Wagub Malut Serukan Bahasa Daerah Kembali Dipakai di Kantor dan Rumah

Kamis, 3 September 2026 - 13:04 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, saat membuka Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Maluku Utara Tahun 2026. || dok : Kasedata

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, saat membuka Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Maluku Utara Tahun 2026. || dok : Kasedata

Kasedata.id – Pelestarian bahasa daerah di Maluku Utara tidak cukup hanya dilakukan melalui pembelajaran di sekolah. Pemerintah daerah didorong mengambil langkah lebih konkret dengan membiasakan penggunaan bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan kerja hingga keluarga.

Seruan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, saat membuka Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Maluku Utara Tahun 2026 yang digelar Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, Kemendikdasmen, di Benteng Oranje, Ternate, Kamis (3/9/2026).

Menurut Sarbin, bahasa daerah merupakan bagian penting dari kekayaan budaya sekaligus fondasi khazanah bahasa nasional. Karena itu, keberadaannya tidak boleh berhenti sebagai materi pelajaran atau sekadar diperlombakan dalam sebuah festival.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia bahkan mendorong para pejabat daerah untuk mulai memberikan contoh dengan menggunakan bahasa daerah di lingkungan pemerintahan.

“Sudah saatnya Pak Wakil Wali Kota Ternate dan Pak Sekda Tidore, setiap masuk kantor pakai bahasa masing-masing agar bahasa terus bisa terpelihara dengan baik,” ujar Sarbin.

Ia menilai keluarga memiliki peran yang tidak kalah penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa ibu. Pembiasaan sejak anak-anak di lingkungan rumah dinilai menjadi kunci agar bahasa daerah tetap diwariskan dari generasi tua kepada generasi muda.

Baca Juga :  Wagub Maluku Utara Tegaskan Pancasila Bukan Sekadar Seremoni

“Mari kita budayakan bahasa daerah ini di kantor, di rumah, dan di mana saja. Kita memang butuh bahasa asing untuk relasi global, tetapi jangan sampai lupa pada kehidupan lokal kita, yaitu bahasa ibu,” tegasnya.

Sarbin juga mengapresiasi langkah Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara yang konsisten melaksanakan FTBI. Namun, ia meminta kegiatan tersebut tidak berhenti pada seremoni tahunan.

Menurutnya, revitalisasi bahasa daerah harus memiliki ukuran yang jelas, termasuk pemetaan wilayah yang bahasa daerahnya mulai mengalami kemunduran bahkan terancam punah.

“Tentu kita tidak sekadar secara formal meramaikan kegiatan ini, tetapi lebih pada substansi. Kita harus punya basis data di desa, kampung, atau RT mana yang bahasanya hampir punah, atau bahkan sudah tidak ada lagi. Ke depan harus seperti itu agar kerja-kerja kita terukur dan dampaknya bisa dilihat langsung,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, Nukman, mengungkapkan Maluku Utara memiliki 19 bahasa daerah berdasarkan peta bahasa nasional. Sebagian di antaranya berada dalam kondisi rentan hingga kritis.

Baca Juga :  Wagub Sarbin Sehe Tinjau Pengecekan Kesehatan Gratis Pelajar, Dorong Sekolah Lebih Sehat dan Nyaman

Hingga 2026, program revitalisasi bahasa daerah yang dilakukan Balai Bahasa telah menjangkau 11 bahasa daerah di sembilan kabupaten/kota di Maluku Utara.

Nukman mengatakan, secara regulasi pelestarian bahasa daerah telah memiliki pijakan kuat melalui UUD 1945 Pasal 32 Ayat 2 dan UU Nomor 24 Tahun 2009. Namun, tantangan terbesar berada pada penerapannya di tengah masyarakat.

“Ukuran yang lebih jujur adalah perubahan perilaku kita dalam berbahasa. Pokok persoalannya bukan lagi sekadar apakah bahasa daerah diajarkan di sekolah, melainkan apakah mampu memperkuat aliran bahasa dari penutur tua kepada penutur muda,” ungkapnya.

Ia menambahkan, para peserta FTBI tingkat Provinsi Maluku Utara diproyeksikan menjadi delegasi yang akan melanjutkan kiprah ke Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Nasional pada 2027 mendatang.

Berbeda dengan perlombaan pada umumnya, FTBI 2026 dikemas sebagai ruang selebrasi dan apresiasi terhadap karya serta keberagaman bahasa ibu di Maluku Utara.

Kegiatan yang berlangsung selama sehari itu melibatkan 100 peserta, terdiri atas 55 murid jenjang SD dan SMP dari sembilan kabupaten/kota, 20 anggota Duta Bahasa, serta 16 staf Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara. (*)

Penulis : Ilham

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Tabligh Akbar, Ustaz Das’ad Latif Gaungkan Pesan Damai untuk Maluku Utara
Kadikbud Malut Dorong Toleransi Sejak Dini Lewat Pembinaan Rohani Pelajar
Pemuda Desa Bajo Galang Dana Ratusan Juta Bangun Masjid
Malam Puncak HUT ke-27 Malut, Sofifi Dipadati Ribuan Warga
DWP Ternate Dorong Produk Lokal Jadi Ekonomi Keluarga
PUPR Malut Uji Teknologi Stabilisasi Tanah, Jalan Tani Tanpa Sirtu Ditargetkan Mulai 2027
Wagub Sarbin Lepas 40 Regu Gerak Jalan Indah Pelajar Meriahkan HUT ke-27 Malut
KORMI Sula Resmi Dilantik, Bidik Olahraga Masyarakat Desa

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 23:02 WIT

Tabligh Akbar, Ustaz Das’ad Latif Gaungkan Pesan Damai untuk Maluku Utara

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:06 WIT

Kadikbud Malut Dorong Toleransi Sejak Dini Lewat Pembinaan Rohani Pelajar

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:59 WIT

Pemuda Desa Bajo Galang Dana Ratusan Juta Bangun Masjid

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:00 WIT

Malam Puncak HUT ke-27 Malut, Sofifi Dipadati Ribuan Warga

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:14 WIT

DWP Ternate Dorong Produk Lokal Jadi Ekonomi Keluarga

Berita Terbaru

Daerah

Pemuda Desa Bajo Galang Dana Ratusan Juta Bangun Masjid

Minggu, 11 Okt 2026 - 14:59 WIT

Malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi Maluku Utara, ribuan warga padati Kota Sofifi. || Foto : Kasedata.id

Daerah

Malam Puncak HUT ke-27 Malut, Sofifi Dipadati Ribuan Warga

Sabtu, 10 Okt 2026 - 23:00 WIT

Ternate

DWP Ternate Dorong Produk Lokal Jadi Ekonomi Keluarga

Sabtu, 10 Okt 2026 - 20:14 WIT