Kasedata.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara memaparkan capaian sekaligus target yang masih harus dikejar untuk mempercepat pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan di wilayah kepulauan.
Paparan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, pada penutupan Rapat Koordinasi (Rakor) Pendidikan di Hotel Sahid Bella Ternate, Kamis (24/9/2026) malam. Kegiatan itu dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe, jajaran OPD lingkup Pemprov Malut, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, para pengawas, Kepala Cabang Dinas, serta 413 kepala SMA, SMK dan SLB se-Maluku Utara.
Dalam paparannya, Abubakar menjelaskan sejumlah program telah menunjukkan progres, terutama revitalisasi sarana dan prasarana sekolah. Tahun ini, kata Aka, program revitalisasi berbasis swakelola menyasar 33 SMA, 33 SMK dan 14 SLB. Sebagian sekolah bahkan telah memasuki tahap penyelesaian dan Penerimaan Hasil Pekerjaan (PHO).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, pekerjaan belum berhenti pada pembangunan fisik. Dikbud masih harus memastikan seluruh proses revitalisasi selesai sesuai ketentuan, sekaligus mencegah kepala sekolah terseret persoalan hukum.
Karena itu, Dikbud menggandeng Kejaksaan Tinggi untuk melakukan mitigasi hukum dan pengawasan pengelolaan keuangan negara.
“Kami menegaskan agar kepala sekolah tidak bertindak sebagai kontraktor. Kepala sekolah harus fokus pada tugas utamanya mengajar dan mengelola sekolah agar tidak memunculkan masalah hukum di kemudian hari,” tegas Abubakar.
Target berikutnya berada pada akses pendidikan. Abubakar mengungkap Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/SMK masih sekitar 63 persen, sedangkan Angka Partisipasi Kasar (APK) berada di kisaran 79 persen. Artinya, masih terdapat pekerjaan besar untuk memastikan anak usia sekolah, khususnya 16–18 tahun, benar-benar dapat mengakses pendidikan menengah.
Dikbud kini memetakan hambatan akses berdasarkan kondisi geografis masing-masing wilayah. Sejumlah titik membutuhkan intervensi jalan melalui koordinasi dengan Dinas PUPR maupun OPD terkait.
Di sisi lain, kesiapan TKA menjadi target penting yang harus dituntaskan. Dikbud menyiapkan dukungan infrastruktur melalui anggaran perubahan sebesar Rp 15 miliar untuk pengadaan 1.100 unit komputer. Perangkat tersebut diarahkan untuk menutup kekurangan komputer di sekolah sekaligus memastikan pelaksanaan TKA/Asesmen Nasional berjalan tanpa terkendala fasilitas.
Bagi sekolah yang belum memiliki perangkat memadai, Dikbud menyiapkan pola berbagi fasilitas maupun pelaksanaan secara bergelombang. Dengan demikian, keterbatasan komputer tidak menjadi alasan terhambatnya pelaksanaan evaluasi pendidikan.
Target lainnya adalah peningkatan kualitas guru. Saat ini, sekitar 90 persen guru telah berpendidikan S1. Capaian tersebut akan dilanjutkan dengan mendorong kesempatan studi lanjut jenjang S2. Dikbud berkoordinasi dengan BKD dan BPSDM agar guru dapat meningkatkan kualifikasi tanpa harus meninggalkan tugas mengajar di daerah.
Abubakar menegaskan, seluruh program tersebut pada akhirnya diarahkan pada satu target besar yakni memperluas akses sekaligus meningkatkan mutu pendidikan Maluku Utara. Revitalisasi sekolah yang belum selesai harus dituntaskan, akses transportasi dan infrastruktur harus diperbaiki, perangkat TKA harus dipenuhi, dan kualitas tenaga pendidik harus terus didongkrak.
“Pekerjaan kita bukan hanya memastikan program berjalan, tetapi memastikan dampaknya dirasakan oleh anak-anak di seluruh Maluku Utara,” pungkasnya. (*)
Penulis : Ilham
Editor : Redaksi




![La Sul Mamusung, remaja asal Desa Lekokadai, Kecamatan Mangoli Barat, berhasil meraih Juara Motivator Putra Duta Genre Indonesia 2026 [dok : karno/kasedata]](https://kasedata.id/wp-content/uploads/2026/09/Picsart_26-09-24_12-06-20-907-225x129.jpg)

