedinasan pola pembibitan di UPT BKN Ternate yang berlangsung Selasa, 8 September 2026, besok.
Kepala BKD Maluku Utara, Zulkifli Bian, mengatakan simulasi CAT tidak sekadar menjadi latihan mengerjakan soal. Lebih dari itu, kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman kepada peserta mengenai mekanisme seleksi berbasis komputer sekaligus mengukur kesiapan mereka sebelum menghadapi tahapan seleksi sebenarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Peserta tidak hanya dituntut menguasai materi. Mereka juga harus memahami teknis pengerjaan CAT, mampu mengatur waktu, teliti dalam menjawab soal dan memiliki kesiapan menghadapi ujian berbasis komputer,” kata Zulkifli kepada media ini, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, pengalaman mengikuti simulasi diharapkan dapat mengurangi kendala teknis maupun psikologis yang berpotensi muncul ketika peserta mengikuti tes resmi.
“Dengan simulasi ini, peserta bisa mengetahui sejauh mana kesiapan masing-masing. Dari situ mereka dapat mengevaluasi kelemahan dan menentukan bagian yang masih harus diperbaiki,” ujarnya.
Zulkifli menjelaskan, tiga sekolah kedinasan yang menjadi bagian dari pola pembibitan Pemprov Maluku Utara tahun ini yakni Politeknik Statistika STIS, Politeknik Keuangan Negara STAN, dan Politeknik Transportasi Darat (STTD).
Total kuota yang tersedia sebanyak 20 orang. Rinciannya, STIS memperoleh 6 kuota dengan 35 pelamar, STAN 8 kuota dengan 53 pelamar, sedangkan STTD menyediakan 6 kuota dengan jumlah pelamar mencapai 110 orang.
Dengan komposisi tersebut, rata-rata terdapat hampir 10 peserta yang harus bersaing untuk mendapatkan satu kuota.
“Persaingan paling tinggi terdapat di STTD. Ada 110 peserta yang memperebutkan 6 kuota. Ini menunjukkan minat putra-putri Maluku Utara terhadap pendidikan kedinasan cukup tinggi,” jelasnya.
Ia menilai tingginya jumlah peserta harus diimbangi dengan persiapan yang serius. Peserta tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga perlu memperkuat strategi mengerjakan soal secara cepat dan tepat.
“Peserta harus mempersiapkan diri secara optimal. Bukan hanya dari aspek kompetensi dasar, tetapi juga kemampuan mengerjakan soal dengan cepat dan tepat serta kesiapan menghadapi seluruh rangkaian seleksi,” sebutnya.
Bagi Zulkifli, hasil simulasi CAT juga memiliki nilai penting bagi penyelenggara. Data dari simulasi dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk melihat kemampuan peserta sekaligus menentukan pola pembinaan yang lebih terarah.
“Kalau kita mengetahui kemampuan masing-masing peserta, pembinaan selanjutnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Jadi tidak hanya memberikan latihan secara umum, tetapi bisa lebih terarah,” tegas Zulkifli.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak jelas mengenai proses penerimaan sekolah kedinasan.
“Jangan mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Ikuti informasi dan ketentuan resmi. Yang paling penting adalah mengandalkan kemampuan sendiri dan mengikuti seluruh proses sesuai aturan,” tegasnya.
Zulkifli menambahkan, keberhasilan menembus sekolah kedinasan tidak semata-mata ditentukan oleh kepintaran. Integritas, disiplin, kejujuran, kesehatan dan kesiapan mental juga menjadi bagian penting dalam menghadapi proses seleksi.
“Sekolah kedinasan merupakan salah satu jalur strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan karakter. Karena itu, peserta harus menunjukkan integritas, disiplin, kejujuran dan sportivitas sejak proses seleksi,” harapnya.
Ia juga berharap para peserta dapat menjadikan simulasi tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membangun kepercayaan diri menghadapi seleksi resmi.
“Persaingan memang ketat, tetapi kesempatan tetap terbuka bagi semua peserta. Kuncinya adalah persiapan yang terencana, belajar secara konsisten, disiplin dan tetap menjaga integritas,” ujar Zulkifli.
Menurut dia, dukungan Pemprov Maluku Utara terhadap calon peserta sekolah kedinasan merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul yang nantinya dapat berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Harapan kita, putra-putri Maluku Utara yang nantinya dinyatakan lulus dapat mengikuti pendidikan dengan baik dan pada akhirnya mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan Maluku Utara dan Indonesia,” tandasnya. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi






