Branding Ternate Kota Rempah Harus Berdampak pada Ekonomi Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:14 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly, saat menjadi pemateri pada peringatan Hari Pangan Sedunia yang dirangkaikan dengan peringatan satu dekade Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Ternate di Aula Nuku Kampus Unkhair

Sekda Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly, saat menjadi pemateri pada peringatan Hari Pangan Sedunia yang dirangkaikan dengan peringatan satu dekade Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Ternate di Aula Nuku Kampus Unkhair

Kasedata.id – Pemerintah Kota Ternate berkomitmen mengoptimalkan potensi rempah dan pangan lokal sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus daya tarik pariwisata.

Komitmen itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr. Rizal Marsaoly, saat menjadi pemateri pada peringatan Hari Pangan Sedunia yang dirangkaikan dengan peringatan satu dekade Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Ternate di Aula Nuku Kampus Unkhair, Kamis (22/10/2026).

Dalam pemaparannya bertajuk “Ternate Kota Rempah dan Gastronomi”, Rizal menegaskan bahwa city branding “Ternate Kota Rempah” yang telah mengantongi Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sejak 2022 tidak boleh berhenti sebagai slogan atau logo semata.

Menurutnya, identitas itu harus diwujudkan melalui produk nyata, pengalaman kuliner, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Rempah bukan hanya bagian dari sejarah masa lalu. Kita harus mengubah kekayaan lokal ini menjadi identitas, pengalaman kuliner, serta manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat, petani, nelayan, dan pelaku UMKM,” kata Rizal di hadapan akademisi, peneliti, dan mahasiswa.

Baca Juga :  Pelayanan Publik Maluku Utara Melejit, Capaian Tembus 127,54 Persen

Ia menjelaskan, pengembangan gastronomi Ternate bertumpu pada tiga pilar utama. Pertama, rempah khas seperti cengkeh, pala, kunyit, jahe, dan lada yang menjadi bagian dari identitas aroma, cita rasa, dan sejarah daerah.

Kedua, hasil laut dan perikanan yang didukung potensi wilayah perairan Ternate. Potensi itu perlu dimanfaatkan melalui diversifikasi produk olahan ikan agar memiliki nilai tambah ekonomi.

Ketiga, pangan tradisional yang perlu dijaga melalui pelestarian resep dan pengetahuan lokal antargenerasi, sekaligus didukung inovasi kemasan dan penyajian tanpa menghilangkan keasliannya.

“Rempah memberikan karakter pada makanan, sedangkan gastronomi menjelaskan bagaimana rempah itu digunakan, diwariskan, dan dikembangkan menjadi peluang ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.

Untuk mengintegrasikan ekosistem pangan dari hulu hingga hilir, Rizal menekankan pentingnya kolaborasi Hexa-Helix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku bisnis dan UMKM, komunitas, media, serta agregator platform.

Baca Juga :  Dikbud Maluku Utara Godok Kurikulum Sejarah Pembentukan Provinsi

Sebagai Sekda, ia menyatakan kesiapan untuk mengoordinasikan kerja lintas perangkat daerah. Pemkot Ternate akan menyelaraskan program pariwisata, kebudayaan, perdagangan, UMKM, pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan agar saling mendukung.

“Ukuran keberhasilan agenda ini bukan sekadar banyaknya acara. Melainkan meningkatnya mutu produk, terbukanya akses pasar, naiknya pendapatan pelaku usaha, serta tumbuhnya kebanggaan warga terhadap pangan lokal,” terang mantan Kepala Bappeda Ternate itu.

Rizal juga mengajak kalangan akademisi dan perguruan tinggi melalui PATPI, untuk terus menghubungkan riset dan inovasi teknologi pangan dengan kebutuhan nyata pelaku usaha dan pasar.

Menurutnya, pengembangan gastronomi menjadi salah satu jalan untuk menghubungkan kekayaan sejarah rempah Ternate dengan peluang ekonomi masa depan.

“Ternate tidak hanya memiliki sejarah panjang tentang rempah. Melalui gastronomi, kita dapat menghadirkan masa depan yang sejahtera bagi masyarakat Kota Ternate,” tutupnya. (*)

Penulis : Pewarta

Editor : Sandin Ar

Berita Terkait

Sherly Tjoanda Tembus Peringkat Kedua Gubernur Pilihan Anak Muda Nasional
Jejak NU ke Mimbar Hari Santri, Aka Merajut Pesan untuk Generasi Masa Depan
Sertijab Kades Wailoba, Siti Hawa Ajak Warga Bersatu Bangun Desa
Rabu Membaca di SMPN 1 Ternate, Perkuat Budaya Literasi Siswa
Operasi Patuh Kie Raha 2026, Polres Ternate Siap Tindak Pelanggar Lalu Lintas
Pemkot Ternate Tata Ruang Publik, Perkuat Ekonomi Kreatif Anak Muda
Kadis PUPR Malut Temui DPD RI, Bahas Jalan Kepulauan
Protes Jalan Lapen Makean, PPK Luruskan : Ruas 3 Km Pekerjaan Pemkab Halsel

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:14 WIT

Branding Ternate Kota Rempah Harus Berdampak pada Ekonomi Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:27 WIT

Sherly Tjoanda Tembus Peringkat Kedua Gubernur Pilihan Anak Muda Nasional

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:41 WIT

Jejak NU ke Mimbar Hari Santri, Aka Merajut Pesan untuk Generasi Masa Depan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:29 WIT

Sertijab Kades Wailoba, Siti Hawa Ajak Warga Bersatu Bangun Desa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:55 WIT

Rabu Membaca di SMPN 1 Ternate, Perkuat Budaya Literasi Siswa

Berita Terbaru

Peluncuran Gerakan Literasi Rabu Membaca dan Panggung Apresiasi di SMP Negeri 1 Kota Ternate

Pendidikan

Rabu Membaca di SMPN 1 Ternate, Perkuat Budaya Literasi Siswa

Rabu, 21 Okt 2026 - 19:55 WIT