Kasedata.id –dr. Nurcholis Alim, Sp.N, AIFO-K akhirnya kembali ke tanah kelahirannya di Bumi Hibualamo, Kabupaten Halmahera Utara, usai berbagai perjalanan yang ditempuhnya. Dokter spesialis Neurologi atau saraf ini memilih meninggalkan kenyamanan berkarier di luar daerah untuk kembali mengabdikan ilmunya di Bumi Hibualamo.
Nurcholis merupakan putra kelahiran Desa Gorua, Kecamatan Tobelo Utara. Ia adalah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan almarhum Hi. Adhan Alim dan Hj. Syarifah Hi. Ahmad.
Perjalanan pendidikannya dimulai dari SD Negeri 1 Tobelo, kemudian SMP Negeri 4 Ternate, dan SMA Negeri 1 Ternate. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak berhenti sebagai dokter umum, Nurcholis kemudian melanjutkan pendidikan dokter spesialis Neurologi di Universitas Hasanuddin, Makassar. Pilihan ini menjadi bagian dari tekad untuk memperdalam ilmunya sekaligus memberikan pelayanan kesehatan yang lebih luas kepada masyarakat.
Sebelum kembali ke Halmahera Utara, berbagai pengalaman telah dilaluinya. Ia sempat bekerja di RSUD Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, kemudian bergabung dengan perusahaan Johnlin di Kalimantan Selatan.
Setelah itu, Nurcholis kembali ke Maluku Utara dan bekerja di Rumah Sakit Islam di Kota Ternate. Ia kemudian mengikuti seleksi CPNS dan dinyatakan lulus, sebelum ditempatkan di Puskesmas Kecamatan Pulau Moti dan selanjutnya bertugas di RSUD Kota Ternate.
Setelah menyelesaikan pendidikan dokter spesialis Neurologi, perjalanannya akhirnya kembali ke Bumi Hibualamo, Kabupaten Halmahera Utara.
Saat ini, dr. Nurcholis bertugas di RSUD Tobelo. Selain itu, ia juga membuka tempat praktik di Apotek dan Klinik Pelita Farma Tobelo untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang penyakit saraf.
Pesan Almarhum Sang Ayah
Di balik keputusannya kembali ke Tobelo, terdapat sebuah pesan sederhana namun sangat berarti dari almarhum sang ayah Hi. Adhan Alim.
Semasa hidup, ayahnya berpesan agar Nurcholis boleh mengejar pengalaman dan bekerja di luar Maluku Utara, tetapi suatu saat harus kembali ke Tobelo, tempat kelahirannya untuk mengabdikan diri.
Pesan itu terus diingat Nurcholis hingga dirinya menyelesaikan pendidikan dan berbagai perjalanan profesinya sebagai seorang dokter.
Kini, pesan itu telah ia tunaikan. Setelah menempuh pendidikan hingga menjadi dokter spesialis dan memiliki pengalaman bekerja di sejumlah daerah, ia kembali ke Bumi Hibualamo.
“Alhamdulillah, pesan orang tua saya sudah saya tunaikan. Saya kembali ke Bumi Hibualamo untuk mengabdi,” ujar Nurcholis.
Bagi Nurcholis, pulang ke Halmahera Utara bukan sekadar kembali ke kampung halaman. Lebih dari itu, keputusan ini menjadi bentuk penghormatan kepada orang tua sekaligus wujud pengabdian kepada masyarakat yang sejak awal menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
Sebagai dokter spesialis Neurologi dan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Maluku Utara, ia berharap kehadirannya dapat ikut memperkuat pelayanan kesehatan di daerah, khususnya dalam memberikan akses pelayanan spesialis saraf bagi masyarakat Halmahera Utara dan sekitarnya.
Perjalanan dr. Nurcholis menjadi gambaran bahwa keberhasilan menempuh pendidikan dan membangun karier di luar daerah pada akhirnya dapat kembali dipersembahkan untuk tanah kelahiran.
Dari Gorua, menempuh pendidikan di Jakarta dan Makassar, mengumpulkan pengalaman di Kalimantan Selatan hingga Ternate, Nurcholis akhirnya memilih kembali ke Tobelo. Bukan hanya untuk pulang, tetapi untuk mengabdi dan menunaikan pesan sang ayah. (*)
Penulis : Agus
Editor : Sandin Ar






