Kasedata.id – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos menorehkan capaian positif dalam Survei Nasional Muda Bicara ID. Sherly menempati posisi kedua dengan tingkat penilaian 60,8 persen dalam daftar gubernur berkinerja baik menurut anak muda, mengungguli Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang berada di posisi ketiga dengan 58,2 persen.
Dikutip dari hasil survei Muda Bicara ID, Kamis (22/10/2026), posisi Sherly hanya terpaut 1,7 poin persentase dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang menempati urutan pertama dengan 62,5 persen.
Capaian tersebut menempatkan Sherly di jajaran teratas pemimpin daerah dalam penilaian kelompok muda secara nasional. Bagi Maluku Utara, hasil ini menjadi catatan penting karena provinsi di kawasan timur Indonesia itu mampu menempatkan gubernurnya dalam persaingan dengan sejumlah kepala daerah dari provinsi besar.
Lebih dari itu, Sherly merupakan gubernur perempuan pertama di Maluku Utara. Posisi kedua dalam survei nasional ini menjadi sorotan tersendiri bagi kepemimpinannya, sekaligus menunjukkan bahwa nama pemimpin dari daerah kepulauan turut mendapat tempat dalam penilaian publik muda di tingkat nasional.
Survei bertajuk Dua Tahun Prabowo-Gibran dalam Pandangan Kelompok Muda tersebut melibatkan 800 responden dan berlangsung pada 15 September hingga 10 Oktober 2026.
Survei Muda Bicara ID juga memotret kriteria yang menjadi pertimbangan anak muda dalam menilai kinerja gubernur. Hasilnya, integritas dan kemampuan menghadirkan peluang ekonomi menempati posisi penting.
Sebanyak 72,2 persen responden memilih kejujuran dan bebas korupsi sebagai kriteria utama gubernur berkinerja baik. Berikutnya, 70,2 persen menilai kemampuan menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha sebagai indikator penting, disusul kinerja dan rekam jejak yang jelas sebesar 66,7 persen.
Sementara itu, transparansi dan keterbukaan terhadap kritik memperoleh 62 persen. Kepedulian terhadap lingkungan, banjir, sampah, dan bencana mencapai 60 persen, sedangkan perhatian terhadap pendidikan dan kesehatan dipilih oleh 52,7 persen responden.
Menariknya, aktivitas gubernur di media sosial hanya menjadi pertimbangan bagi 36,1 persen responden. Angka tersebut memperlihatkan bahwa kehadiran di ruang digital bukan satu-satunya tolok ukur kepemimpinan. Anak muda juga menaruh perhatian pada integritas, rekam jejak, kesempatan ekonomi, dan kualitas pelayanan publik.
Posisi kedua dalam survei nasional tersebut menjadi modal positif bagi Sherly untuk memperkuat kepercayaan publik. Namun, capaian itu juga membawa tantangan besar: memastikan penilaian positif berjalan seiring dengan hasil pembangunan yang nyata.
Di Maluku Utara, tantangan kepemimpinan tidak ringan. Karakter wilayah kepulauan menuntut pemerataan pembangunan, konektivitas antardaerah, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta perluasan kesempatan kerja agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan masyarakat secara lebih merata.
Sebagai gubernur perempuan pertama di Maluku Utara, Sherly memiliki kesempatan untuk memperkuat rekam jejak kepemimpinannya melalui kebijakan yang terukur, tata kelola pemerintahan yang transparan, dan program yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Hasil survei ini belum dapat dijadikan bukti bahwa seluruh persoalan daerah telah teratasi. Namun, dengan menempati posisi kedua dan meraih penilaian 60,8 persen, Sherly tercatat berada di antara gubernur dengan penilaian tertinggi dalam survei tersebut.
Kini, tantangan berikutnya adalah menjaga capaian itu melalui konsistensi kerja dan hasil pembangunan. Sebab, pengakuan dalam survei nasional akan semakin bermakna ketika sejalan dengan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat Maluku Utara. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi





![Sertijab dari kepala desa sebelumnya Idham Usia kepada penjabat kepala desa yang baru Siti Hawa Kedafota [dok : karno/kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG_20261021_233015-225x129.jpg)

