Kasedata.id – Bantuan bedah rumah sebanyak 200 unit untuk Kota Ternate dipastikan belum direalisasikan pada 2026. Program bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) itu akan masuk dalam alokasi anggaran tahun 2027.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Ternate, Tonny S. Pontoh, mengatakan Pemkot Ternate sepanjang 2026 masih fokus melakukan konsultasi, koordinasi, serta pematangan data calon penerima bantuan.
“Kita sudah lakukan Zoom meeting dengan Kemendagri terkait bantuan 200 unit di tahun 2027,” kata Tonny, Minggu (27/9/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya dalam pembahasan awal bersama Kemendagri, Disperkimtan Ternate telah mengusulkan tiga skema pelaksanaan program, yakni pembangunan rumah baru, peningkatan kualitas rumah, dan perbaikan rumah.
Untuk besaran bantuan, Disperkimtan mengusulkan agar mengacu pada standar umum Kementerian PKP, yakni sekitar Rp60 juta untuk pembangunan rumah baru dan Rp25 juta untuk masing-masing skema peningkatan kualitas serta perbaikan rumah.
“Mengenai porsi anggaran per unit, kita usulkan mengacu pada standar umum dari Kementerian PKP, yakni sekitar Rp60 juta untuk pembangunan rumah baru, serta Rp25 juta masing-masing untuk skema peningkatan kualitas dan perbaikan rumah,” ungkapnya.
Namun, usulan skema dan besaran anggaran itu belum menjadi keputusan final. Kemendagri masih melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Kementerian PKP sebelum pembahasan dilanjutkan melalui rapat koordinasi berikutnya.
Di tingkat daerah, Disperkimtan Ternate mulai menyiapkan data calon penerima bantuan secara by name by address. Data awal yang disiapkan berkisar 300 hingga 500 calon penerima untuk selanjutnya diverifikasi dan divalidasi secara faktual di lapangan.
Verifikasi itu dilakukan untuk memastikan calon penerima benar-benar memenuhi kriteria program yakni berdasarkan klasifikasi tingkat kesejahteraan ekonomi Desil 1 hingga Desil 4.
Tonny menambahkan bahwa proses pematangan data dan persiapan teknis akan terus dilakukan sepanjang 2026. Langkah ini diharapkan supaya program dapat langsung berjalan ketika anggaran bantuan 200 unit mulai direalisasikan pada 2027. (*)
Penulis : Pewarta
Editor : Sandin Ar





